Berdoa dengan Kerendahan Hati

Renungan Harian Misioner
Kamis, 20 Juni 2019
Pesta S. Silverius
2Kor. 11: 1-11; Mzm. 111:1-2,3-4,7-8; Mat 6:7-15

Allah tidak pernah mengharuskan kita menggunakan kata-kata dan frasa yang bertele-tele atau yang dihafalkan. Dia meyakinkan kita bahwa doa adalah anugerah, suatu kesempatan untuk memuji keagungan-Nya, untuk menunjukkan kepercayaan kita atas pemeliharaan-Nya, dan untuk menegaskan jaminan pengampunan dan tuntunan yang diberikan-Nya kepada kita.

Bukan banyaknya kata yang membuat suatu pernyataan itu berarti. Perkataan Yesus yang kita sebut sebagai Doa Bapa Kami adalah salah satu pengajaran Yesus yang terpendek tetapi juga yang paling diingat orang. Doa tersebut memberikan pertolongan dan pemulihan karena mengingatkan kita bahwa Allah adalah Bapa surgawi kita yang berkuasa di bumi, sebagaimana di surga. Dia menyediakan makanan, pengampunan, dan ketabahan bagi kita setiap hari. Dia berhak menerima segala hormat dan kemuliaan. Segala sesuatu yang terdapat pada masa lalu, masa kini, dan masa depan dari hidup kita terjamin dalam perkataan Tuhan yang sanggup menolong dan memulihkan kita.

Ada sebagian orang yang kehilangan figur bapa yang baik dalam hidup mereka. Akan tetapi, kita semua memiliki satu Bapa yang kuat dan selalu hadir serta tidak pernah mengecewakan kita. Yesus mengajar kita untuk berdoa kepada “Bapa yang di sorga”. Dia mengatakan bahwa ketika kita diperhadapkan dengan kebutuhan sehari-hari — makanan, pakaian, tempat tinggal, perlindungan — “Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya”.

Dia meyakinkan kita bahwa Dia mendengar dan memperhatikan setiap doa, baik yang terucap maupun tidak, demikian juga jeritan hati yang menjelma melalui tetesan air mata. Saat kita percaya kepada Allah dan kasih-Nya yang sempurna bagi kita, kita diyakinkan bahwa berdoa dengan kerendahan hati dalam sikap yang berserah dan bergantung kepada-Nya selalu merupakan cara berdoa yang benar.

Sebagai rekan sekerja Allah di atas bumi, kita meyakini bahwa kehendak Allah akan terlaksana sementara di saat yang sama kita sendiri mengabdikan diri dalam pekerjaan apa pun yang kita lakukan. Yesus mengajar kita berdoa, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu”. Kata-kata doa tersebut bukanlah permintaan yang sepele, melainkan tuntutan ilahi. Kita dan Allah mempunyai peran yang berbeda. Peran kita adalah mengikuti jejak Kristus dengan menunaikan pekerjaan dari Kerajaan Surga melalui perbuatan maupun doa kita.

Salah satu wujud kerendahan hati adalah memiliki sikap peduli pada orang yang lemah dan membutuhkan. Mengutip ungkapan Paulus di Kolose 1:24, kita adalah tubuh Kristus di bumi maka mereka yang kita layani juga dilayani oleh Kristus. Ketika kita meneruskan belas kasih kepada orang-orang yang lemah, terluka dan membutuhkan, kita sedang mengulurkan tangan Kristus itu sendiri. Sebagai misionaris kita dipanggil untuk mengikuti jejak Kristus, memberitakan Injil, dan menjadi Pelaku Firman dan Dia akan melengkapi kita dengan kuasa untuk kebutuhan tersebut. (HGR)

(Helen Gunawan Romli – Ketua Komisi Penyebaran & Promosi Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s