Ad Maiorem Dei Gloriam

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XVII, 31 Juli 2019
Peringatan S. Ignasius dr Loyola
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46

Kerajaan Surga, harta terpendam di ladang, ditemukan orang tanpa sengaja. Orang itu lalu dengan sukacita menjual seluruh hartanya dan membeli ladang itu. Tidak ada yang lebih berharga dalam hidupnya melebihi harta terpendam itu, karena itu ia mau menggadaikan dan menukar seluruh miliknya dengan ladang yang berharta itu.

Perbuatan yang sama dapat kita temukan dalam kisah hidup St. Ignasius Loyola (Inigo) yang kita peringati hari ini. Ketika ia menemukan harta terpendam itu, ia rela melepaskan segala miliknya, baik harta benda maupun segala sifat-sifat duniawi yang melekat pada dirinya.

Inigo adalah anak dari keluarga bangsawan kaya dan terpandang di Spanyol. Sedari kecil ia hidup terpisah dari ayahnya, akibat kematian ibunya saat melahirkannya telah membuat hati ayahnya tertutup untuknya. Inigo yang merindukan cinta sang ayah, kemudian tumbuh menjadi laki-laki yang gagah, angkuh dan terobsesi untuk menjadi ksatria hebat. Ia tidak takut bila harus mati dalam peperangan, baginya mati di medan peperangan adalah sebuah kemuliaan.

Kehidupannya berlimpah harta dan dikelilingi banyak perempuan. Baginya hidup adalah kesenangan dan kebanggaan semata. Lalu, suatu hari dalam peperangan kakinya terkena ledakan bom musuh dan terluka parah. Alih-alih mati, ia menjadi pincang dan itu membuatnya frustasi. Orang pincang dan tak mampu berperang bukanlah seorang ksatria. Ksatria itu bukan hanya berani, tapi juga gagah dan harus dapat berperang!

Tak disangka peristiwa itu merupakan titik balik kehidupannya menemukan Kerajaan Surga. Tuhan memanggilnya ketika ia berada dalam keputusasaan. Dalam penderitaannya, Bunda Maria mengunjunginya lewat mimpi. Matanya terbuka, begitupun hatinya. Panggilan itu begitu kuat, merontokkan seluruh prinsip kehidupan fana yang selama ini dipegangnya. Dari hidup demi kemuliaan diri, ia berbalik hidup demi kemuliaan Tuhan semata. Dan seperti kisah seorang yang menemukan harta terpendam, saat Inigo menemukan “Tuhan”, ia menggadaikan segala yang dimilikinya.

Di sebuah Gereja kecil yang sekarang bernama Our Lady of Montserrat ia melepaskan jubah bangsawan simbol kekayaan dan kemuliaan, memberikannya kepada seorang pengemis dan berganti memakai jubah dari kain kasar. Pedang simbol kebanggaan dan kekuatan ia persembahkan kepada Bunda Maria. Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Sejak dari itu, hidupnya secara total dipakainya hanya demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar – Ad Maiorem Dei Gloriam (AMDG).

Kita mengenal doa Ignasian yang populer, Suspice – Doa Penyerahan: “Ambillah Tuhan dan terimalah seluruh kebebasanku, ingatanku, pikiranku dan segenap kehendakku, segala kepunyaan dan milikku… Engkaulah yang memberikan, pada-Mu Tuhan kukembalikan, semuanya milik-Mu, pergunakanlah sekehendak-Mu. Berilah aku cinta dan rahmat-Mu, cukup sudah itu bagiku.”

Perjalanan iman Ignasius Loyola tidak pernah mudah. Jatuh bangun dalam proses mengenal Tuhan, memahami apa yang dikendaki Tuhan darinya, dan setia mengikuti Tuhan. Tetapi semua itu tidak membuatnya menyerah dan pertobatannya yang ekstrem sejak ia menemukan Kerajaan Surga, berbuah manis. Ia menjadi seorang tokoh teladan dari Yesuit, menciptakan latihan rohani yang sangat bermanfaat bagi pengembangan iman umat Katolik dan akhirnya menjadi Santo.

Sudahkah kita juga hidup hanya demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar?

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Integritas untuk Keadilan: Semoga para pengampu keadilan mampu bekerja dengan integritas dan mengupayakan agar dunia ini tidak ditentukan dan dikuasai oleh ketidakadilan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perlindungan Hutan: Semoga manusia semakin sadar untuk menjaga hutan sebagai paru-paru bumi dan tidak memanfaatkannya serta merusaknya demi keuntungan ekonomi semata-mata. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyemangati para anggota komunitas basis untuk berbagi waktu secara bermutu dan penuh kegembiraan dalam masa libur maupun masa bekerja atau sekolah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s