Yusuf Sosok Pengubah Kesulitan Menjadi Berkat

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XIV, 13 Juli 2019
Peringatan S. Henrikus
Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk,
Salam jumpa lagi melalui pertemuan berhikmah di akhir pekan pada minggu kedua Juli 2019 ini. Kembali kita diajak merenungkan satu pesan manjur dari Yesus, Guru kita tentang konsekuensi mengikuti jalan hidup-Nya. Pesan Tuhan itu disampaikan saat Dia memanggil dan mengutus murid-murid-Nya. Yesus realistis bahwa tugas perutusan kepada murid-murid-Nya tidak akan berjalan mulus-mulus saja karena mereka diutus ke dunia yang kadang searah dengan jalan Tuhan namun juga kadang bertentangan dengan jalan Tuhan.

Dalam konteks inilah Yesus mewanti-wanti para murid-Nya berbasis data pengalaman-Nya sendiri bahwa mereka akan menghadapi tantangan dan kesulitan karena kebenaran yang mereka wartakan. Dunia akan memperlakukan mereka sesuai mindset dan karakternya. Sebab itu Yesus memberikan tips bagi mereka, yang mana dihayati oleh-Nya sendiri, yakni sikap iman yang tetap teguh setia akan penyertaan, perlindungan dan penyeleggaraan Tuhan. “Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”

Kalau kita menghubungkan nasihat Yesus itu dalam sketsa yang lebih luas, kita akan menemukan bahwa amanat Yesus itu bukan hanya bagi kedua belas murid yang diutus-Nya. Amanat itu berlaku bagi setiap utusan Tuhan dan orang yang hidup dalam tuntunan kehendak Allah. Kebenaran ini terjadi juga dalam kehidupan Yusuf, anak Yakub yang dijual oleh saudara-saudaranya kepada orang-orang Mesir karena terbakar oleh rasa iri hati dan cemburu terhadap saudara mereka itu. Namun tindakan jahat saudara-saudaranya itu justru menjadi ‘blessing in disguise’ (berkat terselubung) bagi Yusuf di balik kejahatan saudara-saudaranya pada dirinya itu, karena Yusuf ternyata dipakai Tuhan mendatang berkat bagi kerajaan Mesir dan juga bagi kaum Israel.

Mengapa Yusuf bisa demikian? Dari kisah di kitab Kejadian yang kita renungkan sepanjang minggu ini memberitahu kita beberapa alasan mengapa Yusuf bisa mengubah kesulitan menjadi berkat bagi dirinya, keluarganya dan bangsa Mesir:

Pertama, dia yakin Tuhan, Sang Pelindung Kehidupan dan Kebenaran tidak pernah menutup mata terhadap situasi hidup yang dia alami apalagi terhadap tindakan jahat saudara-saudaranya pada dirinya. Keterbukaan hatinya pada Tuhan membuat dia mampu melihat jalan Tuhan di tengah situasi sulit yang dia hadapi. Dan sikap imannya yang selalu melibatkan Tuhan ternyata mendatangkan berkat bagi banyak orang.

Kedua, Yusuf berupaya mentransformasi bakat, kemampuan dan talenta yang Tuhan berikan dalam dirinya sehingga berguna bagi Firaun dan rakyat Mesir. Di Kejadian bab 37-50 kita temukan sosok Yusuf yang selalu berupaya melakukan hal-hal baik dan luhur di mana saja dia berada. Presentasi bobot hidup dan karya inilah yang membuat Firaun makin memercayai Yusuf dalam kerajaannya sekalipun dia adalah seorang asing.

Ketiga, karakter luhur dalam dirinya. Yusuf memiliki suatu karakter luar biasa dalam dirinya di mana dia tipe orang yang realistis dengan kenyataan hidup bahwa dalam hidup pasti ada malang-untungnya, ada susah-senangnya. Dan dia menghadapi semuanya dengan sikap tenang dan bijak serta tetap fokus pada hal-hal baik dan luhur serta sejati sifatnya. Dan satu karakter luhur dalam dirinya yakni tidak suka membalas kejahatan dengan kejahatan. Dia sebaliknya menampilkan sikap belas kasih dan mau berbuat baik kepada mereka. Ketika saudara-saudaranya cemas bahwa Yusuf akan membalas kejahatan yang mereka lakukan pada dirinya, Yusuf justru menunjukan karakter luhur dirinya: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga” (Kej. 50:19-21).

Keluhuran hidup Yusuf dan pesan Tuhan hari ini memberikan beberapa poin pegangan bagi kita para misionaris Tuhan masa kini:

  • Perlunya sikap mengarahkan dan menjalani hidup dalam perspektif rencana dan kehendak Tuhan sehingga kita tidak mudah digiring oleh kepentingan dunia.
  • Perlunya keyakinan iman seperti Yusuf akan peryertaan, perlindungan dan penyelenggaraan Tuhan dalam situasi susah-senang yang kita alami dalam hidup.
  • Pentingnya memiliki karakter luhur, positif dan konstruktif seperti Yusuf serta kesetiaan tetap fokus pada hal-hal luhur dan sejati sekalipun di situasi sulit.
  • Berupaya mentransformasi bakat dan kemampuan serta vision yang dimiliki sehingga mendatangkan berkat bagi sesama karena daya bicara karya nyata dan buahnya jauh lebih meyakinkan dari bualan impian dalam benak dan kata.

Yakinlah berkat Tuhan kepada Yusuf pasti dianugerahkan kepada saudara-saudari juga karena keluhuran hidup seperti Yusuf yang dipresentasikan dalam pengabdian saudara-saudara sebagai misionaris-misionaris Tuhan zaman now sehingga mendatangkan berkat bagi sesama.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s