Kekuatan Ketulusan Hati Dalam Hidup dan Karier

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah VII, 8 Juni 2019
Peringatan S. William, S. Maria Droste zu Vishering
Kis. 28:16-20,30-31; Mzm. 11:4,5,7; Yoh. 21:20-25

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk,
Salam jumpa lagi di akhir pekan ini semoga menjadi momen bermakna bagi kita. Kita diajak merenungkan pesan-pesan Sabda Tuhan bagi kita. Fokus perhatian kita kali ini yang disoroti juga sepanjang minggu ini yakni kebajikan hidup dan karya Paulus berkat kesetiaan, pengorbanan, dan ketekunannya dalam menyebarkan Kerajaan Kasih Allah dengan segala risiko yang dihadapinya. Mengapa Paulus bisa mempresentasikan kebajikan hidup demikian?

Tentu banyak jawaban, namun menyimak kisah kehidupan dan tulisan-tulisannya serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi yang kita alami, kita akan menemukan salah satu kunci rahasia yang dihayati Paulus yakni kekuatan ketulusan hatinya untuk mengikuti bimbingan Tuhan dalam hidup dan karyanya sebagai pengikut dan Rasul Tuhan. Hal ini senada dengan Mazmur hari ini: Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil dan mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya (Mazmur 11:7).

Ya, ketulusan hatinya memampukan Paulus menjernihkan telinga hatinya sehingga dia bisa mendengar dan mengikuti suara Tuhan yang menghasilkan transformasi dirinya dari Saulus menjadi Paulus. Ketulusan hatinya membantu membeningkan mata hati Paulus untuk mampu melihat jalan Tuhan sekaligus mampu membedakannya dengan jalan kehendak ‘dunia’. Ketulusan hatinya membuat dia memiliki kemurnian motivasi dalam hidup dan karyanya yakni semata-mata demi tersebarnya dan terwujudnya Kerajaan Cinta Kasih Allah bagi manusia.

Ketulusan motivasi Paulus dalam karyanya menjadi kekuatan dalam dirinya yang meneguhkan dia baik perjalanan-perjalanan misinya maupun saat dia harus berhadapan dengan orang-orang yang meragukan dan menentang karya pewartaannya. Niat luhur hatinya demi terciptanya Kerajaan Allah menjadi kekuatan dalam hidup dan karyanya sekaligus menjadi ‘hidden power’ yang terus mendorong dia terus berupaya menyebarkan kerajaan Allah meskipun dia harus berhadapan dengan aneka tantangan dan kesulitan.

Ketulusan intensi hati Paulus demi terwujudnya Kerajaan Damai menjadikan dia pribadi yang berintegritas dalam kata dan tindakannya karena dia bertindak berdasarkan niat luhur hatinya untuk melakukan semuanya itu bukan untuk dilihat orang dan bukan demi kepentingan dirinya. Kebajikan hidup Paulus demikian mengamini kata-kata Confucius: Sincerity and truth are the basis of every virtue (Ketulusan dan kebenaran adalah dasar setiap kebajikan).

Kiranya permenungan kita di akhir pekan ini tentang kebajikan hidup Paulus yang tulus hati dalam hidup dan karyanya semakin memotivasi kita untuk terus berupaya menghayati kebenaran dan kekuatan ketulusan hati dalam hidup dan karya kita juga. Ketulusan hati akan senantiasa hadir sebagai penjernih motivasi dalam setiap tindakan kita sekaligus menjadi peneguh hati di segala situasi hidup yang kita alami.

Tuhan memberkati kita sekalian.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s