Menghidupi Iman dalam Situasi Misi Menuju Kekudusan

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XVIII, 9 Agustus 2019
Peringatan S. Teresia Benedikta dr Salib
Ul. 4:32-40; Mzm. 77:12-13,14-15,16,21; Mat. 16:24- 28

Mengingat himbauan Paus Fransiskus yang disampaikan dalam pesan pembukaan Kongres Misi Nasional 2019 minggu lalu, sungguh merupakan sebuah tantangan untuk menghidupi sebuah habitus baru dalam kehidupan pribadi sehari-hari para pegiat misi. Ajakan Paus adalah untuk menjadikan kegiatan misi sebagai sebuah paradigma baru dalam kehidupan sehari-hari dalam Gereja yang memanggil semua orang yang telah berkomitmen dalam baptisannya, untuk lebih dalam lagi menghidupi iman mereka dalam situasi misi yang permanen.

Gaya hidup seorang misionaris yang dimaksud itu adalah sebuah situasi yang setia menjalankan misi Gereja yang hanya memiliki satu tujuan yakni: pewartaan Injil, penyebaran iman Kristiani dan kesaksian kasih. Menyoroti salah satu Seruan Apostolik Paus Fransiskus, Gaudete et Exsultate artikel 89: ‘Menaburkan perdamaian di sekitar kita, itulah kekudusan’, maka kita dapat melihat bahwa Paus mengajak para misionaris untuk menguduskan diri dan jemaat melalui kebenaran dan keadilan Firman Tuhan (Yoh. 17:17). Ajakan ini sejalan dengan ajakan Yesus dalam bacaan Injil hari ini, yakni menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia (Mat. 16:24).

Langkah pertama, menyangkal diri, sebagaimana diungkapkan Paus Fransiskus dalam Gaudete ex Exsultate artikel 90, ajakan untuk menghadirkan perdamaian sebagai wujud menguduskan diri dalam kehidupan bermasyarakat adalah suatu tindakan yang oleh Yesus pun digarisbawahi sebagai perjalanan melawan arus atau anti-mainstream. Memilih untuk terus-menerus memperjuangkan keadilan dan menghadirkan perdamaian di bumi ini adalah salah satu wujud penyangkalan diri sebagai komitmen kepada Allah dan sesama. Sementara kebanyakan orang masih memilih diam dan membiarkan kegiatan SARA merusak persaudaraan di antara kelompok-kelompok masyarakat, tidak demikianlah seharusnya sikap seorang misionaris. Rasa malas dan membatasi daerah kegiatan misioner yang kemungkinan timbul dari pemikiran sendiri yang mengabaikan apa yang dipikirkan Allah, harus diatasi dengan penyangkalan diri para pewarta Injil agar tidak lalai memberitakan Firman yang menguduskan itu (lih. Evangelii Nuntiandi artikel 51; Mat. 16:23).

Langkah berikutnya adalah memikul salib, yang artinya menyadari bahwa mewartakan Injil bukanlah suatu gerakan yang tanpa pengorbanan, melainkan suatu usaha dengan jerih payah dan penderitaan dalam hidup yang dihayati sesuai dengan Injil, melalui penyangkalan dan salib, melalui semangat Sabda Bahagia (EN, 10). Dalam menghayati Injil, kita tidak dapat mengharapkan segalanya akan mudah, namun Salib, khususnya kelelahan dan penderitaan yang kita alami dalam menghayati perintah kasih dan mengikuti jalan keadilan, tetap merupakan sumber pendewasaan dan pengudusan kita (Gaudete ex Exsultate artikel 91-92).

Langkah terakhir, mengikuti Kristus. Mewartakan Injil hendaknya sesuai isi dan cara-cara penginjilan seperti yang dimengerti oleh Yesus dan dipraktikkan-Nya (EN, 7). Ini berarti mengambil jalan yang sama dengan apa yang Kristus sendiri telah jalani, yaitu jalan dan kebenaran dan hidup yang akan membawa kita sampai kepada Bapa dalam kekekalan (Yoh. 14:6). Jalan-Nya adalah kudus, dan menerima jalan Injil setiap hari, meskipun mendatangkan banyak masalah bagi kita, itulah kekudusan (Gaudete ex Exsultate artikel 94). Kita harus belajar untuk mengikuti teladan Kristus yang telah menunjukkan cara hidup yang menyangkal ke-Allahan-Nya sendiri, dan menjadi manusia yang taat menjalani sengsara sampai wafat di kayu salib (Flp. 2:4-6), hingga melalui kebangkitan-Nya Ia mewujudkan kerahiman Allah yang mengaruniakan rahmat dan keselamatan kepada kita lewat kuasa-Nya yang besar dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (lih.Ul. 4:32-40; Mzm. 77:12-16.21).

Hanya yang kudus saja dapat bersatu dengan Allah yang adalah kudus. Panggilan untuk menjadi kudus adalah upaya membangun relasi agar bersatu bersama Kristus dalam sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Paus Fransiskus pernah berkata, kalau kita menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran dan kehendak Allah, maka kita akan sampai kepada kekudusan. Jadi, setiap manusia ditantang untuk mencapai kekudusan dengan caranya sendiri-sendiri, namun kita harus bekerjasama dengan Allah, agar supaya kita dapat mentransformasikan diri menjadi orang kudus. Melalui rahmat baptisan dan pertobatan yang terus-menerus kita akan dimampukan mengatasi godaan dunia dewasa ini, sehingga pada akhirnya kita boleh bersukacita dan bergembira sebab upah kita besar di sorga (Mat. 5:12). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon… 

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s