Mengenal Allah Sumber Karunia Hidup Kekal

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XX, 19 Agustus 2019
Peringatan S. Yohanes Eudes
Hak. 2:11-19; Mzm. 106:34-35,36-37,39-40,43ab,44; Mat. 19:16-22

Seorang muda kaya-raya datang dan bertanya kepada Yesus, “Perbuatan baik apa yang harus dilakukan supaya beroleh hidup kekal?” Dapat dimengerti bahwa ‘perbuatan baik’ rupanya merupakan (salah satu) syarat untuk beroleh hidup kekal itu! Sayang sekali, setelah mendengar jawaban Yesus, ia mundur dan pergi dengan sedih (Mat. 19:16, 21-22).

Apakah menjual harta bagi seorang yang kaya raya itu demikian berat dan menyedihkan? Jika menjual harta untuk didepositokan atau diikutsertakan dalam sebuah proyek investasi, jelas tidak akan berat bagi seorang kaya. Namun, Yesus memerintahkan orang kaya itu untuk: “… Juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin…” Atau dengan kata lain, orang kaya itu diminta melepaskan haknya untuk menikmati hartanya sendiri. Dia sangat galau karena ia tidak bisa tidak memikirkan hartanya. Dia telah begitu terikat pada harta yang akhirnya menjadi berhala baginya, menjadi ilah lain dalam hidupnya. Tuhan kita adalah Allah yang cemburu, Dia tidak ingin manusia menyembah allah yang lain, karena hal ini jahat di mata-Nya dan menyakiti hati-Nya (Hak. 2:11-12). Kegagalan mengikuti perintah Yesus ini, dapat menyebabkan manusia gagal beroleh hidup kekal itu.

Kehidupan kekal adalah janji Allah dan tujuan hidup setiap orang Kristiani. Hidup yang kekal yaitu mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus oleh Bapa (Yoh. 17:3). Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya; barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan demikianlah kita mengetahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Hidup kekal dapat diperoleh apabila kita hidup serupa dengan hidup Kristus. Bagaimana caranya?

Allah telah memperlengkapi setiap manusia dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam diri mereka apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Namun karena kelemahan manusia, maka bukan apa yang dikehendaki, yaitu yang baik, yang diperbuat, melainkan apa yang tidak dikehendaki, yaitu yang jahat, yang diperbuat oleh mereka. Karena belas kasih Allah, kemudian para misioner diutus-Nya seperti Ia mengutus hakim-hakim pada zaman dulu, sebagai para pewarta kebenaran untuk menyelamatkan manusia agar tidak jatuh dalam berhala. Para penginjil harus mengingatkan sesamanya untuk memusnahkan keterikatan-keterikatannya pada berhala dunia dan jangan memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Allah (bdk Hak. 2:18; Mzm. 106:34-35).

Tuhan ingin kita belajar hidup seperti yang diajarkan oleh Kristus, dan jikalau kita ingin masuk ke dalam hidup, kita harus menuruti segala perintah Allah: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat. 19:17-19) Segala yang diperintahkan Allah itu, justru kelihatannya semakin sulit ditaati oleh manusia di dunia masa kini, tapi kita semua diminta agar jangan menjadi serupa dengan dunia ini, kita harus membarui pikiran dan budi kita, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm. 12:2).

Mari, menjadi misionaris yang sejati bagi Allah. Mempersembahkan diri dan hidup kita sepenuhnya untuk kemuliaan Tuhan. Dan mari kita saling mengingatkan satu sama lain untuk selalu taat kepada Allah agar kita semua dapat beroleh keselamatan. Mari bersama-sama kita berusaha mengenali kehendak Allah dan beroleh karunia hidup yang kekal.

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s