Iman yang Mentransformasikan Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XIV, 8 Juli 2019
Peringatan S. Adrianus III, S. Prokopius
Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18- 26

Kita sering mendengar orang-orang berkata, Allah akan melindungimu, Allah akan menyembuhkan sakit penyakitmu, Allah akan mengangkat penderitaanmu, dan seribu kalimat yang menunjukkan keperkasaan Allah yang Maha segalanya. Bahkan kita sendiri pun tidak jarang berkata demikian, entah keluar dari hati yang sungguh-sungguh mengakui ke-Maha-an Allah atau justru untuk menutupi kegamangan batin akibat kepahitan hidup yang kita alami. Apapun alasannya kita masih melihat di sana sini banyak penyakit, banyak penderitaan dan kesedihan, banyak orang terpuruk dalam kedosaan, seakan menjadi bukti sebaliknya dari keperkasaan Allah. Iblis seakan sedang menertawakan kita dengan mempertontonkan semuanya ini. Ada saja manusia yang lemah imannya kemudian berbalik meninggalkan Allah, mengumpat Allah, meragukan ke-Maha-an Allah.

Adakah yang salah dengan Allah? Allah telah menciptakan dunia dan segala isinya dan mengatakannya sungguh amat baik (lih. Kej. 1:31). Allah tidak menciptakan robot yang patuh pada perintah pemiliknya. Manusia pertama Adam, lebih menuruti bujukan Hawa istrinya, atau iblis tepatnya, sehingga mereka jatuh dalam dosa. Adam sendiri bersembunyi dari hadirat Allah. Akibat dosa, manusia menjauh dari Allah meski Allah tidak pernah menjauh dari manusia. Allah tetap setia pada janji-janji-Nya untuk menyertai, melindungi, mengangkat manusia dari penderitaan dan membawa kembali atau menyelamatkannya (lih. Kej. 28:15).

Lalu mengapa masih ada penderitaan seolah-olah Tuhan tidak menepati janji-Nya? Sekali-kali, tidak! Tuhan sangat setia dengan janji-janji-Nya. Allah telah menepati janji-Nya menjadikan Abraham sebagai Bapa dari bangsa yang besar dengan memberikan keturunan yang banyaknya seperti bintang-bintang di langit (lih. Kej. 15:5). Allah menyertai bangsa Yahudi keluar dari perbudakan Mesir sampai masuk ke tanah yang dijanjikan (lih. Kel. 14). Masih banyak kesetiaan Allah akan janji-janji-Nya sepanjang sejarah bangsa Israel yang dicatat di Alkitab. Akhirnya Allah menurunkan Putera-Nya sendiri untuk menyelamatkan manusia.

Kalau kita mau jeli melihat semua penggenapan janji Tuhan itu, ternyata terkandung sebuah syarat yaitu ketika bangsa Yahudi mengikuti perintah Allah. Pemazmur menuliskannya, ketika hati kita melekat pada Tuhan (lih. Mzm. 91:14). Dan Tuhan Yesus sendiri pun mengatakan, imanmu telah menyelamatkan engkau (lih. Mat. 9:22). Di sini jelas sekali keterkaitan antara hati yang melekat dengan iman. Bisakah kita beriman tanpa melekatnya hati kepada yang diimani yaitu Tuhan sendiri? Kalau iman disamakan dengan percaya maka beriman adalah meletakkan kepercayaan kita kepada Tuhan. Beriman dapat terwujud kalau hati kita tertuju kepada yang diimani atau hati kita melekat kepada Tuhan.

Jadi janganlah terburu-buru berkata Tuhan tidak sanggup mengangkat penderitaanku. Tuhan tidak setia dan adil kepadaku. Tetapi periksalah diri sendiri, apakah hati saya sudah tertuju kepada Tuhan? Apakah saya berserah kepada-Nya? Saya percaya kalau hati kita sudah berserah dan melekat kepada-Nya, masalah apapun dalam hidup ini dapat dihadapi dengan sukacita. Penderitaan bukan lagi menjadi penderitaan tetapi menjadi ujian yang memang harus saya jalani. Itulah keselamatan karena iman seperti yang dikatakan Tuhan Yesus. Marilah kita beriman kepada-Nya maka Tuhan akan menggenapi janji-janji-Nya kepada kita. Terpujilah Tuhan.

(Albertus Karel Wunardi – Fasilitator Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s