Belajar dari Keluhuran Hidup Apolos

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah VI, 1 Juni 2019
Peringatan S. Yustinus
Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3,8-9,10; Yoh. 16:23b-28

Sahabat-sahabat Yesus yang terkasih,
Selamat berakhir pekan untuk kita semua. Kita diajak melalui refleksi ini meluangkan beberapa menit mereview hidup kita sejauh ini konteks kehidupan Apolos. Siapa itu Apolos? Profile pewarta Kabar Gembira ini termuat dalam bacaan pertama hari ini. Dia adalah seorang Yahudi dari Alexandria yang tergerak hati mengikuti ajaran Yesus. Dia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Artinya dia memiliki kemampuan dan pengetahuan serta ‘berpengaruh’.

Dan berkat keterbukaannya pada ajaran Yesus, kemampuannya semakin diasah dan dipakai Tuhan untuk penyebaran Kabar Gembira dan Kerajaan Allah di wilayah Efesus dan Korintus. Teks menggambarkan Apolos dengan kata-kata berikut: Apolos oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Nama dan karyanya tertulis dalam Kitab Suci sebagai salah satu figur yang besar jasanya dalam upaya penyebaran Kerajaan Allah di Efesus dan Korintus.

Kita pun diajak merenungkan pesan hidup Apolos dalam konteks hidup dan kiprah kita. Sudah pasti setiap kita dianugerahi kemampuan dan talenta serta memiliki pengetahuan di bidang tertentu. Alangkah luhurnya kalau hidup yang begini singkat dimanfaatkan semaksimal mungkin seperti Apolos sehingga berdaya guna bagi orang lain. Kesediaan kita seperti Apolos menyatukan bakat, talenta, kemampuan dan pengetahuan yang kita miliki dengan karya kasih Tuhan akan menjadi suatu kolaborasi apik nan penuh makna dalam hidup dan kiprah kita yang hanya sebentar saja di dunia ini.

Mengaitkan hal ini dengan Hari Kelahiran Pancasila yang kita rayakan hari ini, tentunya kita patut bersyukur kepada para pendiri NKRI tercinta yang meletakkan bangsa dan Negara tercinta kita ini di atas dasar yang kokoh yakni Pancasila dan UUD ’45 sebagai penuntun kita semua.

Sekali lagi, kesediaan kita semua seperti Apolos dan para pendiri bangsa kita ini untuk menyatukan arah hidup dan perjuangan kita sesuai dengan nilai-nilai luhur akan menjadi spirit kekuatan dahsyat yang terus menggerakkan kita untuk berupaya memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara serta kesejahteraan bersama (bonum commune) yang kita impikan bersama.

Menutup refleksi ini saya mengutip kata-kata dari satu lagu yang cukup popular akhir-akhir ini yakni HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN.

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku selagi aku masih kuat
Bila saat nanti kutak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Tuhan yang telah menganugerahkan bakat, talenta dan kemampuan dalam diri kita akan terus menopang kita dengan berkat kasih dan kuasa-Nya bila kita juga turut berjuang mewujudkan Kerajaan Kasih-Nya di dunia ini sesuai konteks pengabdian kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s