Menjadi Pengikut Kristus Bukan Bermain Aman

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXI, 26 Agustus 2019
Peringatan S. Teresia Yonet
1Tes. 1:2b-5,8b-10; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Mat. 23:13-22

Realitas kehidupan beragama dan beriman kita pada zaman sekarang semakin ditantang. Ada kecenderungan untuk mengkultuskan pribadi seseorang, atau membenarkan kesalahan yang dibuat. Ini menjadikan kita tidak kritis pada iman kita sendiri. Agama dan iman bahkan menjadi sarana bagi kita untuk mencapai keinginan pribadi kita. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika menasihatkan kita untuk terus bertumbuh dalam iman dan cinta, mengikuti teladan-Nya serta menjadi kuat dalam iman di tengah tantangan yang hebat ini. Memahami Kitab Suci kita dengan baik menjadi dasar bagi kita untuk hidup secara benar di hadapan Allah dan sesama.

Namun pesan Rasul Paulus yang istimewa ini berbeda dengan semangat hidup orang Farisi dan ahli Taurat dalam bacaan Injil. Mereka yang telah belajar dan paham dengan baik tentang Kitab Suci dan segala hukum yang berlaku dalam kehidupan beragama dan sosial, justru menjadikan itu semua sebagai sarana untuk mendapatkan popularitas dan keuntungan material. Inilah yang menjadi alasan mengapa Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Hukum seringkali dimanipulasi oleh mereka yang paham tentang teologi atau hukum, dengan berusaha menemukan celah agar dapat membebaskan diri mereka dari perilaku yang tidak benar atas hukum yang tidak mereka sukai. Orang menjadi tidak tulus dalam melihat semangat hukum. Namun, haruslah kita ingat bahwa, kita mungkin mampu membebaskan diri kita atau menghindar dari hukum, tetapi Allah tetap melihat dan membaca niat dari hati kita. Kita bisa menipu sesama manusia, tetapi kita tidak bisa menipu nurani kita dan tentu Allah sendiri karena DIA pasti tahu betapa liciknya kita!

Lalu bagaimana seharusnya kita memandang hukum dalam kehidupan kita? Refleksi kita adalah, apakah kita lebih peduli pada kepatuhan hukum ataukah pada kedewasaan kita dalam mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan semangat hukum itu sendiri? Menjadi pengikut Kristus berarti berani mengambil keputusan dengan matang dan dewasa, bukan bermain aman. Seringkali ketaataan kita pada hukum tidak berdasarkan pada keyakinannya bahwa itu benar dan sesuai kehendak Allah, melainkan pada rasa takut akan pandangan orang tentang diri kita. Kita akhirnya tidak cukup memiliki kedewasaan untuk menilai secara bijaksana bagaimana hukum harus diterapkan dan dipatuhi. Akibatnya, kita bisa menjadi terlalu kaku dan tidak berkompromi dalam penerapan hukum, dan itu justru memudarkan semangat hukum itu sendiri.

Sebaliknya, bila kita memperlakukan hukum dalam kehidupan menggereja kita terlalu ringan atau menganggapnya biasa saja, kita bisa jatuh dalam kesombongan dan menjadi arogan, serta menganggap hukum itu hanya berlaku bagi mereka yang tidak paham pada hukum, yakni orang yang bodoh dan tidak berpendidikan. Beberapa kaum intelektual bangga dengan kecerdasan mereka dan menganggap bahwa hukum semacam itu tidak berlaku bagi mereka karena mereka melebihi hukum. Hukum tampaknya menjadi tidak seimbang, orang yang menanggap dirinya religius dan paham akan hukum tampaknya lunak dan membebaskan diri mereka terhadap aturan-aturan dalam Gereja, tetapi mengajarkan kepada orang lain untuk taat dan tunduk padanya. Kecaman Yesus terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Farisi dapat berlaku dengan baik pula kepada orang-orang tersebut, seperti yang dikatakan-Nya, “…kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk” (Mat .23:13).

Dalam situasi yang demikian, nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika menjadi renungan sekaligus peneguhan bagi kita, bahwa apa pun yang kita katakan dan lakukan, hendaknya untuk memuliakan Allah. Kita juga bertanya pada diri kita sendiri, apakah selama ini kata-kata dan perbuatanku membawa orang untuk hidup dalam cinta dan kebenaran sehingga semakin lebih dekat kepada TUHAN atau sebaliknya membawa mereka keluar dari hidup yang tidak sesuai dengan ajaran-Nya? Sebagai orang Kristiani yang dewasa dalam iman, hendaknya hidup kita dijiwai semangat hukum TUHAN sendiri dan cara hidup kita hendaknya melampaui kata-kata yang terbatas dalam tulisan tentang hukum!

Marilah kita berdoa mohon kekuatan Roh Kudus, agar kita hidup sebagaimana harapan Rasul Paulus akan jemaat di Tesalonika; agar apa yang kita wartakan dan lakukan sesungguhnya berasal dari ketulusan hati kita demi kemuliaan Allah, demi kebaikan iman umat Allah, bukan demi kepentingan pribadi kita atau kenyamanan sendiri. Dengan demikian nama Kristus akan dimuliakan di dalam kita dan kita pun dimuliakan di dalam kerajaan-NYA!

(RP. Joseph Gabriel, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s