Menjadi 100% Warga NKRI dan Warga Kerajaan Allah

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XIX, 17 Agustus 2019
HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk!
Salam jumpa lagi di hari Kemerdekaan Negara kita tercinta ini. Salam Merdeka untuk kita semua. Baiklah di hari spesial ini, kita luangkan beberapa menit guna merenungkan pesan-pesan Sabda Tuhan hari ini yang dipilih secara khusus pula berkenaan dengan HUT kemerdakaan NKRI. Tentu saja bacaan-bacaan tersebut dipilih sebagai bahan refleksi karena memiliki pesan bagi kita berkenaan dengan HUT kemerdekaan kita. Apa saja pesan berhikmah bacaan-bacaan tersebut bagi kita?

Banyak pesan yang bisa kita dapatkan namun mari kita fokuskan perhatian kita pada pesan dari Santo Petrus sebagaimana dicantumkan dalam bacaan kedua karena bisa membantu kita merangkainya dengan Pesan Yesus di Injil dan juga petuah berhikmah dari Sirakh dalam bacaan pertama.

Santo Petrus mengajak kita untuk menggunakan kemerdekaan kita sebaik mungkin karena siapapun kita entah sebagai pemimpin maupun warga biasa, toh kita semua memiliki peran dalam kehidupan berbangsa. Maka Rasul ulung Kristus ini menasihati kita semua dengan kata-kata berikut: “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja” (1 Ptr. 2:16-17).

Nasihat ini sangat singkat namun merangkum hal-hal penting yang perlu menjadi titik perhatian dalam kehidupan bersama kita yang bertitik pusat pada Tuhan sebagai asal dan tujuan kehidupan kita. Sebab itu bila kita mau berupaya menghayati amanat-amanat tersebut, pertama-tama kita perlu mengakui peran Tuhan sebagai Pemilik dan Sumber segala sesuatu, Penggerak utama hidup dan perjuangan kita baik secara pribadi maupun bersama. Sirakh menulis: “Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya” (Sir. 10:4). Pengakuan akan peran Tuhan dan mengindentifikasi diri kita sebagai hamba-Nya/misionaris-Nya akan membuat kita menghidupkan beberapa sikap dalam diri kita:

Pertama, sikap takut akan Allah bukan dalam arti negatif tetapi dalam arti positif konstruktif sebagai suatu pengakuan bahwa Allah adalah Pemilik bumi yang Mahakuasa dan Sumber kebijaksanaan sejati. Siapa saja yang mencari kebijaksanaan dan kesejahteraan sejati akan menyadari dan mengakui bahwa sumber utamanya pada Tuhan dan turut mengamini kebenaran hakiki bahwa, Takut akan Allah dan mengikuti tuntunan-Nya adalah awal kebijaksaan dan kesejahteraan hidup (Fear in God is the beginning of all wisdom and prosperity). Mengabaikan sikap mengakui peran Tuhan sebagai Penyelenggara utama apalagi tidak takut akan Dia akan melahirkan sikap hidup seturut keyakinan dan kemauan diri sendiri dan akan berjuang menurut kehendak sendiri padahal belum tentu membahasakan kehendak Tuhan yang memilih dan mengutus kita.

Kedua, tumbuhnya sikap menghormati dan menaruh kasih dan perhatian pada kesejahteraan semua orang tanpa kecuali karena semua orang adalah anak-anak Allah dan adalah saudara kita. Maka memperjuangkan nasib dan kebahagiaan sesama sama dengan memperjuangkan nasib diri kita. Sejarah membuktikan bahwa pada umumnya orang-orang seperti para pemimpin ulung yang benar-benar loyal dan total dalam perjuangan demi kesejahteraan bersama pada umumnya memiliki semangat kasih inklusif dalam diri mereka bagi kesejahteraan umat manusia tanpa kecuali. Karena itu mereka dihormati bukan semata karena jabatan mereka tetapi karena keluhuran visi-misi perjuangan mereka dan hasil nyata yang mereka tampilkan demi kesejahteraan umum.

Ketiga, upaya hidup menurut kearifan Tuhan membuat kita bijak dalam menjaga keharmonisan di antara aspek-aspek hidup baik untuk Tuhan maupun sesama. Dengan demikian kita mampu menjaga keseimbangan antara hal untuk Tuhan dan untuk ‘Kaisar’. Kita akan tahu apa yang perlu kita lakukan untuk Tuhan dan untuk Kaisar-Negara. Karena kita menyadari bahwa semuanya penting dalam hidup kita. Dengan demikian kita menjalankan semangat hidup menjadi 100% warga Negara dan 100% pula warga Kerajaan Allah. Maka satu pertanyaan reflektif untuk kita di hari HUT NKRI ke-74 ini yakni, hal apa saja yang sudah dan akan saya berikan untuk Allah dan ‘Kaisar’?

Semoga semangat merayakan HUT NKRI semakin menyemangati kita pula untuk turut berkontribusi secara aktif bagi tumbuh kembangnya NKRI dan Kerajaan Allah sehingga kita pun menjadi warga yang berciri 100% Warga NKRI dan 100% pula Warga Kerajaan Allah. Tuhan memberkati kita sekalian.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s