Cinta Sampai Titik Terakhir

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XII, 28 Juni 2019
HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
Yeh. 34:11-16; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Rm. 5:5b-11; Luk. 15:3-7

Barangkali berguna untuk menyadari (kembali), bahwa merayakan Pesta “Hati Yesus” mau menggarisbawahi syukur kepada Pusat Pribadi Yesus. Jadi yang ingin kita rayakan adalah Yesus, dengan memusatkan perhatian pada “Pusat Diri-Nya”, bukan pelbagai karunia, yang sangat sering kita bicarakan juga. Dengan kata lain, Pesta ini bersentuhan dengan afeksi terdalam dari iman. Dengan demikian, segi akal budi atau segi aksi mau dibuang,- tetapi pada hari ini, pusat sukacita bukan pada ‘pengetahuan mengenai Yesus atau Tuhan’; bukan pada pelbagai ‘karya besar-Nya atau karya hebat kita’, melainkan pada ‘keakraban dan kedekatan afektif’. Yang menjadi sukacita kita adalah bahwa ‘Allah mau berdekatan dengan kita, Sahabat-Nya; pun kalau kita tidak selalu mengerti Kehendak-Nya atau kadang kita tidak melakukan Kehendak-Nya’. Fokusnya adalah: ‘asal kita mau dicintai-Nya’.

Yeh. 34:11-16: dirujuk untuk mengungkapkan, bagaimana kepercayaan kepada Tuhan menyangkut seluruh aktivitas yang paling manusiawi. Rupanya ingin ditunjukkan, bahwa iman itu bukan hal yang abstrak dan tinggal di angan-angan, tetapi masuk dalam diri manusia nyata. Relasi iman memang bukan teori, melainkan konkret dan teraba maupun terasa pada lubuk hati terdalam. Kasih sayang Allah sampai pada kita, menjamah segi-segi yang paling intim hidup manusia.

Mzm. 23: 1-3a.3b-4.5.6: Mazmur antar-bacaan mengajak orang juga menyadari, bagaimana rahmat Allah mengena pada manusia, sampai pada kebutuhan alamiah. Oleh sebab itu, kesejukan dan lingkungan hidup menjadi arena, tempat kasih Allah melingkupi manusia. Kita diajak untuk melambungkan pujian dengan aneka lambang kegembiraan;juga yang paling kena pada lingkungan alam kita yang paling dalam.

Rm. 5:5b-11: Paulus, yang pernah membenci para Murid Kristus, berbalik merasakan jiwa, yang dipeluk oleh cinta kasih Tuhan Yesus. Ia menyadari, betapa Allah membalas kejahatan dengan cinta mesra. Menjadi Murid Kristus berarti menerima pendamaian lahir batin dari Allah. Kalau menuruti kodrat manusia, mungkin sulit membalas pendosa dan penjahat dengan cinta kasih. Namun di sini Paulus mengajak kita meresapi cinta Tuhan, yang mengasihi pendosa dan tidak dendam kepada kita. Rekonsiliasi Kristus tanpa tepi.

Luk. 15:3-7: Kasih Allah berlimpah-limpah: kalau kita hilang karena dosa dan bertobat, akan dinanti-nantikan sepenuh hati. Cinta-Nya bukan karena kita hebat, tetapi karena Ia mencintai kita.Terlukiskan dengan mesra, bagaimana Tuhan menyambut gembira setiap dari kita, seberapa pun kita tidak pantas dicintai karena kelemahan dan dosa kita. Lihatlah Hati Yesus Yang Mahakudus, yang mencintai kita habis-habisan, sampai titik yang terakhir.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s