Yesus Sang Sahabat

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XVII, 29 Juli 2019
Peringatan S. Marta
Kel. 32:15-24,30-34; Mzm. 106:19-20,21-22,23; Mat. 13:31-35

Yesus jarang sekali nampak bersedih hati, walaupun kita tahu, bahwa bersukacita dan bersedih hati adalah sifat manusiawi yang kodrati (Bdk. 1 Yoh. 11:19-27). Dalam diri kita, sebagai manusia, terdapat sifat-sifat: kekeluargaan, cinta, marah, damai dan keramahtamahan maupun kesedihan. Hanya dalam lingkungan keluarga Marta dikisahkan mengenai “Yesus menangis” karena dukacita. Dalam keluarga ini, Yesus serupa dengan di antara Yosep dan Maria Nasaret, Yesus menampakkan kemanusiaan-Nya. Kepada para murid, Ia berkata “Kamu tak lagi kusebut hamba, melainkan sahabat”. Dalam keluarga Marta, Yesus bertindak lengkap: mengajar, memberi teladan, bertindak sebagai manusia biasa (gembira dan sedih hati). Lihatlah kisah 1 Yoh. 11:19-27. Bukalah diri menjadi bagian dari Sejarah Iman yang luas sekali.

Dengan menjadi murid Kristus, kita tidak lalu menjadi malaikat. Dalam diri kita ada kemanusiaan, yang diciptakan oleh Allah Bapa. Maria-Yosep, Keduabelasan, Barnabas dan Paulus, dan sekian banyak leluhur kita. Dalam diri manusia ‘Aku’ ini, termaktub kemanusiaan, yang didatangi oleh Sang Putera, untuk direkonsiliasikan dengan cinta Allah Bapa. Maka dari itu, bukalah senantiasa hati, supaya Yesus, Sang Sahabat, dapat beramah tamah dan menguatkan apabila kita sedang bersedih hati seperti Marta. Kisah Yoh. 11:19-27 adalah kisah yang sekaligus amat bersifat manusiawi dan Ilahi. Di dalamnya terlukis Keilahian Yesus dalam Kemanusiaan, yang tulus. Hanya Yesuslah Sahabat sejati kita.

Sering kali St. Marta dikritik seakan-akan iri dengan Maria. Namun sebenarnya dapat juga kita melihat kisah tersebut secara positif, dalam kaitan dengan ajaran lain, yaitu “bahwa relasi dengan Yesus dalam kebersamaan gerejawi, perlu lengkap yaitu baik doa maupun tindakan melayani. Namun kata-kata Yesus di situ ingin mengajak agar Marta melaksanakan baktinya tanpa merasa iri pada pilihan orang lain”. Kita berbakti secara persekutuan dan sebagai paguyuban: saling melengkapi.

Refleksi: Apakah Tuhan Yesus akan kerasan di hati kita? Dalam keluarga kita? Dalam komunitas kita? Seberapa dalamkah persahabatan kita dengan Tuhan Yesus?

Mohonlah Roh Cinta Sejati, pemurni segala persahabatan kita.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s