Waktu Hampir Habis!

Pesan Bapa Paus terhadap krisis iklim: Waktu semakin sedikit, tindakan tegas diperlukan
Pada hari Jumat, Paus Fransiskus bertemu dengan peserta yang menghadiri KTT bertema “Dialog Vatikan: Transisi Energi dan Kepedulian terhadap rumah kita bersama”. Dalam komentarnya kepada kelompok, Paus memperingatkan bahwa krisis ekologis, terlebih lagi perubahan iklim “mengancam masa depan umat manusia” dan meminta para pimpinan perusahaan minyak untuk melakukan “transisi energi yang radikal”.

Menanggapi peserta KTT yang melibatkan perusahaan minyak multinasinal, Bapa Paus berbicara mengenai masalah yang ada di hatinya: Kepedulian terhadap rumah kita bersama.

Paus Fransiskus memberitahu mereka yang hadir bahwa tahun kedua dari Dialog di Vatikan diadakan pada “saat yang kritis”. Krisis ekologis saat ini, terutama perubahan iklim, “mengancam masa depan umat manusia”.

Bapa Paus mencatat bahwa perkembangan yang signifikan pada tahun terakhir ini merupakan sebuah rilis dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang memperingatkan bahwa efek pada iklim akan menjadi bencana besar jika ambang batas 1,5ºC yang diuraikan dalam tujuan Perjanjian Paris dilewati.

“Selain itu, laporan ini memperingatkan bahwa hanya satu dekade atau lebih yang tersisa untuk sampai pada penahanan pemanasan global ini. ”

Tindakan diperlukan
Dihadapkan dengan darurat iklim, Bapa Paus menggarisbawahi bahwa “Kita harus mulai mengambil tindakan yang sesuai untuk menghindari perlakuan tindakan tidak adil yang brutal terhadap orang miskin dan generasi masa depan.”

“Akibatnya, adalah orang miskin yang menderita dampak terburuk dari krisis iklim.”

Apa yang dituntut, tegas Paus Fransiskus, adalah keberanian dalam menanggapi “tangisan bumi yang semakin putus asa dan kemalangannya”.

Poin-Poin diskusi
Dalam tanggapannya, Bapa Paus berfokus kepada tiga poin yang telah didiskusikan selama pertemuan, yaitu, transisi yang adil; harga karbon; dan transparansi dalam pelaporan risiko iklim.

Paus Fransiskus menyatakan bahwa transisi yang adil untuk energi yang lebih bersih, yang disebut dalam Mukadimah Perjanjian Paris, jika dikelola dengan baik dapat menghasilkan lapangan pekerjaan baru, mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang terkena dampak perubahan iklim.

Mengenai masalah penetapan harga karbon, Bapa Paus berkata, “ini menjadi penting jika umat manusia ingin menggunakan sumber daya ciptaan secara bijak.”

Berbicara tentang poin ketiga, transparansi dalam pelaporan risiko iklim, Paus Fransiskus berkomentar bahwa, “pelaporan terbuka, transparan, berbasis ilmu pengetahuan, dan standar ditujukan untuk kepentingan bersama semua orang.”

Waktu hampir habis
Kesimpulannya, Bapa Paus memperingatkan bahwa “waktu hampir habis!”

Ia menekankan bahwa “perundingan harus lebih sekedar eksplorasi dari apa yang dapat dilakukan, dan berkonsentrasi pada apa yang perlu dilakukan.”

Paus Fransiskus mengatakan, “Di pertemuan kami tahun lalu, saya menyatakan keprihatinan bahwa ‘peradaban membutuhkan energi, tetapi penggunaan energi tidak boleh menghancurkan peradaban’. Saat ini transisi energi radikal diperlukan untuk menyelamatkan rumah kita bersama.”

Paus melanjutkan dengan mengatakan bahwa, “krisis iklim membutuhkan ‘tindakan tegas kita, di sini dan sekarang’ dan Gereja turut serta berperan.”

Namun, Bapa Paus benar-benar memberikan catatan optimis bahwa “masih ada harapan dan masih ada waktu untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim asalkan ada tindakan cepat dan tegas …”

KTT ini diselenggarakan oleh Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral.

14 Juni 2019
Oleh: Lydia O’Kane
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s