Ketika Tuhan Menjadi Penuntun Hidup Kita

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa X, 15 Juni 2019
Peringatan S. Vitus, Modestus dan S. Kresensia
2Kor. 5: 14-21; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mat. 5:33-37

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk,
Salam jumpa lagi di akhir pekan ketiga di bulan Juni ini. Kita diajak kali ini untuk merenungkan pesan Sabda Tuhan yang tetap relevan dari waktu ke waktu yakni perlunya hidup dalam tuntunan Tuhan. Empat hari terakhir ini kita diajak Santo Paulus melalui suratnya yang kedua kepada Jemaat di Korintus untuk merenungkan hal tersebut.

Perlu diketahui bahwa Paulus menulis suratnya itu pada masa yang kurang kondusif karena ada jemaat Korintus yang berupaya menentang dan menyerang ajarannya. Sebab itu Paulus mau menjelaskan alasan mengapa ia mengecam dengan keras perlawanan dan celaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh jemaat Korintus.

Dalam situasi itu, Paulus tetap konsisten dengan tekadnya mau berkarya semata-mata demi kemuliaan Tuhan dan sesama. Di ayat 5:14, Paulus menyampaikan secara terus terang alasan perjuangannya yakni karena kasih Kristus telah menguasai dirinya. Spirit dan cara pandang Kristus yang menjiwai dirinya memampukan dia melihat secara komprehensif maksud dan rencana Allah secara lebih luas, dan tidak mau diseret oleh kepicikan mereka. Dia justru mengajak mereka untuk kembali berdamai dengan Allah: “dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (2 Kor. 5:20).

Paulus, yang sudah merasakan rahmat kasih Allah bagi dirinya, menegaskan bahwa dia melakukan hal-hal itu dengan niat mulia demi pertumbuhan iman dan kasih yang benar kepada Tuhan. Maka dia tidak mau disekap oleh cara pandang mereka yang sempit ala dunia. Dia tidak mau karya misinya ‘digelapkan’ oleh segala ‘black spots’ yang mereka ciptakan untuk ‘menggelapkan’ karya Allah melalui dirinya.

Selanjutnya di bab 8-9, Paulus mengarahkan fokus perhatiannya pada potensi-potensi jemaat yang bisa diberdayakan untuk kehidupan bersama yang lebih baik. Dia secara gentleman menyampaikan sisi-sisi positif dalam diri mereka dan mengajak mereka untuk bekerja sama membangun kerajaan Allah di dunia.

Saudara-Saudari, alangkah indahnya kalau semangat hidup Paulus itu kita jalani juga dalam hidup dan karya pengabdian kita. Karena apa yang dipresentasikan Paulus ini merupakan ciri orang yang betul-betul hidup dan berkarya dalam tuntunan Tuhan: cara pandangnya mempresentasikan cara pandang Allah yang inklusif (menyeluruh) bukan ekslusif. Kejernihan hatinya membuat dia melaksanakan ajaran Yesus di Injil hari ini: bila “Ya” katakan “Ya”, bila “tidak” katakan “tidak” karena selebihnya berasal dari si jahat. Hidup dan karyanya diilhami oleh Roh Allah yang berbelas kasih dan mau memberdayakan orang untuk memberi yang terbaik demi kehidupan bersama bukan sebaliknya.

Mari kira renungkan dan upayakan penghayatannya dalam hidup kita karena kita juga misionaris-misionaris Tuhan yang dipanggil dan diutus mengabdi Tuhan dan sesama melalui tugas dan peran yang dipercayakan kepada kita.

Tuhan setia menyemangati dan memberkati jerih lelah pengabdian kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s