Agar Bisa Memberi dengan Sukacita

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XVIII, 10 Agustus 2019
Pesta S. Laurensius
2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9; Yoh. 12:24-26

Sahabat-sahabat Tuhan yang Terkasih!
Salam jumpa lagi di akhir pekan kedua di bulan Agustus ini. Kita diajak di pertemuan berhikmah ini untuk merenungkan satu kebenaran umum yang berlaku di mana saja yakni kebenaran memberi dengan sukacita. Kerelaan memberi demikian hanya bisa kita lakoni dengan ikhlas dan total serta penuh kegembiraan kalau ada kesadaran dari dalam diri kita yang tumbuh bersamaan dengan pengalaman kasih yang kita alami dalam hidup kita.

Beberapa hari lalu seorang anggota komunitas kami memposting sebuah video karikatur tentang seorang pemuda yang membawa ayahnya yang sudah berusia lanjut ke sebuah restoran. Orang-orang yang ada di restoran saat itu dibuat kagum oleh tindakan si pemuda yang penuh ketabahan dan sukacita melayani ayahnya selama makan. Sekalipun ada pengunjung yang terlihat risih dengan kondisi si bapak yang terlihat kotor mulut dan bajunya akibat serpihan makanan saat makan. Namun anaknya penuh kegembiraan di wajahnya setia menemani dan melayani ayahnya. Diapun dengan tabah menghantar bapaknya ke toilet untuk membersihkan mulut dan baju ayahnya itu lalu dia membayar biaya makan dengan penuh kegembiraan.

Sikap pemuda ini memberi kesan tersendiri bagi para pengunjung restoran saat itu. Di akhir video itu ada kesan yang disampaikan salah satu pengunjung kepada si pemuda itu bahwa dia telah memberikan satu pelajaran berharga kepada mereka akan pentingnya menjaga dan memelihara orang tua.

Saudara/i terkasih, si pemuda itu dengan penuh sukacita tanpa malu-malu memperHATIkan ayahnya karena dia tentunya sudah mengalami kasih dan perhatian yang sama dari ayahnya. Pengalaman akan kasih sayang ayahnya dalam hidupnya menumbuhkan kesadaran dan kemauan untuk melakoni hal yang sama kepada ayahnya. Dan inilah pesan inti yang hendak disampaikan Santo Paulus dan Yesus, Guru kita melalui kedua bacaan suci hari ini.

Upaya melaksanakan nasihat St. Paulus untuk memberi dengan sukacita dan amanah Yesus untuk rela berkorban bagi sesama tentu agak sulit bahkan menjadi beban bila dilakoni secara terpaksa. Namun kesadaran akan cinta perhatian serta kebaikan Tuhan dan sesama dalam hidup kita akan mendorong kita untuk melakukan juga tindakan kasih kebaikan yang sama serta kerelaan untuk berkorban bagi sesama.

Maka satu hal penting yang perlu kita lakukan untuk menumbuhkan spirit kasih demikian yakni kesediaan merenungkan karya kasih Tuhan dalam hidup kita. Permenungan ini akan semakin menumbuhkan rasa syukur dalam jiwa dan sekaligus menumbuhkan spirit mau memberi tanpa perhitungan karena kasih Tuhan yang sudah kita alami jauh melampaui yang kita beri.

Terbiasa hidup dalam tindakan luhur demikian akan terus mendorong kita untuk memberi dan terus memberi dengan keikhlasan dan semakin tumbuh pula dalam diri kita spirit rela berkorban bagi kepentingan dan kesejahteraan sesama sebagaimana dicontohkan oleh Santo Laurensius yang pestanya kita peringati hari ini.

Dengan demikian kita akan melakukan amanah Yesus dalam Injil hari ini untuk rela berkorban bukan karena terpaksa tetapi tumbuh dari suatu kerelaan dalam lubuk hati terdalam berbasis pada pengalaman kasih Tuhan dalam hidup kita.

Mari kita luangkan waktu sejenak merenungkan karya kasih Tuhan dalam hidup kita karena kesadaran hal tersebut semakin menumbuhkan semangat mau memberi dalam diri kita dan sekaligus menumbuh kerelaan rela berkorban bagi Tuhan dan sesama seperti Santo Laurensius. Terima kasih untuk kerelaan saudara-saudari sekalian menghidupi semangat hidup yang demikian. Tuhan pasti akan terus memberkati karena Tuhan senantiasa setia pada janji berkat-Nya bagi umat-Nya yang tekun setia melakukan amanah-Nya.

Santo Laurensius doakanlah kami agar kami pun memiliki semangat kasih dan rela berkorban bagi sesama.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s