Buah Iman Berdimensi Sosial

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XIII, 4 Juli 2019
Peringatan S. Elisabeth dr Portugal
Kej. 22:1-19; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Mat. 9:1-8

Teks bacaan pertama hari ini (Kej. 22:1-19) mengisahkan bagaimana iman (kepercayaan) Abraham diuji oleh Allah. Ujian yang diberikan kepada Abraham sungguh-sungguh sulit dan teramat berat di mana Abraham harus mempersembahkan anaknya yang tunggal dan yang sangat dikasihinya sebagai korban bakaran. Inilah “soal ujian” yang diberikan Allah kepada Abraham: “Ambilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu” (Kej. 22:2). Abraham menaati perintah Allah tanpa protes. Ia tunduk pada kehendak Allah meski sebagai manusia, ia mungkin tidak rela dan tidak tega mengurbankan anaknya yang tunggal dan yang sangat dikasihinya. Abraham tentu tidak tahu bahwa imannya sedang diuji oleh Allah. Yang pasti dan jelas adalah Abraham mendengarkan dan menaati firman Allah. Allah ternyata hanya menguji iman Abraham, apakah Abraham menaati firman Allah atau menolaknya. Abraham lulus ujian iman.

Apa yang dijanjikan dan diberikan Allah kepada Abraham yang telah lulus ujian iman? Tuhan tidak sekedar berjanji, tetapi bahkan bersumpah: “Karena engkau telah berbuat demikian, dan tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mendengarkan firman-Ku” (Kej. 22:16-18).

Iman Abraham yang amat radikal mendatangkan berkat berjangka panjang, bahkan selamanya. Buah iman Abraham tidak hanya dinikmati oleh Abraham sendiri, melainkan telah mendatangkan berkat dan keselamatan yang dinikmati oleh segala bangsa di bumi dan manusia yang hidup pada segala zaman, termasuk kita yang hidup pada zaman ini. Sumpah dan janii Allah kepada Abraham terpenuhi: jumlah keturunan Abraham sangat banyak. Demikian pula janji bahwa melalui keturunan Abraham segala bangsa di bumi mendapat berkat juga terpenuhi melalui Yesus.

Bacaan Injil hari ini (Mat. 9:1-8) mengisahkan salah satu tindakan keselamatan yang dikerjakan Allah melalui Yesus, yakni pengampunan dan penyembuhan. Peristiwa pengampuan dan penyembuhan yang dialami oleh orang lumpuh terjadi karena iman orang-orang yang membawa orang lumpuh kepada Yesus. Dengan demikian kisah ini juga memperlihatkan peranan penting dari orang-orang (komunitas) beriman dalam membawa seseorang pada kesembuhan dan kesejahteraan rohani. Iman para sahabat orang lumpuhlah yang dipandang oleh Tuhan Yesus: “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: Percayalah hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (Mat. 9:2). Orang-orang yang membawa si lumpuh kepada Yesus adalah orang yang beriman. Mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa dan kekuatan cinta untuk menyembuhkan sahabat mereka yang lumpuh.

Iman para sahabat orang lumpuh itulah yang telah menggerakkan hati Yesus untuk mengampuni dan menyembuhkan orang yang lumpuh. Penyembuhan bersifat menyeluruh, yakni penyembuhan jiwa (pengampunan dosa) dan penyembuhan fisik (bangun dan berjalan). Sebagaimana iman Abrahman telah mendatangkan berkat dari Allah untuk segala bangsa di bumi, demikian pula iman orang-orang yang membawa orang lumpuh kepada Yesus telah mendatangkan pengampunan dan penyembuhan dari Yesus bagi orang lumpuh itu.

Kisah iman Abraham dan kisah iman orang-orang yang membawa orang lumpuh kepada Yesus menunjukkan bahwa buah dari iman seseorang akan Allah tidak hanya dinikmati oleh orang tersebut, melainkan dialami dan dinikmati oleh orang-orang lain yang hidup bersama kita, orang hidup di sekitar kita, orang yang kita layani, bahkan orang yang memusuhi dan membenci kita. Iman orang tua bisa mendatangkan berbagai berkat bagi anak-anaknya, iman pimpinan dapat mendatangkan berkat bagi bawahannya, iman pastor paroki bisa mendatangkan berkat bagi umatnya, iman pimpinan komunitas religius dapat mendatangkan berkat bagi para anggotanya, iman seorang guru bisa mendatangkan berkat bagi murid-muridnya, iman tenaga medis bisa mendatangkan rahmat penyembuhan bagi para pasiennya, dan seterusnya.

Oleh karena itu, kita mesti menyadari dan percaya bahwa iman kita kepada Allah melalui Yesus tidak pernah sia-sia, melainkan akan selalu mendatangkan berkat dan keselamatan bagi kita sendiri maupun bagi mereka yang kita bawa kepada Yesus melalui doa-doa kita. Yang dituntut dari kita adalah berusaha untuk senantiasa mendengarkan dan melaksanakan firman Allah sebagaimana Abraham serta senantiasa membawa diri kita dan sesama kita kepada Yesus sebagaimana para sahabat orang lumpuh. Memang, iman adalah urusan pribadi, tetapi buah iman selalu berdimensi sosial.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s