Misionaris Dibekali Kuasa Roh Kudus untuk Menjadi Saksi Kristus

Renungan Harian Misioner
Kamis Paskah VI, 30 Mei 2019
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3,6-7,8-9; Ef. 1:17-23 atau Ibr. 9:24-28; 10:19- 23; Luk. 24:46-53

Renungan Dari Yung-Fo

Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan ini, Firman-Nya mengingatkan kita tentang dua hal, yakni mengenai: (1) perlengkapan yang harus dimiliki oleh seorang misionaris, murid, saksi & pewarta kebangkitan-Nya, dan (2) mengenai cara untuk memperoleh kuasa kerasulan tersebut. Kita lihat kedua poin ini dan bagaimana praktiknya dalam kehidupan kita?

1. Perlengkapan seorang misionaris & rasul
Banyak kali kita telah menegaskan bahwa seorang rasul-misionaris tidak bekerja dengan kekuatannya sendiri (bdk. Kisah 3 : 6; Yohanes 15 : 26-27). Para rasul yang selanjutnya diteruskan oleh para misionaris hanyalah alat di tangan Allah melalui Roh Kudus-Nya. Roh itulah yang menjadi penyaksi utama tentang Yesus Kristus. Kuasa yang mengalir dari Allah melalui Roh-Nya inilah yang diberikan Yesus kepada para rasul dan murid-murid-Nya, sebagai perlengkapan untuk misi atau perutusan mereka (Kisah 1 : 8). Untuk mendapatkan perlengkapan sebagai dasar kesaksian tentang Yesus Kristus inilah, para murid harus menantikan saat penggenapan janji Yesus.

2. Waktu penggenapan Janji Allah
Waktu penggenapan janji Allah adalah waktu di mana Roh Kudus yang dijanjikan Yesus akhirnya dicurahkan kepada para murid-Nya. Sebelum saat itu terjadi, ada syarat yang ditetapkan Yesus bagi para murid yang selanjutnya akan melakukan tugas-perutusan atau misi mereka, yang dimulai dari Yerusalem kepada segala bangsa (Kisah 1 : 47-48). Syarat untuk menerima “kuasa Roh Kudus” itu ialah bahwa mereka harus “tinggal di kota Yerusalem.”

Mengapa para murid harus tinggal di Yerusalem sebelum mereka pergi memberitakan Injil Kristus kepada segala bangsa? Alasannya adalah karena di Yerusalem dan kota-kota sekitarnya itulah para murid mengalami hidup bersama Yesus, mendengarkan apa yang diajarkan-Nya, serta melihat apa yang dikerjakan-Nya. Karena seorang saksi mata memang hanya bisa memberikan kesaksian tentang apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Tinggal di Yerusalem hingga saat mereka dilengkapi bermakna bahwa seorang murid-misionaris wajib mengenal dan mengalami apa yang terjadi dengan pribadi Kristus yang menjadi pokok pewartaan atau kerasulan mereka. Tinggal di Yerusalem berarti menerima kesempatan untuk mengumpulkan kembali kenangan mereka tentang hidup bersama Yesus. Kebersamaan dengan Yesus inilah yang harus memenuhi hati dan pikiran mereka, karena pengalaman dengan dan tentang Yesus itulah yang harus mereka sampaikan kepada segala bangsa. Kenangan ini, selanjutnya akan dipertegas oleh kuasa Roh Kudus, yang dijanjikan kepada mereka. Tugas Roh Kudus adalah “mengajarkan segala sesuatu kepada para murid, dan mengingatkan mereka tentang segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Yesus sendiri,” (Yohanes 14 : 26).

3. Pentingnya “tinggal di Yerusalem” bagi seorang misionaris
Kedua poin di atas mengingatkan kepada kita bahwa tinggal di Yerusalem untuk membatinkan seluruh pengalaman hidup mereka dengan Yesus, dan kemudian diperlengkapi oleh kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus merupakan syarat penting. Tanpa tinggal di Yerusalem, kesaksian seorang misionaris akan lepas dari hubungan dengan Yesus. Tanpa kuasa Roh Kudus, karya kerasulan atau karya misi akan turun derajatnya karena mengandalkan kekuatan dan kehebatan manusia.

Poin ini menjadi tantangan berat bagi kita para misionaris Kristus di zaman ini. Sejauh mana kita mengapresiasi saat-saat untuk “tinggal di Yerusalem” alias menyatu dengan Yesus dalam Doa dan Ekaristi? Sejauh mana kita memberi diri untuk menjadi alat-Nya Roh Kudus di dalam tugas-perutusan kita? Sejauh mana Roh Kudus ini menjadi andalan kita dalam kerasulan? Jikalau kita telah jatuh ke dalam tindakan “mengandalkan kekuatan sendiri” dalam praktik kerasulan kita, maka Hari Raya Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus ini hendaknya menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk kembali mengandalkan Allah di dalam tugas kita bersaksi tentang Yesus. Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan (rmg).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s