Meneladani Sikap Tuhan dalam Menghadapi Situasi Hidup

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XV, 20 Juli 2019
Peringatan S. Apolinaris
Kel. 12:37- 42; Mzm. 136:1,23-24,10-12,13-15; Mat. 12:14-21

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk,
Salam jumpa lagi di akhir pekan ketiga bulan Juli ini dalam temu berhikmah di hadirat Sabda Allah. Ketika merenungkan hikmah biblis Sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sebuah video yang beberapa hari lalu diviralkan di berbagai WA grup. Video itu mengisahkan tentang pertemuan dua ibu yang sudah lama tidak bertemu. Keduanya saling menanyakan keadaan hidup anak-anak mereka. Ibu Martha bercerita dengan bangga, bahkan terkesan agak angkuh tentang kesuksesan putranya dalam studi dan bisnis serta properti yang dimilikinya. Namun saat mereka asyik bercengkerama, putranya yang sudah lama menunggu ibunya di mobil, tiba-tiba muncul. Ia menunjukkan sikap marah terhadap sikap berlama-lama ibunya yang masih asyik berbincang dengan temannya itu. Bahkan putranya sempat mengungkapkan dengan kasar bahwa pembicaraan ibunya dan temannya itu hanya membuang-buang waktu.

Sebelum hal itu terjadi, ibu Keyth mengisahkan bahwa putranya tidak bisa studi karena sakit yang dialaminya ‘menyedot’ banyak biaya. Ibu Keyth juga menyampaikan bahwa putranya tidak berbisnis juga bukan karena dia tidak bisa tetapi dia lebih memilih berkarya di bidang sosial kemasyarakatan demi kebahagiaan banyak orang. Di sela-sela kisahnya, putra ibu Keyth datang dan dengan ramah menyalami mereka. Ia sebenarnya hanya mau menyampaikan bahwa ia akan menunggu ibunya di mobil karena ia sangat memahami arti pertemuan ibunya dan teman kelasnya yang sudah lama tidak bertemu. Sikap ramah putra ibu Keyth tentu makin menjadi pukulan berat bagi ibu Martha yang sebelumnya begitu memuji-muji putranya padahal sikapnya tidak seperti yang dia ceritakan kepada ibu Keyth.

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk,
Video ini menghantar kita merenungkan bedanya kesetiaan kasih Tuhan dan kasih manusia. Kasih dan komitmen manusia pada Tuhan dan sesamanya tak bisa dipastikan karena sangat bergantung pada orangnya, karakternya dan situasinya, sedangkan kasih Tuhan kekal selamanya. Hal ini bisa kita temukan dalam Injil hari ini yang menampilkan dua kelompok orang yakni yang menerima dan menolak Yesus.

Menariknya Tuhan tetap menunjukkan karakter diri-Nya sebagai Allah yang bijaksana, penuh belas kasih dan perhatian kepada semua orang. Terhadap kelompok orang yang menolak dan mau membunuh Dia, Tuhan tetap menunjukkan kesabaran dan sikap bijaknya menghindarkan diri dari mereka. Tentu saja Tuhan melakukan hal itu bukan karena takut atau ‘pengecut’ tetapi Tuhan lebih memilih jalan bijak dan damai serta mau memberi mereka kesempatan kepada mereka sehingga mampu menemukan jalan kebenaran sejati bukan kebenaran dari konteks mereka. Sebaliknya kepada kelompok yang menerima Dia, Yesus menunjukan sikap belas kasih-Nya dengan menolong mereka dalam segala kesulitan yang mereka alami.

Singkatnya, Tuhan menghadapi situasi tantangan dan peluang dengan penuh kebijaksanaan. Inilah karakter Allah kita yang setia pada janji-Nya untuk menjaga, memilihara serta menuntun setiap anak-Nya kepada jalan kebenaran dan kehidupan kekal. Kisah pembebasan bangsa Israel dalam bacaan pertama turut membuktikan kesetiaan Tuhan pada janji-Nya.

Mari kita mencontohi sikap Tuhan dalam keseharian hidup kita sebagai pengikut dan misionaris Tuhan. Kita mau bersikap seperti Tuhan yang menghadapi tantangan dan kesulitan serta penolakan dengan sikap sabar dan bijak sesuai tuntunan jalan Tuhan. Kita pun mau terus berupaya melayani Tuhan dan sesama dengan tekun-setia melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita. Yakinlah selalu akan kasih setia Tuhan yang selalu melindungi dan memberkati kita semua. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

 Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s