Perlunya Menjaga Kualitas Isi dan Tempayan

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XIII, 6 Juli 2019
Peringatan S. Maria Goretti
Kej. 27:1-5,15-29; Mzm. 135:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:14- 17

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk
Salam jumpa lagi di akhir pekan pertama di bulan Juli 2019 ini. Kembali kita diajak merenungkan hikmah kehidupan yang disampaikan Tuhan kepada kita. Patut diakui bahwa ada banyak pesan yang bisa kita dapatkan dari Sabda Tuhan hari ini. Mari kita fokuskan perhatian kita pada ajaran bijak Yesus bagi kita semua yang mendambakan sukses dan kebahagiaan. Ajaran yang dimaksud yakni hubungan erat antara isi dan tempayan atau “anggur dan wadah yang menampung anggur itu” sebagaimana dipresentasikan dalam Injil hari ini. Ajaran Tuhan ini kelihatan sederhana dan biasa-biasa namun bila kita renungkan kebenarannya dalam sejarah kehidupan manusia, ajaran Yesus ini senantiasa relevan dari waktu ke waktu termasuk dalam kehidupan kita. Dua contoh ditampilkan bagi kita dalam konteks kedua bacaan suci hari ini guna mengajak kita merenungkan ajaran Tuhan ini dalam hidup kita.

Pertama, dalam konteks Injil hari ini di mana termuat jelas di sana bahwa Yesus menyampaikan ajaran bijak ini saat para murid Yohanes Pembaptis menanyakan alasan mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa. Maka Yesus memberikan jawaban-Nya secara simbolis namun jelas pesannya melalui perumpamaan tersebut. Pesannya yakni kehadiran Tuhan yang membawa anggur sukacita dan kebahagiaan perlu diterima dan ditempatkan dalam kantong hidup kita yang penuh sukacita juga. Tawaran anggur kasih Allah mesti ditanggapi dengan respon positif antuasias dari pihak kita juga.

Bila hal itu tidak terjadi maka anggur kasih dan berkat Tuhan akan menjadi sia-sia karena tidak adanya respons dari pihak kita. Ibarat para pemusik meniup seruling tapi tidak ada yang menarik. Dengan demikian bukan Tuhan yang tidak menghadirkan kasih dan sukacita-Nya dalam hidup melainkan kitalah yang tidak menghadirkan sukacita Tuhan dalam hidup kita.

Di sini kita membutuhkan puasa untuk menata kembali hidup sesuai jalan Tuhan sehingga kita mampu melihat kehadiran dan keberadaan anggur Kasih sukacita Tuhan dalam hidup kita dan bersedia menempatkannya dalam kantong kehidupan kita.

Kebenaran ajaran Yesus ini juga bisa kita temukan dalam kisah Esau dan Yakub sebagaimana ditampilkan dalam bacaan pertama hari ini. Dalam kisah ini, kita melihat bahwa dambaan Yakub mendapatkan ‘anggur’ berkat sukacita dan bahagia sejati dari Tuhan bagi dirinya ternyata tidak dibarengi dengan ‘kantung anggur’ jalan yang halal. Yakub justru berkolaborasi dengan ibunya Ribka menempuh ‘kantong’ jalan duniawi terdorong oleh egoisme dan kerakusan guna mendapatkan ‘anggur’ berkat Tuhan. Namun bagaimana pun juga, tujuan tidak bisa menghalalkan cara apalagi hal-hal yang sifatnya berkaitan langsung dengan Tuhan.

Di sini kita perlu belajar bahwa visi misi luhur perlu diaplikasikan melalui cara yang halal dan luhur pula. Impian dan niat baik untuk sukses dan bahagia perlu didapatkan melalui jalan-jalan halal. Ketika hal itu tidak terjadi maka di situlah manusia perlu melakukan puasa pertobatan dan pembaruan jalan hidup demi menata hidup sesuai jalan kehendak dan kuasa penyelenggaraan Tuhan.

Semoga kita terus mengupayakan kantong-kantung anggur yang layak dalam diri dan hidup kita melalui jalan hidup dan antusiasme kita pada hal-hal luhur dan mulia sehingga kita bisa ‘menampung’ anggur kasih Allah yang berkualitas, dan pada waktunya bisa menjadi berkat bagi sesama pula. Tuhan pasti memberkati kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

One thought on “Perlunya Menjaga Kualitas Isi dan Tempayan

  1. Shalom…Thank you father John for the daily reflection….”The voice is Jacob’s voice but the arms are the arms of Esau”…If we want to get the soul’s blessing we should put our new wine in fresh skins (our new mindset) and so both are preserved….
    Have a great day father…
    God bless u….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s