Stop! Think Before Forward and Send

Renungan Harian Misioner
Minggu Paskah VII, 2 Juni 2019
Hari Minggu Komunikasi Sedunia
Kis. 7:55-60; Mzm. 97:1,2b,6,7c,9; Why. 22:12-14,16-17,20; Yoh. 17:20-26

Dikisahkan oleh Penginjil Yohanes bahwa Yesus berdoa. Saat itu Ia sedang bersama para pengikut-Nya. Namun doanya Ia tujukan bukan hanya untuk para pengikut-Nya yang hadir di sana, tetapi juga untuk “orang-orang yang percaya pada Yesus” oleh pemberitaan mereka. Menarik, ada kata: pemberitaan. Orang-orang yang melakukan pemberitaan atau memberitakan Yesus. Siapakah mereka? Sayakah orangnya? Atau Anda mungkin salah satunya? Ya, kita semua, jika kita percaya pada-Nya oleh pemberitaan kita.

Harusnya bukan satu kebetulan bahwa hari ini kita memperingati Hari Minggu Komunikasi Sedunia. Bacaan Injil hari ini juga menyebutkan kata “pemberitaan”. Berita adalah salah satu bentuk komunikasi. Ketika kita membaca atau mendengar berita, kita mendapatkan informasi dari pihak lain. Sebuah komunikasi terjalin. Ketika kita memberitakan sesuatu kepada orang lain, kita pun sedang melakukan komunikasi.

Lalu sebagai murid Tuhan, pemberitaan seperti apakah yang seharusnya kita lakukan? Menjadi pemberita seperti apakah seharusnya diri kita ini? “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 17 : 21). Tuhan ingin kita semua menjadi satu, seperti halnya Bapa dan Dirinya menyatu, tak terceraikan. Dan dikatakan itu harus kita lakukan agar dunia percaya bahwa Yesus diutus Bapa.

Hampir setiap hari kita dapat menemukan berita-berita yang berserakan di medsos, melalui chat group maupun pribadi, yang kemudian menimbulkan rasa tidak senang, pertengkaran bahkan kemudian bisa menjadi penyebab putusnya hubungan atau perpecahan. Alih-alih menjadi sarana komunikasi, berita malah sebaliknya bisa menjadi tembok penghalang komunikasi. Dan terkadang, kita bahkan tidak sadar bahwa kita pun menjadi salah satu “pelaku” yang melakukan pemberitaan itu, yang dengan begitu mudahnya meneruskan berita-berita yang singgah di handphone kita tanpa mau repot-repot mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Memperingati Hari Minggu Komunikasi Sedunia, mari kita semua sebagai murid-murid yang dikasihi Yesus, mulai lebih peka dalam melakukan pemberitaan demi menjaga komunikasi dengan sesama tetap lancar dan kesatuan tetap terpelihara seperti yang dikehendaki Yesus. Mulai belajar memilah dan memilih mana berita-berita yang baik serta positif, yang menumbuhkan iman dan bisa membagikan semangat kepada orang lain. Menjadi pemberita yang membawa keutuhan dan kesatuan, bukan perpecahan. Berhenti sejenak, ketika kita menemukan sebuah berita, menyadari penuh akan pentingnya keputusan yang akan kita ambil, sebelum kita menekan tombol: forward dan send.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s