Misionaris Disembuhkan untuk Ikut Menyembuhkan Bersama Yesus

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XIII, 5 Juli 2019
Peringatan S. Antonius Maria Zakaria
Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13

Renungan Harian dari Yung-Fo

Sahabat misioner yang terkasih, Shalom!

Firman Tuhan pada Hari Jumat Pekan XIII Masa Biasa ini mempertemukan kita dengan Abraham, dan dengan Tuhan kita Yesus Kristus dalam kisah panggilan Matius. Abraham sedang mengangkat sumpah salah seorang hambanya yang paling tua, untuk diutus ke negeri asalnya guna mencarikan isteri bagi Ishak anaknya (Kej. 24:1-4). Sementara Yesus tengah meminta Matius untuk mengikuti-Nya. Matius ikut dan kemudian mereka berpesta di rumahnya (Mat. 9:9-10). Dari kedua bacaan ini, kita menemukan sejumlah karakter yang penting bagi seorang misionaris.

1. Taat-setia kepada tugas-perutusannya
Karakter ini kita temui dalam hidup dan pelayanan hamba Abraham yang paling tua itu. Tugas untuk mencarikan seorang isteri bagi Ishak dari perempuan yang berasal dari negeri asal Abraham, tugas itu dikukuhkan dengan sumpah. Dan kita menyaksikan bahwa hamba itu melaksanakan tugasnya dengan ketaatan penuh, hingga ia membawa Ribka menjadi isterinya Ishak. Demikianlah, seorang misionaris haruslah seorang seperti hamba Abraham ini. Ia setia terhadap tugasnya. Seperti hamba ini, yang setia melakukan sumpah yang dia ikrarkan kepada tuannya, begitu hendaknya seorang misionaris setia kepada Allah yang memberikan tugas-perutusan kepadanya untuk dilakukan.

2. Dipulihkan sebelum diberi tugas
Karakter kedua bagi seorang misionaris yang kita temukan dalam Firman Tuhan hari ini ada dalam diri Matius. Dia seorang pemungut cukai, dan karena itu ia digolongkan orang Yahudi sebagai orang berdosa (Mat. 9:9.11).

Klasifikasi yang dibuat oleh orang-orang Farisi terhadap Matius ini sungguh sangat merendahkan martabatnya. Namun di sinilah terletak pesan Tuhan kita Yesus Kristus. Berbeda dengan orang Farisi dan para ahli Taurat, yang memilih menjauhkan diri dari para pemungut cukai, Yesus malah mendekati mereka dan makan bersama mereka. Dengan cara itu, Yesus menghadirkan diri kepada orang-orang itu sebagai Tabib bagi orang-orang sakit. Yesus menghadirkan diri kepada para pendosa itu, untuk membawa mereka kembali kepada Allah. Inilah misi atau tugas-perutusan seorang misionaris: membawa kembali orang-orang yang berdosa kepada Allah!

Agar supaya dapat menjalankan tugas-perutusan ini, yakni membawa para pendosa kembali kepada Allah, kita melihat bahwa pertobatan itu lebih dahulu dikerjakan Yesus bagi Matius, sebelum Matius diutus untuk membawa orang-orang kembali kepada Allah. Pengalaman Matius, dalam makan bersama para pemungut cukai di rumahnya itu, adalah bahwa sebagai seorang misionaris, Matius lebih dahulu dipulihkan dari dosa-dosanya, untuk kemudian diikut-sertakan dalam misi pengampunan dosa, yang ditawarkan kepada orang lain! Misionaris harus orang yang pertama-tama mengalami rahmat pengampunan dan pembebasan dari Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga dia layak untuk mengantar orang lain guna mengalami proses penyelamatan yang sama dari Tuhan kita Yesus Kristus.

Sebagai misionaris, kita perlu memberi diri untuk lebih dahulu dibarui dan diampuni oleh Tuhan kita Yesus Kristus, supaya selanjutnya kita layak untuk ikut dalam misi Tuhan kita Yesus Kristus membawa pengampunan dan pembebasan bagi orang-orang berdosa.

Tuhan Yesus Kristus, Tabib segala Tabib. Sembuhkanlah kami dari dosa-dosa kami, agar supaya seperti Matius, Rasul-Mu, kamipun layak boleh mengantarkan orang-orang lain untuk mengalami pengampunan dan pembebasan dari pada-Mu. Amin. (rmg)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s