Keistimewaan Dua Rasul Besar: Petrus dan Paulus

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XII, 29 Juni 2019
HARI RAYA S. PETRUS DAN S. PAULUS
Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk,
Salam jumpa lagi melalui ‘temu berhikmah’ di akhir pekan terakhir di bulan Juni 2019 ini. Bersamaan dengan Hari Raya Rasul Petrus dan Paulus kita diajak merenungkan pesan berhikmah dari kehidupan yang dipresentasikan kedua Rasul Tuhan ini. Kita mau tahu: APA YANG MEMBUAT MEREKA DARI ORANG BIASA-BIASA MENJADI ORANG-ORANG LUAR BIASA?

Bacaan-bacaan suci hari ini memberikan ‘sedikit’ jawaban atas pertanyaan di atas. Namun jawaban lebih mendalam kita temukan dalam seluruh kisah kehidupan dan buah-buah karya yang mereka presentasikan dalam hidup mereka. Betul bahwa keduanya berasal dari latar belakang kehidupan yang berbeda namun mereka memiliki kesamaan dalam hal-hal berikut:

1. Ada kesediaan dalam diri mereka untuk berproses dalam pertumbuhan iman
Kita tahu siapa kedua orang ini: Petrus seorang yang bertipe mudah terpaut hal-hal yang mengesankan, suka mencoba-coba, mudah mengumbar janji namun mudah menyangkal juga. Namun kerendahan hati, keterbukaan hati dan kesediaan dibentuk dan ditata oleh Tuhan serta diteguhkan oleh aneka peristiwa iman yang disaksikannya sendiri membuat dirinya tertransformasi menjadi pengiman Allah nan kokoh kuat seperti wadas dan selalu siap sedia melaksanakan kehendak Allah. Paulus seorang yang pernah terperangkap dalam sikap superioritas identitas ke-Yahudiannya dan bersikap sok tahu, sok hebat dan disangkanya segala yang dibuatnya demi kebenaran, toh akhirnya harus mengakui kekeliruan arah dan spirit perjuangannnya sejak dia mengalami peristiwa Damsyik. Dia mengakui ternyata Allah lebih tahu melampaui pengetahuan yang dimilikinya, dan jalan kebahagiaan yang dirancang Allah jauh melampaui rancangannya. Makanya dia kemudian mengibaratkan dirinya seperti bejana tanah yang siap dibentuk Tuhan.

2. Ada semangat yang bernyala-nyala dalam diri mereka untuk melanjutkan karya misi Allah di tengah dunia
Karya-karya misi yang mereka lakukan tak kenal lelah selama hidup telah menghantar banyak orang menemukan Tuhan sebagai sumber kehidupan sejati. Dan keduanya pun menempuh akhir hidup mereka seperti Yesus, yakni rela dan berani mengorbankan nyawa demi kebenaran dan demi tetap tegaknya takhta Kerajaan kasih Allah di tengah dunia dunia.

3. Mereka mengabadikan nilai-nilai luhur kehidupan dalam tulisan-tulisan suci
Karya-karya tulis mereka dicantumkan dalam Kitab Suci juga karena berisikan jalan-jalan kebenaran dan kebajikan sejati sebagai pencerahan dan penuntun bagi orang lain sehingga mereka pun bisa menata hidup mereka sesuai rancangan Tuhan yang adalah JALAN, KEBENARAN DAN SUMBER HIDUP SEJATI.

Inilah kurang lebih tiga hal dari keistimewaan lainnya yang bisa ‘ambil’ hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan kita karena sejak pembaptisan kita semua adalah Murid dan Rasul Tuhan seperti Petrus dan Paulus. Maka kita memerlukan juga:
• sikap siap sedia diproses oleh Tuhan dan kehendak-Nya.
• spirit Petrus dan Paulus yang berkobar-kobar untuk meneruskan karya misi kasih Allah melalui hidup dan pengabdian kita.
• Menjadikan hidup kita sebagaimana dikatakan Paus Fransiskus sebagai “living Bible” bagi sesama, di mana orang bisa membaca kebenaran dan kebaikan kasih Allah sehingga mereka terapkan dalam hidup mereka juga.

Tuhan yang memanggil dan mengutus kita pasti memampukan kita dengan berkat-berkat-Nya sehingga kita meneruskan semangat kemuridan dan kerasulan Rasul Petrus dan Paulus dalam hidup kita dan pengabdian kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Teladan Hidup Para Imam: Semoga para imam, karena kesaksian hidup mereka yang sederhana dan rendah hati, dapat melibatkan diri secara aktif dalam aksi solidaritas terhadap mereka yang paling menderita dan miskin. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kegalauan orang Muda: Semoga Gereja semakin bersedia menyediakan sarana dan kegiatan, tempat kaum muda dapat menyibukkan diri dalam kerja dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengelola kegalauan yang mengancam mereka. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendampingi gairah orang muda secara penuh hikmat sehingga mampu memilah dan memilih studi, pekerjaan, maupun kegiatan yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s