Jangan Takut, Allah yang Mengutus!

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XIX, 13 Agustus 2019
Peringatan S. Potianus, S. Hippotilus
Ul. 31:1-8; MT Ul. 32:3-4a,7,8,9,12; Mat. 18:1-5,10,12-14

Baik Musa maupun Yoshua melayani anak cucu Abraham karena diutus oleh ALLAH. Bacaan pertama hari ini sesuai dengan Ul. 3:23-29, di situ tampak bahwa hanya karena DIUTUS ALLAH, maka Musa membawa Israel keluar dari Mesir dan Yoshua membawa Israel menyeberangi sungai Yordan memasuki Tanah Terjanji. Peran dasarnya adalah bahwa keduanya DIUTUS ALLAH. Musa, menurut garis-garis ini, sadar bahwa pengutusan Allah dipanggulnya sampai sejauh itu. Permasalahannya jauh lebih mendalam dari pada sekedar bahwa ia telah berumur seratus dua puluh tahun dan bahwa dia sudah tidak bisa banyak bergiat lagi. Butir-butir itu hanyalah soal fisik dan soal sosial-organisatoris.

Memang, soal fisik dan sosial-organisatoris itu dari dulu sampai sekarang tetap mempunyai peran; namun Alkitab mengajak semua orang untuk meresapinya secara lebih sampai ke urusan IMAN: Tuhan Allah sendiri yang membawa umat-Nya. Dengan cara itu pula, mereka diajak berefleksi, bahwa ketika mereka dahulu bersama Musa melakukan ziarah dari Mesir (dengan mengalahkan pelbagai hambatan dan musuh manusiawi), itu semua dalam bimbingan ALLAH. Mereka diajaknya membarui iman, bahwa janji Tuhan akan dipegang teguh: di masa depan, Tuhan akan tetap membimbing dan melindungi mereka (bersama Yoshua). Jadi kaderisasi organisatoris merupakan bentuk manusiawi dari iman kepercayaan kepada Tuhan, Pelindung dan Penyelamat mereka dari segala mara bahaya. Jangan khawatir, “Sebab Tuhan Allahmu…. menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan engkau…” Itulah cara Musa memberi pendidikan iman kepada israel mengenai “Iman akan penyelenggaraan Ilahi”. Namun hal itu dilakukannya kepada Yoshua juga (di hadapan publik): “Percayalah kepada Tuhan dalam melaksanakan kepemimpinanmu… ini bangsa Tuhan… janganlah takut…”

Pada bacaan kedua kita dapat menemukan ALLAH pengutus adalah yang kuasa dan penuh kasih. Isi dasarnya serupa dengan bacaan pertama, yakni Iman kepada ALLAH karena DIA yang mengutus. Maka para Rasul dipesan untuk tidak menganggap adanya kekuatan dan kebesaran, yang lain dari pada yang dari Allah. Anak kecil pun bisa dikuatkan Allah. Bahkan ‘yang terlemah dan yang hilang pun akan diselamatkan Allah’. Tuhan Allah itu akan melindungi umat-Nya tanpa pernah lelah. Dengan kata lain, dalam ‘seluruh karya-Nya ini’, kekuatan ada dalam Allah yang mengutus. Dialah yang terbesar, yang terkuat, yang terus-menerus mencintai, sampai tidak ada lagi yang lemah, kecil dan hilang. Kalau Allah yang mengutus, letakkan segala kebesaran pada Dia: jangan berbesar kepala tetapi juga jangan takut dengan apa pun. Bahkan jika engkau merasa ‘tersesat dan hilang pun, Allah akan mencarimu dan menjadi kekuatanmu. PERCAYALAH KEPADA ALLAH.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s