Menjadi Saksi Injil yang Hidup

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XV, 16 Juli 2019
Peringatan SP. Maria dr Gunung Karmel
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20- 24

Sabda Yesus hari ini sungguh keras. Ia mengecam kota-kota yang tidak bertobat, yaitu: Khorazim, Betsaida dan Kapernaum dengan kata celakalah. Dalam perikop ini, Yesus Kristus mau memperlihatkan kepada kita sebuah ketegaran hati yang dapat membawa celaka. Sebenarnya apa yang sebelumnya telah dialami Khorazim dan Betsaida harusnya bisa menjadi rahmat tersendiri bagi mereka karena mereka telah banyak menerima perbuatan Tuhan berupa mukjizat-mukjizat. Mukjizat-mukjizat yang telah mereka terima tersebut bahkan dikatakan dapat menyelamatkan Tirus, Sidon dan juga Sodom yang disebut dalam Perjanjian Lama sebagai kota-kota yang jahat (Yes. 23, Yeh. 26-28, Amos. 1:9-10, Yoel. 3:4-8). Sebab Yesus berkata, “Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung” (Mat. 11:21).

Yesus kemudian memperingatkan lebih keras lagi tentang hari penghakiman, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu” (Mat. 11:24). Dari semua ini, apakah dapat disimpulkan bahwa Allah telah marah dan memberikan hukuman kepada mereka yang tidak mau bertobat? Saya tidak akan membawa kita hanya melihat dari sisi penghakiman ini sebab Allah juga pernah berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati” (Rom. 9:15). Kita semua percaya, rencana-Nya adalah yang terbaik. Sebab, dari semula Allah tentu sudah lebih tahu sikap dan isi hati dari kebanyakan orang yang berada di tiga kota tersebut, namun Ia masih juga mau memberikan mukjizat-Nya.

Saya ingin mengajak kita untuk melihat dosa terbesar yang telah dilakukan oleh Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Pertama, melupakan tanggung jawab dari rahmat yang telah diberikan kepada mereka. Tentu kecaman ini juga berlaku secara umum. Ada 3 murid Yesus yang berasal dari Betsaida dan Yesus sendiri pun berasal dari Nazaret, yang berada di daerah Kapernaum. Orang-orang di kota tersebut sudah menerima banyak hal namun tetap cuek dan acuh tak acuh. Di dalam kehidupan kita sehari-hari, hal seperti ini bisa kita temukan juga, misalnya ketika seorang manajer diberikan kepercayaan oleh pimpinannya untuk mengelola perusahaan dan mencapai suatu target tertentu. Target tersebut kemudian tidak tercapai, bukan karena masalah teknis, melainkan dikarenakan manajer tersebut lupa akan tanggung jawabnya dan hanya sibuk mementingkan urusan pribadinya saja. Maka yang mungkin terjadi kemudian adalah ia mendapatkan teguran keras bahkan berisiko dipecat dari jabatannya.

Kedua, lupa untuk bersyukur dan tidak hidup dalam rasa syukur yang besar atas karunia Tuhan yang telah mereka terima. Rahmat Allah yang berlimpah-limpah dalam diri kita tidak akan pernah bekerja dan penuh daya, jika kita “tidak melakukan apa-apa” dan hanya berdiam diri saja. Seharusnya apa yang telah mereka terima berupa mukjizat-mukjizat yang luar biasa dari Tuhan memampukan mereka untuk menjadi saksi Injil yang hidup di tengah-tengah banyak orang. Dalam kehidupan kita sendiri, apa yang telah kita terima berupa nafas kehidupan, kesehatan, kekayaan, waktu luang, kesempatan perjumpaan dengan keluarga, sahabat dan lain-lain adalah mukjizat nyata sehari-hari. Mukjizat-mukjizat ini akan berdaya guna dan penuh rahmat hanya jika kita juga mau membagikannya melalui kesaksian hidup kita sehari-hari dengan melayani sesama, bisa dimulai dari keluarga kita masing-masing. Jangan berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Jangan sampai hanya celaka yang menimpa kita. Kita semua dipanggil untuk membagikan mukjizat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kita adalah saksi-Nya, kita adalah alat di tangan-Nya.

(RD. Hendrik Palimbo – Pastor Paroki Deri-Toraja, KAMS)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

 Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s