Barnabas Si Anak Penghiburan

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa X, 11 Juni 2019
Peringatan S. Barnabas
Kis. 11:21b-26; 13:1-3; Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5- 6; Mat. 10:7-13

Siapakah Barnabas? Dikatakan di Kitab Suci bahwa Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.

Barnabas yang dahulu bernama Yusuf adalah seorang dari murid-murid Kristus. Dia bukan murid yang berada pada lingkaran pertama, jadi dia tidak mengenal Yesus secara langsung. Dia datang pada masa setelah Yesus wafat dan bangkit, merupakan teman seperjalanan Paulus. Apa yang menarik dari Barnabas? Pertama, seperti dikatakan di atas “Orang baik”: dia menjual ladangnya dan uang hasil penjualannya diletakkan di kaki rasul-rasul (Kis. 4:37). Kedua, dia penuh dengan Roh Kudus dan iman: dialah yang lebih dahulu mengenal Paulus di Yerusalem dan membawanya kepada para rasul (Kis. 9:27). Barnabas lah orang yang meyakinkan para rasul bahwa Paulus atau yang disebut juga Saulus (dahulu penganiaya para pengikut Kristus) sudah bertobat dan berani mengajar dalam nama Yesus.

Hari ini kita merayakan Peringatan Santo Barnabas. Merenungkan kembali “kebaikan dan imannya” yang sesuai dengan apa yang dituliskan Penginjil Matius dalam bacaan hari ini mengenai perintah Yesus: “[…] Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula” (Mat. 10:8). Dengan iman akan Tuhan Yesus, ia tidak merasa bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, ia malah merasa hidup dalam kasih karunia melimpah-limpah dan memutuskan menjual ladangnya lalu meletakkan uangnya di depan kaki rasul-rasul untuk digunakan sebagai milik bersama.

Jika kita bisa melepaskan diri dari “kepemilikan duniawi” dan menyadari penuh akan kodrat diri kita sebagai ciptaan semata, seperti halnya segala sesuatu yang sering kita klaim sebagai milik kita: orang tua, anak, saudara, teman, harta benda, nama besar, posisi, jabatan, talenta; kita telah meniru Barnabas, si Anak Penghiburan. Itu juga berarti kita mengakui secara penuh bahwa Tuhan lah pemilik segala sesuatu yang kita miliki. Dan dapat melepaskan diri dari sikap “posesif” dari keduniawian merupakan bukti iman kita akan penyertaan Tuhan sepanjang hidup kita. Hanya Tuhan yang kita butuhkan. Bersama Tuhan kita hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

Selain meniru Barnabas dalam hal lepas bebas perkara kepemilikan duniawi, hal menonjol kedua yang patut kita tiru adalah tindakannya dalam menyelamatkan, mendukung dan merangkul orang lain sebagai sahabat, “[…] membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus” (Kis. 9:27). Tanpa Barnabas yang membawa dan meyakinkan Paulus di hadapan para rasul, mungkin Paulus saat itu akan hilang dari peredaran dan tidak akan dikenal seperti saat ini sebagai rasul agung.

Mari belajar meniru Barnabas, orang baik yang penuh dengan roh kudus dan iman.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s