Seruan Kemanusiaan Bapa Paus untuk Presiden Assad

Kardinal Parolin: “Paus atas nama penduduk Suriah meminta Assad inisiatif nyata”
Peperangan dan pengeboman terhadap warga sipil yang tak berdaya terus terjadi di Suriah. Dengan dihancurkan atau ditutupnya puluhan fasilitas kesehatan di Provinsi Idlib, Paus Fransiskus meminta Kardinal Turkson untuk mengirim surat kepada Presiden Suriah.

Perlindungan bagi kehidupan warga sipil, mengakhiri bencana kemanusiaan di Provinsi Idlib, inisiatif konkret untuk pengembalian yang aman bagi para pengungsi, pelepasan tahanan dan akses bagi keluarga untuk mendapatkan informasi mengenai orang yang mereka cintai, dan kondisi manusiawi bagi tahanan politik. Semua hal ini dan seruan yang dibarui agar dimulainya kembali dialog dan negosiasi dengan keterlibatan masyarakat internasional.

Semua ini adalah keprihatinan dan permintaan konkret yang terkandung dalam surat yang ditujukan Paus Fransiskus kepada Presiden Suriah Bashar Hafez al-Assad. Surat Paus, tertanggal 28 Juni 2019, dikirimkan hanya beberapa jam yang lalu oleh Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, Prefek Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral.

Kardinal, membawa surat resmi yang ditulis dalam bahasa Inggris, didampingi oleh Pastor Nicola Riccardi, O.F.M., Wakil Sekretaris Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral, dan Kardinal Mario Zenari, Nuncio Apostolik ke Suriah.

Sekretaris Kardinal Negara Pietro Parolin, kolaborator utama Paus, berbicara kepada Vatikan News tentang isi dan tujuan surat itu.

T: Yang Mulia, mengapa Bapa Paus memutuskan untuk menulis surat kepada Presiden Assad?

Kardinal Parolin: “Inti dari inisiatif baru ini adalah keprihatinan Paus Fransiskus dan Takhta Suci terhadap situasi kemanusiaan darurat di Suriah, khususnya di Provinsi Idlib. Lebih dari 3 juta orang tinggal di daerah itu, di mana 1,3 juta orang terlantar secara internal, disudutkan oleh konflik panjang di Suriah untuk mencari perlindungan di daerah itu, yang tahun lalu telah dinyatakan didemiliterisasi. Serangan militer baru-baru ini telah memperburuk kondisi hidup yang sudah ekstrem yang harus mereka tanggung di kamp-kamp, memaksa banyak dari mereka untuk melarikan diri. Paus mengikuti perkembangan berita dengan khawatir dan merasa sangat bersedih atas nasib tragis penduduk sipil, khususnya anak-anak, terperangkap dalam pertempuran berdarah. Sayangnya, perang terus berlanjut – belum berakhir: pengeboman berlanjut, berbagai fasilitas kesehatan telah dihancurkan di daerah itu, sementara banyak lainnya harus menangguhkan kegiatan mereka, baik sepenuhnya atau sebagian.”

T: Apa yang diminta Paus dari Presiden Assad dalam surat yang disampaikan?

“Paus Fransiskus membarui seruannya untuk melindungi kehidupan sipil dan pelestarian infrastruktur utama, seperti sekolah, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan. Apa yang terjadi tidak dapat ditoleransi dan tidak manusiawi. Bapa Suci meminta Presiden untuk melakukan segala yang mungkin untuk mengakhiri bencana kemanusiaan ini, untuk melindungi populasi yang tak berdaya, terutama mereka yang paling rentan, sehubungan dengan hukum kemanusiaan internasional”.

T: Dari apa yang Anda katakan, tampaknya maksud inisiatif kepausan bukanlah “politik”. Benarkah itu?

“Ya benar. Seperti yang sudah saya jelaskan, masalah ini berbasis kemanusiaan. Paus terus berdoa agar Suriah dapat memperoleh kembali iklim persaudaraan setelah tahun-tahun perang yang panjang ini, dan agar rekonsiliasi dapat menang di atas perpecahan dan kebencian. Dalam suratnya, Bapa Suci menggunakan kata ‘rekonsiliasi’ tiga kali: ini adalah tujuannya, untuk kebaikan negara itu dan penduduknya yang tak berdaya. Paus mendorong Presiden Bashar al-Assad untuk melakukan gerakan penting dalam proses rekonsiliasi yang mendesak ini, dan ia menawarkan contoh-contoh konkret. Dia mengutip, misalnya, menciptakan kondisi yang diperlukan untuk pengembalian yang aman bagi orang-orang buangan dan orang-orang terlantar di dalam negeri, dan untuk semua orang yang ingin kembali ke negara itu setelah dipaksa untuk pergi. Dia juga menyebutkan pembebasan tahanan dan akses keluarga ke informasi tentang orang yang mereka cintai. ”

T: Masalah dramatis lainnya adalah masalah tahanan politik. Apakah Paus menyebutkan topik ini?

“Ya, Paus Fransiskus sangat prihatin dengan situasi tahanan politik, kepada siapa – dia menegaskan – kondisi manusiawi tidak dapat disangkal. Pada bulan Maret 2018, Komisi Penyelidikan Internasional Independen tentang Republik Arab Suriah menerbitkan laporan tentang masalah ini, mengatakan ada puluhan ribu orang yang telah ditahan secara sewenang-wenang. Kadang-kadang – di penjara tidak resmi dan di tempat-tempat yang tidak diketahui – mereka diduga mengalami berbagai bentuk penyiksaan tanpa bantuan hukum atau kontak dengan keluarga mereka. Laporan itu mencatat bahwa, sayangnya, banyak dari mereka meninggal di penjara, sementara yang lain dieksekusi mati.”

T: Lalu apa tujuan dari inisiatif baru ini oleh Paus Fransiskus?

“Takhta Suci selalu menekankan perlunya mencari solusi politik yang tepat untuk mengakhiri konflik, mengatasi kepentingan partisan. Dan ini harus dilakukan dengan menggunakan instrumen diplomasi, dialog, dan negosiasi, bersama dengan bantuan masyarakat internasional. Kita harus belajar sekali lagi bahwa perang menghasilkan perang dan kekerasan menghasut kekerasan – seperti yang dikatakan Paus berkali-kali, dan sebagaimana dia mengulangi juga dalam surat ini. Sayangnya, kami prihatin dengan jalan buntu dalam proses negosiasi – terutama yang terlihat di Jenewa – untuk solusi politik bagi krisis. Itulah sebabnya, dalam surat yang dikirim kepada Presiden Assad, Bapa Suci mendorongnya untuk menunjukkan niat baik dan bekerja untuk menemukan solusi yang dapat bertahan, mengakhiri konflik yang telah berlangsung terlalu lama dan yang telah menyebabkan hilangnya banyak nyawa tak berdosa”.

22 Juli 2019
Oleh: Andrea Tornielli
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s