Menyambut Malaikat

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XVII, 1 Agustus 2019
Peringatan S. Alfonsus Maria de Liguori
Kel. 40:16-21,34-38; Mzm. 84:3,4,5-6a,8a,11; Mat. 13:47-53

Hari ini kembali Yesus membuat perumpamaan mengenai Kerajaan Surga. Jika pada beberapa hari lalu, Kerajaan Surga diumpamakan dengan harta terpendam yang ditemukan orang di ladang, hari ini Kerajaan Surga diumpamakan dengan pukat yang dilabuhkan di laut. Pukat adalah alat yang dipakai nelayan untuk menangkap ikan. Ketika ditebarkan, ikan-ikan yang berada dalam jangkauan pukat akan tertangkap, lalu nelayan akan menyeret pukat ke pantai, memilah ikan-ikan dalam tangkapan. Yang baik dikumpulkan dalam pasu, yang buruk di buang.

Tuhan menciptakan bermacam-macam manusia mulai dari fisik yang berbeda, maupun sifat. Masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Kita kerap menilai orang dari apa yang ditangkap oleh mata kita. Kita memiliki kecenderungan suka memuji yang kita sukai dan senangi, serta mendiskriminasi yang kurang atau tidak kita sukai. Baik itu dari fisik: warna kulit, ras, penampilan; maupun dari situasi hidup atau pilihan yang dibuat orang: agama, pekerjaan, sikap, cara hidup, kepribadian, relasi, dsbnya. Pembeda-bedaan ini secara sadar maupun tidak sadar selalu terjadi di dalam kehidupan kita, bahkan sering kita menjadi pelaku aktif terhadap orang-orang di sekitar kita.

Namun, sebenarnya bukan kitalah yang berhak menjadi “penilai akhir” yang akan menentukan baik atau buruk kualitas seseorang di mata Tuhan. Penilaian kita saat ini di dunia, tidak akan menjadi suatu dasar maupun hasil yang menentukan siapa yang berhak masuk dalam Kerajaan Surga. Dikatakan secara jelas oleh Yesus, “Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar […]” (Mat. 13:49).

Tuhan menciptakan keberagaman jelas dengan maksud dan tujuan tertentu. Mungkin Dia ingin kita mengenal segala sesuatu dengan lebih baik, dan menemukan keindahan dari warna-warni kehidupan. Sama halnya Tuhan menciptakan beranekaragam jenis ikan di lautan maupun makhluk-makhluk air lainnya, sehingga laut memiliki kekayaan yang luar biasa. Begitupun kehidupan kita menjadi begitu kaya karena dihuni oleh berbagai macam manusia yang unik dan berbeda. Namun, jelas Tuhan mencintai setiap ciptaan-Nya. Karena itu seharusnya kita tidak boleh merasa diri kita lebih baik daripada orang lain, yang kemudian membuat kita memilah-milah dan mengkotak-kotakkan manusia sekehendak kita. Sebaliknya kita harus terus belajar membuka mata dan hati kita agar mampu melihat nilai-nilai kebaikan dari setiap manusia yang kita temui dalam hidup.

Masanya akan tiba, ketika malaikat-malaikat datang dan menjalankan tugas mereka, memisahkan orang jahat dari orang benar. Sementara menanti masa itu datang, mari kita mempersiapkan diri kita dengan baik, memeriksa ke dalam relung-relung kehidupan kita masing-masing, apakah selama ini kehidupan kita sudah selaras dengan apa yang diajarkan dan diperintahkan Tuhan? Dan alih-alih menilai atau menghakimi orang lain, kita dapat saling mengingatkan agar setiap dari kita selalu waspada menanti datangnya malaikat-malaikat Allah. Pertanyaan yang patut kita renungkan selalu adalah, ke manakah kita akan ditempatkan nanti? Ke dalam pasu atau dibuang? Ke dapur api ataukah Kerajaan Surga?

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s