Perjumpaan dengan Kristus Membarui Hidup

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XIV, 9 Juli 2019
Peringatan S. Gregorius Grassi, S. Agustinus Zhao Rong
Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38

Yakub berjumpa dengan seorang laki-laki dan bergulat dengannya sampai fajar menyingsing. Sejak kejadian itu namanya diganti, dari Yakub menjadi Israel, karena ia sudah bergumul melawan Allah dan manusia, dan ia memenangkannya (Kej. 32: 24-28). Dalam Kitab Suci, selain Yakub kita juga menemukan nama Abram yang diganti oleh Allah menjadi Abraham. Mengapa nama mereka diganti?

Nama menunjuk pada identitas atau pribadi seseorang. Dengan menyebutkan nama kita, orang akan segera mengenali siapa kita, latar belakang kita, keluarga kita, bahkan kehidupan kita. Jika kita mengganti nama, tentunya bertujuan untuk memulai ‘sesuatu’ yang baru dan lebih baik. Meninggalkan identitas lama dan menggantinya dengan yang baru, adalah sebuah keputusan untuk menjalani kehidupan baru, baik secara umum di masyarakat, maupun secara khusus dalam Kristus. Dalam kehidupan Katolik, wujud nyata perubahan identitas itu ditunjukkan dengan memiliki nama baptis ketika kita bergabung menjadi Anak Allah. Sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat, dua orang yang menikah dan membentuk satu keluarga baru, akan memutuskan untuk memakai satu nama keluarga yang baru juga. Keputusan untuk meninggalkan identitas lama, tentunya harus berdasarkan pada niat untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik daripada kehidupan lama kita.

Seperti Yakub, pada malam hari ketika ia berjumpa dengan Allah, ia sedang dalam perjalanannya untuk melakukan rekonsiliasi dan membangun relasi kembali dengan Esau; kiranya Allah melihat, menguji dan memeriksa niat yang baik dan benar yang ada di dalam hati Yakub, tidak ada niat jahat pada dirinya sehingga Allah memuaskan Yakub dan memberinya keselamatan. Yakub boleh memandang Allah dalam kebenaran, suatu hal yang dalam tradisi kuno dipercaya membawa kematian (bdk. Mzm. 17:2-3, 15).

Peristiwa yang dialami Yakub sepanjang malam sampai fajar menyingsing di pagi hari, juga menggambarkan suatu kehidupan dalam kegelapan yang berubah ketika terang itu datang. Seperti halnya mereka yang hidup dalam kegelapan (digambarkan sebagai orang bisu dan kerasukan setan) telah diselamatkan oleh sang Terang yang datang melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Mereka disembuhkan dan mengalami kehidupan baru karena belas kasihan Yesus kepada mereka (Mat. 9:32-26).

Satu hal yang kita pelajari hari ini adalah, setiap pergumulan hidup yang dijalani bersama Allah, akan membawa kita kepada perjumpaan dengan Kristus yang akan mengubah hidup yang melelahkan menjadi hidup yang penuh sukacita di dalam keselamatan perlindungan-Nya. Hidup baru di dalam Kristus inilah yang harus dijadikan sebuah kesaksian dan kita wartakan kepada sesama kita yang merindukan sentuhan belas kasih Allah. Merekalah tuaian yang dikatakan Tuhan dan kitalah yang dipanggil menjadi pekerja-pekerja di ladang sang empunya tuaian itu. Kita dipanggil untuk menjadi pekerja yang menghadirkan Kristus di dalam kehidupan mereka sehingga semakin banyak orang berjumpa dengan Kristus dan hidupnya dibarui.

Ingatlah, bahwa kita semua telah diberi-Nya nama baru sebagai anak-anak-Nya; menghadirkan Kristus dalam kehidupan sesama adalah pekerjaan kita yang baru di dalam Kristus, dan sukacita kita adalah karena nama kita terdaftar di surga kelak bersama dengan-Nya. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s