Sahabat Sang Mempelai

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XII, 24 Juni 2019
HARI RAYA KELAHIRAN S. YOHANES PEMBAPTIS
Yes. 49:1-6; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66,80

Santo Yohanes Pembaptis berbeda dari orang kudus lainnya yang diperingati setiap tanggal kematian mereka. Hari ini 24 Juni, Gereja menetapkan sebagai Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis pada abad pertama di Yerusalem. Dan setiap tgl 29 Agustus, Gereja menetapkan sebagai Perayaan Wajib Kemartiran Santo Yohanes Pembaptis yang dipenggal kepalanya atas perintah Raja Herodes Antipas sekitar th 31M-36M.

Mengapa Santo Yohanes begitu spesial bagi Gereja? Hanya ada tiga orang kudus yang diperingati hari kelahirannya, pertama Yesus setiap 25 Desember; kedua, Maria setiap 8 September (Gereja merayakan Kelahiran Santa Perawan Maria) dan ketiga, Yohanes Pembaptis.

Kelahiran Yohanes merupakan perayaan besar dalam sejarah keselamatan. Ia dikandung oleh seorang perempuan bernama Elisabet yang sudah mati pucuk, tanpa campur tangan Tuhan mustahil hal itu bisa terjadi. Ayahnya, Zakharia juga sudah lanjut usia dan menjadi bisu karena ketidakpercayaannya saat Yohanes dikandung ibunya. Begitu lahir diberi nama Yohanes, maka lepaslah lidah Zakharia dari kebisuan yang mengikatnya. Terlepasnya kekeluan lidah Zakaria, seperti terobeknya tirai bait Allah ketika Kristus wafat di kayu salib.

Yohanes Pembaptis adalah pembatas antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang tuanya merupakan bagian dari PL, namun dalam rahim ibunya dia melonjak kegirangan mewartakan Kristus. Misinya jelas seperti yang disenandungkan dalam kidung Zakaria. “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka… Untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera” (Luk. 1:76-79). Dia diutus Tuhan menjadi nabi yang terakhir, yang mempersiapkan kedatangan Yesus, Sang Mempelai.

Setelah menyepi selama 30 tahun bertapa di padang gurun, Yohanes melaksanakan tugasnya mengikuti Yesus, “menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi” (Yes. 49:6). Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Hingga pada akhir hidupnya, ia dipenjara dan dipenggal karena sabda kenabiannya. Dia seorang pemberani dalam memberantas kejahatan dan dosa.

Bukan hanya kelahiran Yohanes saja yang memiliki keajaiban, mulai proses sejak dalam kandungan, hingga kelahirannya dan pemberian nama yang berbeda dari nama ayahnya. Mari kita sadari dan renungkan kelahiran kita masing-masing. Pemberian nama oleh orang tua, yang sangat mengasihi kita sejak dalam kandungan, telah menjaga, merawat dan membesarkan kita. Mungkin ayah dan ibu kita bertanya-tanya, “Menjadi apakah anak ini nanti?”

Mari kita mencoba mengingat kembali perjalanan hidup kita sejak sedini mungkin. Suka duka, pahit manisnya kehidupan yang sudah kita lewati. Bersyukur bagi anda yang dibaptis sejak bayi karena orang tua sudah menuntun anda kepada jalan terang keselamatan. Bersyukur pula bagi anda dan saya yang diberi kesempatan memilih dan akhirnya dipanggil mengikuti terang Kristus agar beroleh keselamatan hidup kekal.

Menjadi apakah kita saat ini? Semoga kita pun dapat meneladani Yohanes, menjadi sahabat Sang Mempelai. Dalam hidup senantiasa mampu berkata dan bertindak, “Ia (Tuhan) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30).

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Sahabat Sang Mempelai

  1. Terima kasih. Berkah Dalem 🙏

    On Sun, 23 Jun 2019, 21:01 Official Website of Karya Kepausan Indonesia, wrote:

    > karyakepausanindonesia posted: “Renungan Harian Misioner Senin Pekan Biasa > XII, 24 Juni 2019 HARI RAYA KELAHIRAN S. YOHANES PEMBAPTIS Yes. 49:1-6; > Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15; Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66,80 Santo Yohanes > Pembaptis berbeda dari orang kudus lainnya yang diperingati setia” >

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s