Mewartakan Perbuatan-Perbuatan Besar yang Dilakukan Allah

Renungan Harian Misioner
Minggu, 9 Juni 2019
HARI RAYA PENTAKOSTA
Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,29bc-30,31,34; 1Kor. 12:3b- 7,12-13 atau Rm. 8:8-17; Yoh. 14:15-16,23b-26

Perayaan Pentakosta menjadi kesempatan yang istimewa dan berahmat bagi kita karena iman kita akan Yesus. Kita mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan mengalami Yesus sebagai Tuhan dalam kehidupan kita. Pengakuan akan Yesus adalah Tuhan, bukanlah sebuah kesimpulan dari pikiran kita yang didasarkan pada pengetahuan kita akan Yesus, melainkan karena hati dan pikiran kita disentuh dan “dibakar” oleh lidah api Roh Kudus. Iman akan Yesus merupakan karya Roh Kudus yang hadir dan berkarya dalam hidup kita melalui orang-orang yang hidup bersma kita atau yang berada di sekitar kita, melalui peristiwa-peristiwa yang biasa dan berbagai pengalaman hidup yang sederhana. Rasul Paulus menegaskan bahwa “tidak seorang pun dapat mengaku Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus” (1Kor. 12:3b). Roh Kuduslah yang memungkinkan kita untuk menerima Yesus, percaya kepada Yesus dan mengaku Yesus adalah Tuhan.

Kehadiran Roh Kudus bukanlah kehadiran yang pasif, melainkan menggerakkan dan “membakar” hati setiap orang untuk mewartakan Yesus yang adalah Tuhan. Dalam bacaan pertama hari ini dikisahkan bagaimana para rasul menerima pencurahan Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah seperti nyala api dan yang hinggap pada mereka masing-masing. Setelah mereka dipenuhi dengan Roh Kudus, mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamkan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan. Orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa yang sedang berkumpul di Yerusalem bingung dan tercengang karena masing-masing dari mereka mendengar para rasul berbicara dalam bahasa mereka. Padahal mereka tahu bahwa semua yang berbicara itu adalah orang Galilea. Apa yang dibicarakan oleh para rasul setelah mereka menerima pencurahan Roh Kudus? Para rasul berbicara tentang tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (Kis. 2:11). Perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah amat nyata dalam diri Yesus. Petrus dalam khotbah perdana, pada hari Pentakosta, memperkenalkan kepada semua orang yang berkumpul di saat itu bahwa Yesus adalah Juru Selamat dan Mesias yang dijanjikan Allah (Kis. 2:22-36).

Roh Kudus tidak hanya hinggap atas para rasul pada zaman dulu. Roh Kudus yang sama hadir dan berkarya dalam hidup kita juga. Yesus sendiri menjanjikan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh 14:16). Janji Yesus itu terpenuhi tidak hanya pada zaman para rasul, tetapi juga zaman kita, zaman yang akan datang dan selama-lamanya. Roh Kudus dicurahkan kepada setiap orang yang mengasihi Yesus serta yang menuruti segala perintah dan firman-Nya. Peran Roh Kudus pun tetap sama yakni menggerakkan dan memampukan kita untuk mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah melalui diri Yesus demi keselamatan umat manusia. Roh Kudus membantu kita pula untuk mampu melihat, merasakan dan menangkap perbuatan-perbuatan besar yang Allah lakukan dalam hidup kita melalui berbagai pengalaman dan peristiwa yang kita alami serta melalui orang-orang yang kita jumpai dalam perjalanan hidup kita. Perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah dalam hidup kita melalui Yesus itulah yang kita wartakan kepada orang lain.

Kita diutus untuk mewartakan hidup Yesus, ajaran dan karya-Nya. Kita tentu tidak mengetahui secara utuh ajaran Yesus, kita tidak ingat apa yang telah dikatakan Yesus, dan kita tidak tahu apa yang dikehendaki Yesus. Yesus tahu keterbatasan dan kelemahan kita, para murid-Nya dalam mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah melalui diri-Nya sehingga Ia meminta kepada Bapa-Nya untuk mengutus Penghibur, yaitu Roh Kudus. Yesus mengatakan, “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14:26). Roh Kudus yang diutus bapa dalam nama Yesus menolong kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai Gereja, untuk mengingat ajaran Yesus dan menemukan makna dan relevansinya bagi setiap situasi yang baru. Roh Kudus akan selalu menolong kita untuk memahami maksud Injil di tempat dan zaman kita sekarang ini maupun waktu pada masa yang akan datang. Berbagai gerakan spiritual dan sosial yang muncul dan berkembang dalam perjalanan umat Kristiani hingga saat ini menjadi bukti kehadiran dan karya Roh Kudus Gereja. Pembaruan-pembaruan yang terus terjadi dalam Gereja tanpa mengabaikan ajaran Yesus merupakan tanda penyertaan dan karya Roh Kudus sampai selama-lamanya.

Marilah kita bersyukur atas karya Roh Kudus yang membuat kita percaya kepada Yesus dan mengaku Yesus adalah Tuhan. Kita pun tak henti-hentinya mohon rahmat khusus supaya kita mampu mengasihi Yesus dengan menuruti perintah dan ajaran-Nya agar kita layak untuk menerima karunia Roh Kudus serta peka terhadap kehadiran dan karya Roh Kudus dalam hidup kita. Dengan demikian, kita memiliki daya Ilahi untuk menjadi misionaris yang senantiasa setia dan berani mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah melalui Yesus, Tuhan dan Juru Selamat kita.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s