Misionaris: Antara Penabur dan Pemain Peran

Renungan Harian Misioner
Rabu, 19 Juni 2019
Peringatan S. Romualdus
2Kor. 9: 6-11; Mzm. 112:1-2,3-4,9; Mat. 6:1-6,16-18

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner,
Kita telah melewati Masa Khusus Paskah dan kembali ke dalam Masa Biasa. Namun di dalam hal-hal yang biasa, di dalam keseharian kita inilah, iman kita harus menjadi nyata di dalam hidup kita, di dalam kata dan tindakan kita. Bacaan-bacaan hari ini memberi arahan kepada siapapun yang memberikan dirinya untuk tugas pewartaan Injil atau sebagai misionaris. Ada tiga catatan yang perlu kita perhatikan!

1. Pemberian diri yang tulus
Tentang ketulusan di dalam pemberian diri dalam konteks pemberitaan Injil Tuhan kita Yesus Kristus ini, langsung disampaikan sebagai pembuka Bacaan Injil hari ini. Intensi dari pemberian diri seorang misionaris, harus sepenuhnya demi Injil dan Kerajaan Allah, harus bebas dari keinginan pribadi si misionaris itu sendiri.

2. Misionaris Bukan Pemain Peran
Hal yang harus dijauhkan dari seorang misionaris, yang memberikan diri dan hidupnya untuk pewartaan Injil, adalah sikap seperti seorang aktor atau pemain peran di dalam drama atau film atau di dalam pertunjukan theatrikal. Mengapa demikian?

Seorang misionaris adalah seorang pewarta Injil tentang Tuhan kita Yesus Kristus dengan berbagai Karya Agung (Magnalia Dei) yang dikerjakan-Nya bagi hidup dan keselamatan kita manusia. Tindakan pemberian diri Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia, yang menderita sengsara dan bangkit sebagai pemenang atas maut itu, adalah tindakan yang sungguh-sungguh keluar dari jati-diri Allah sendiri. Suatu pemberian diri yang total dan sekali untuk selamanya. Mengacu kepada pemberian diri Allah ini, maka pemberian diri seorang misionaris demi pewartaan Injil Tuhan kita Yesus Kristus, juga harus mengalur keluar dari semangat yang sama, yaitu pemberian diri yang tulus tanpa maksud atau intensi pribadi.

Tindakan theatrikal yang disinggung dalam Matius 6:1-6 dimaksudkan untuk menegaskan bahwa doa, puasa dan sedekah adalah “tindakan iman” dan bukannya “tindakan theatrikal” di mana seseorang hanya bersandiwara atau bermain peran, yang hanya sebatas aksi, yang kemungkinan tidak keluar dari hati yang tulus, karena hanya permainan atau sandiwara saja. Pemberian diri Allah yang selanjutnya diteruskan oleh pemberian diri seorang atau para misionaris demi pewartaan Injil, adalah bukan tindakan berpura-pura layaknya dalam sandiwara, melainkan sebuah tindakan iman, yang menuntut ketulusan dan kesungguhan hati!

3. Misionaris adalah Penabur Firman & Keselamatan dari Allah
Rasul Paulus dalam Surat kepada Jemaat di Korintus, menggambarkan karya pewartaan Injil oleh para misionaris, itu seperti “para penabur benih” di dalam dunia pertanian, (2 Korintus 9:6-11). Poin penting yang kembali muncul adalah bukan banyak atau sedikitya benih yang ditabur, melainkan KERELAAN HATI untuk menabur. Maka, karya pewartaan Injil oleh para misionaris, sekali lagi adalah karya yang menuntut ketulusan hati, dan dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan, tetapi karya yang mengalir dari semangat pemberian diri, mengikuti contoh pemberian diri Allah demi keselamatan manusia, yang telah dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus sendiri. Dan dengan semangat pemberian diri berikut ketulusan yang dituntut oleh Firman Tuhan ini, semoga kita semua yang telah memberikan diri dan hidup bagi pewartaan Injil Tuhan kita Yesus Kristus, mendapatkan kekayaan dan kemurahan yang berasal dari Tuhan (2 Korintus 9 : 10-11). Amin. (rmg)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s