Misionaris Diutus untuk Menguatkan Iman Umat Allah

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2019
Peringatan S. Sixtus II, S. Kayetanus
Bil. 13:1-2a,25-14:1,26-29,34-35; Mzm. 106:6-7a,13-14,21-22,23; Mat. 15:21-28

Renungan Harian Dari Yung-Fo,
Iman akan Tuhan tidak selalu “kuat dan berakar baik,” di dalam kehidupan umat Allah. Pada saat-saat sulit, dengan mudah umat mencari pertolongan pada Tuhan. Namun, ada juga situasi sulit, yang membuat keyakinan umat atas pertolongan Allah menjadi kendor. Pengalaman umat Allah Perjanjian Lama dalam bacaan pertama, dan wanita Kanaan dalam Injil hari ini menunjukkan kondisi iman yang ada pada umat Allah. Dalam situasi hidup yang sulit dan kondisi kehidupan iman yang mudah goyah inilah, seorang misionaris harus menjalankan tugas-perutusannya!

1. Pengalaman Israel di Padang Gurun
Ketika mencapai padang gurun Paran, kondisi iman umat Allah mengalami perubahan yang drastis. Berbeda ketika mereka masih di Mesir. Beratnya kerja-paksa yang harus mereka jalani sebagai budak, membuat mereka mencari pertolongan kepada Allah, dan Allah menjawab doa mereka (Kel. 2:23-25). Selanjutnya lewat Musa, hamba-Nya, Allah merancang pembebasan umat-Nya dari Mesir, dan membawa mereka kembali ke Kanaan, ke tanah yang dijanjikan Tuhan bagi mereka. Perjalanan ke Kanaan itu, kini sampai ke padang gurun Paran. Para pengintai yang diutus Musa dan Harun untuk mengamati orang-orang dan daerah-daerah yang akan mereka lalui, kembali dengan laporan yang lengkap tentang wilayah berikut penduduk di wilayah tersebut. Laporan para pengintai itu ternyata membuat hati umat kecut, mereka ketakutan. Yahweh yg telah membawa mereka sampai sejauh ini tidak lagi mereka ingat (Bil. 13:27-33 dan 14:1). Semua orang Israel meninggalkan Tuhan, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yoshua bin Nun. Kedua orang ini tetap meyakini pertolongan Tuhan dan menyemangati umat untuk tetap mengandalkan pertolongan Allah. Demikian, ketika umat Allah kehilangan imannya, Kaleb dan Yoshua masih mengingatkan orang-orang Israel untuk tetap mengandalkan Tuhan. Dan Tuhan membuktikan kesetiaan-Nya dengan tetap membawa bangsa itu ke negeri yang dijanjikan-Nya. Hanya orang-orang yang tidak mengandalkan Tuhan, mereka itulah yang tidak selamat. Hidup mereka berakhir di padang gurun. Karena tidak yakin akan Allah, maka mereka tidak dapat masuk ke tanah terjanji, sekalipun telah diingatkan oleh Kaleb bin Yefune (Bil. 13:30 dan 14:30).

2. Wanita Kanaan
Berbeda dengan umat Israel dalam bacaan pertama, yang “kehilangan imannya,” wanita Kanaan dalam bacaan Injil menunjukkan “semangat iman” atau tepatnya semangat untuk mendapatkan pertolongan Tuhan yang sangat kuat dan konsisten. Sekalipun tidak diperhatikan oleh Yesus, wanita ini tetap saja mencari pertolongan pada Yesus. Dan, akhirnya…? Yesus melihat betapa kuatnya iman wanita Kanaan ini, lalu memberikan kepadanya apa yang dia minta.

Sekalipun diuji dengan ketat oleh Yesus sendiri, wanita ini tidak pernah mundur dari upayanya untuk mendapatkan pertolongan dari Tuhan. Dia tidak menyerah atau bahkan tidak merasa direndahkan. Hanya Yesuslah yang dia andalkan untuk mendapatkan kesembuhan bagi anak perempuannya, maka wanita Kanaan itu tidak membuat perjumpaannya dengan Yesus itu berlalu begitu saja. Oleh karena “imannya,” wanita Kanaan itu mendapatkan kesembuhan bagi puterinya, dan juga disapa secara terhormat oleh Yesus, sebagai “ibu yang beriman” (Mat. 15:28).

3. Penguatan iman
Untuk kasus orang Israel di padang gurun Paran, tugas-perutusan seorang misionaris muncul dalam sosok Kaleb bin Yefune. Ketika orang-orang Israel “meninggalkan Yahweh,” Kaleb menguatkan bangsa itu, untuk tetap mengandalkan Allah. Dan Kaleb tidak hanya berbicara. Bersama Yoshua bin Nun, dia terdaftar sebagai orang yang boleh masuk ke tanah terjanji. Bukan karena hal yang lain, tetapi melulu hanya karena mereka mengandalkan Tuhan, dan mengajak sesama orang Israel untuk tetap berpegang pada Tuhan.

Selanjutnya, dalam bacaan Injil, sosok misionaris itu muncul dari hidup, pribadi dan karya Yesus Kristus sendiri, khususnya dalam perjumpaan dengan wanita Kanaan ini. Melalui pengalaman wanita Kanaan ini, kita mendapatkan penegasan, bahwa ketika iman seseorang sudah menjadi kuat, tak tergoyahkan (seperti iman sang wanita ini!), iman itu dapat menghasilkan buah-buah bagi kehidupan manusiawi kita. Bisa berupa penyembuhan dari sakit penyakit fisik, yang dalam kisah ini berlaku bagi anak puteri dari wanita Kanaan ini. Atau bisa juga berupa penyembuhan dari sakit-penyakit rohani, yang dialami oleh si wanita ini. Ketika imannya akan Yesus menjadi kuat, wanita ini mengalami penyembuhan rohani, dan melalui dirinya (tepatnya: imannya!), Yesus mengerjakan penyembuhan fisik bagi puterinya.

Terima kasih Tuhan Yesus, untuk rahmat penyembuhan rohani dan jasmani yang Engkau sediakan bagi kami, lewat perjumpaan dengan diri-Mu. Kuatkanlah iman kami, sekuat iman wanita Kanaan ini. Amin! (rmg)

RD. Marcel Gabriel (Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s