Diutus Menjadi Misionaris yang Taat dan Murah Hati

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XV, 18 Juli 2019
Peringatan S. Frederik dr Utrecht, S. Simforosa
Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30

Allah mengutus Musa untuk membawa umat-Nya, orang Israel, keluar dari tanah Mesir. Meskipun ada keraguan pada Musa, namun ia percaya kepada janji Allah dan mematuhi perintah-Nya. Allah berfirman: “Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya” (Kel. 3:17).

Beban kuk Musa tidaklah ringan, pertama harus meyakinkan bangsanya sendiri agar mau diajak keluar dari Mesir menuju tanah terjanji yang ia sendiri belum tahu di mana letaknya. Kedua, harus berhadapan dengan raja Mesir yang tidak mungkin membiarkan mereka pergi begitu saja. Tapi Tuhan menyertai Musa. Berhadapan dengan raja Mesir, Tuhan berjanji, “Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi” (Kel.3:20).

Dalam Injil hari ini, Yesus mengundang kita semua yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Yesus meminta kita untuk mau memikul kuk dan belajar pada-Nya. Dia akan memberi kelegaan dan ketenangan. Dengan berserah diri sepenuhnya kepada Dia, maka segala beban persoalan, masalah hidup, kekecewaan, kegagalan, dan begitu banyak hal yang tidak dapat kita mengerti dalam hidup ini menjadi lebih ringan. Jangan menanggung beban sendirian. Belajarlah untuk percaya kepada Tuhan.

Berbekal iman percaya kepada-Nya, dan membiarkan Roh Kudus menuntun langkah kita melewati jalan terjal dan berbatu, maka tangan Tuhan pasti akan menolong. Seperti janji Allah kepada Musa saat menghadapi raja Mesir, Yesus pun berjanji kepada kita, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat.11:28).

Bunda Maria adalah teladan dalam hal penyerahan diri dan iman pada Tuhan. Malaikat Gabriel datang kepada Maria, menyampaikan pesan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan diberi nama Yesus. Sebagai seorang dara yang masih muda belia, belum bersuami tetapi dikatakan kepadanya ia akan mengandung dan melahirkan, jika tanpa iman percaya kepada Tuhan, mustahil Maria dapat berkata, Ecce ancilla Domini, fiat mihi secundum verbum Tuum (Luk.1:38).

Maria menyerahkan ketidaktahuannya, kecemasannya, masa depan dan seluruh kehidupannya hanya kepada Tuhan. Dalam seluruh perjalanan perutusannya sebagai Bunda Tuhan, mulai dari saat mengandung, melahirkan, membesarkan Yesus hingga menemani Yesus wafat di kayu salib, ada begitu banyak hal yang tidak dipahaminya. Namun, sebagai hamba dan utusan Tuhan, Bunda Maria tetap setia dan taat sampai pada akhirnya boleh menikmati kemuliaan bersama Yesus Putera-Nya.

Di saat kita menghadapi beban persoalan hidup yang berat, masihkah kita mampu untuk tetap percaya, setia dan taat kepada Tuhan? Masihkah kita mampu menjadi utusan-Nya, mengemban tugas mewartakan kabar sukacita dengan taat dan murah hati sebagaimana teladan Yesus dan Maria?

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

 Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s