Karunia Tubuh dan Darah Tuhan

Renungan Harian Misioner
Minggu, 23 Juni 2019
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
Kej. 14:18-20; Mzm. 110:1,2,3,4; 1Kor. 11:23-26; Luk. 9:11b- 17

Menurut Konsili Chalcedon (451), Tuhan Yesus Kristus adalah sungguh Allah, sungguh manusia. Oleh sebab itu tepatlah kalau kita sekarang pun, merayakan “Tubuh” dan “Darah” Kristus dalam makna senyata-nyatanya; dalam terang iman kepada Yesus, Sang Allah Putera. Cakupannya dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Yang dirayakan adalah Tuhan Yesus Kristus, yang bagi kita memenuhkan manusia, secara manusiawi dan Ilahi.

Yang manusiawi terpapar dari Tradisi Israel sejak Bapa Bangsa yang dijunjung tinggi Israel, dengan merangkum budaya Israel dari leluhur agung Abraham, bahkan dalam kesatuan dengan Imam Agung Melkisedekh. Di situ kelihatan, bahwa sejak dini relasi para Bapa Bangsa dengan Yang Ilahi sudah diimani, bersama dengan Tradisi Universal yang diwakili (Kej. 14:18-20) Imam Mulia Melkisedekh. Ia dirujuk sebagai Pribadi yang amat dekat dengan Allah dan dengan Abraham – manusia. Ajakan utamanya adalah menempatkan keseluruhannya – juga roti dan anggur – dalam arah berbakti kepada Tuhan, bukan sekedar sebagai makanan dan minuman duniawi. Jadi Santapan Surgawi dalam tampilan Duniawi.

Suasana Mzm. 110:1-4 (Antar Bacaan) mau mengangkat Tradisi Mulia (Sion) melampaui keterbatasan ritual. Sebab semua ditempatkan dalam arah kepada pemuliaan Allah. Cakupan keseluruhannya: bukan sekedar kultus melainkan keselamatan Ilahi. Di sini kita ingat ajakan Paus Fransiskus, agar Perayaan Ekaristi jangan terkungkung oleh Kotak Aturan Manusiawi, melainkan benar-benar menjadi Sakramen-Doa.

Untuk memadukan seluruhnya, Paulus dihadirkan untuk mengajak masuk dalam Tradisi Rasuli (1Kor. 11:23-26): Paulus mengingatkan warisan iman mengenai Roti dan Anggur yang menjadi Tubuh dan Darah Tuhan. Bersama Rasul Bangsa-bangsa, kita menyelam ke dalam iman kepada Sang Kristus, yang dalam Sakramen Gerejawi menjadikan roti dan anggur sebagai Tubuh dan Darah Tuhan.

Luk. 9:11b-17 membawa kita masuk dalam Tindakan Mukjizat Tuhan: Perihal Perbanyakan Roti yang disediakan Tuhan Yesus agar semua orang terpenuhkan secara utuh. Dari satu sisi, di sini Sang Guru menunjuk pada materi dan perjumpaan-sosial dalam hal “Bersama-sama makan roti dan Bersama-sama minum anggur”; dari sisi lain dikaruniai benar-benar “Tubuh dan Darah Tuhan”: seluruhnya Demi Keselamatan Manusia. Oleh sebab itu, di sini kita sampai kepada Puncak Sakramen: yakni “Tanda dan Sarana Persatuan Allah dengan Manusia dan karena itu juga mempersatukan manusia satu sama lain secara sedalam-dalamnya”.

“Adoro Te, devote, Latens Deitas = Aku memuja-Mu dengan penuh bakti, ya Keilahian Yang Tersembunyi”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Karunia Tubuh dan Darah Tuhan

  1. Terimakasih

    Pada tanggal Sab, 22 Jun 2019 21:01, Official Website of Karya Kepausan Indonesia menulis:

    > karyakepausanindonesia posted: “Renungan Harian Misioner Minggu, 23 Juni > 2019 HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS Kej. 14:18-20; Mzm. 110:1,2,3,4; > 1Kor. 11:23-26; Luk. 9:11b- 17 Menurut Konsili Chalcedon (451), Tuhan Yesus > Kristus adalah sungguh Allah, sungguh manusia. Oleh sebab itu tepa” >

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s