Menjadi Gembala-Gembala Pilihan Tuhan

Renungan Harian Misioner
Rabu Paskah VII, 5 Juni 2019
Peringatan S. Bonifasius
Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35b- 36c; Yoh. 17:11b-19

Pesan Tuhan seperti yang dikatakan Paulus pada bacaan hari ini adalah agar kita semua menjadi penilik yang menggembalakan jemaat Allah, sama dengan pesan yang disampaikan Yesus kepada Petrus (tiga kali) menjelang Yesus kembali ke surga, “Gembalakanlah domba-dombaKu” (Yoh. 21:15,16,17). Kita semua sebagai murid Kristus, ditetapkan menjadi gembala-gembala oleh Roh Kudus, tugas yang bukan pilihan kita sendiri tetapi karena Tuhan yang memilih kita (Kis. 20:28).

Ada dua hal yang harus kita lakukan sebagai seorang gembala, pertama-tama ialah menjaga diri sendiri, kemudian menjaga seluruh kawanan. Mengapa kita harus menjaga diri lebih dahulu? Sebab perutusan pewartaan Yesus serupa dengan mengutus kita, domba-domba-Nya ke tengah-tengah serigala (Kis. 20:29). Ia mengutus kita ke dalam dunia yang membenci kita, memusuhi kita, bahkan menolak kehadiran kita (Yoh. 17:18). Kita harus mampu menjaga diri kita sendiri lebih dulu, sebab tugas menjaga seluruh kawanan ada di bawah tanggung jawab kita.

Menjaga diri sendiri harus dimulai dengan mengingat segala nasihat yang Tuhan sampaikan kepada kita lewat para pembimbing rohani kita (Kis. 20:31), menyerahkan diri kita sepenuhnya dalam bimbingan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita (Gal. 2:20), Roh Kudus yang akan mengajar dan mengingatkan kita akan segala kebenaran yang Tuhan ajarkan (Yoh. 14:26), serta terus menerus berserah kepada Firman Tuhan yang akan membangun iman kita dan menguduskan kita (Kis. 20:32; Yoh. 17:17). Menjadi kudus dalam seluruh hidup kita adalah keharusan, sebab itulah tanda bahwa kita hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu saja, kita ingin hidup kudus seperti Allah yang adalah kudus, dan dengan demikian kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan di antara jemaat yang kita gembalakan dengan tulus ikhlas (1 Ptr. 1:14-16, 22). Jadi, menjaga diri sendiri adalah dengan berusaha menjauhkan diri kita dari segala yang jahat, dan kita perlu penyertaan Roh Kudus untuk selalu mengingatkan kita akan hal ini. Itulah sebabnya kita menutup doa kita dengan “Bebaskanlah kami dari yang jahat” (Doa Bapa Kami).

Paus Fransiskus pernah mengajarkan bahwa setiap orang dapat menjadi kudus dalam kehidupan biasa, jika melakukan segala kegiatan sehari-harinya sesuai dengan kehendak dan kebenaran Allah. Sambil terus berusaha menjaga diri kita dengan pengudusan, kita harus memasuki tugas kita menjaga kawanan domba Allah dengan menghadirkan kembali kemanusiaan yang sejak awalnya diciptakan segambar dengan Allah (Kej. 1:27), kita menampilkan Gambar Allah dalam diri kita di tengah-tengah kawanan. Oleh panggilan kekudusannya itu kita yang menerima dan percaya kepada Yesus akan menerima kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Dengan menjadi anak-anak Allah, kita diberi kuasa yang sama dengan Kristus untuk pergi, menjadikan segala bangsa murid-Nya dan menggembalakan mereka dalam satu kawanan dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, yaitu Gereja.

Seperti teladan jemaat perdana, kita menggembalakan kawanan kita dalam satu persekutuan yang bertekun dalam pengajaran para rasul, senantiasa berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa, saling berbagi satu sama lain. Menggembalakan kawanan pun harus belajar dari sang Gembala utama, sebab Yesus berpesan agar kita mengajar mereka melakukan segala sesuatu yang telah Dia perintahkan. Yesus telah memberi teladan dengan hanya mengajarkan hal-hal apa yang didengar-Nya dari pada Bapa, itu yang dikatakan-Nya kepada dunia, dan Yesus berbicara tentang hal-hal sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Nya. Kita pun menggembalakan kawanan dengan mengajarkan apa saja yang Yesus ajarkan kepada kita, itulah yang kita sampaikan kepada jemaat, tidak lebih dan tidak kurang. Ini semua kita lakukan sebab kita mengenal siapa Yesus, kita mendengarkan Dia dan mengikuti kehendak-Nya (Yoh. 10:27).

Jangan kita ragu lagi, Yesus sudah memercayakan tugas penggembalaan itu dengan mengutus kita, Dia terus menyertai kita senantiasa, melindungi kita dari yang jahat, serta menguduskan kita dalam kebenaran.

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s