Misionaris Mengarahkan Hidup Umat kepada Kerajaan Allah

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XXI, 28 Agustus 2019
Peringatan S. Agustinus
1Tes. 2:9-13; Mzm. 139:7-8,9- 10,11-12ab; Mat. 23:27-32

Renungan Harian dari Yung-Fo.

Para sahabat misioner: Shalom!
Pada hari ini, Gereja memperingati salah satu orang kudusnya, Santo Agustinus: Uskup & Pujangga Gereja. Agustinus ini semasa mudanya terjebak dalam gaya hidup yang berlawanan dengan nilai-nilai iman Kristiani. Namun, kuasa Tuhan kemudian mampu mengubahnya menjadi seorang kudus dan pujangga Gereja, berkat iman ibunya Santa Monika, yang terus-menerus mendoakan Agustinus dan ayahnya selama puluhan tahun. Doa Santa Monika, yang pestanya dirayakan setiap tanggal 27 Agustus, akhirnya memenangkan Agustinus dan ayahnya kepada iman akan Allah. Agustinus kemudian dipilih menjadi Uskup dan berjaya menggembalakan Umat Allah yg dipercayakan kepadanya secara khusus, melalui buah-buah pikiran filosofis & teologis yg dituangkan ke dalam berbagai buku. Begitulah Santo Agustinus mengarahkan Umat kepada Allah dan Kerajaan-Nya: melalui berbagai buku filsafat dan teologi yang dia tulis. Karena itulah Agustinus digelari Pujangga Gereja atau Doctor of the Church.

1. Hidup sesuai Kehendak Allah
Pengalaman personal Santo Agustinus menunjukkan, bahwa manusia – termasuk Umat Allah & warga Gereja – bisa terjebak dan jatuh ke dalam gaya hidup yang berseberangan dengan Kehendak Allah. Namun, doa-doa yang tak kunjung henti dari kaum beriman, yang dalam hal ini adalah ibunya sendiri, Allah mampu mengubah gaya hidup yang sesat itu, menjadi cara hidup yang sesuai dengan Kehendak Allah. Mengarahkan, menjaga dan mempertahankan gaya hidup Umat supaya selaras dengan Kehendak Allah, itulah yang dilakulan oleh Rasul Agung Santo Paulus kepada Jemaat di Tesalonika dalam Bacaan Pertama hari ini. Nasihat Paulus kepada Jemaat itu, adalah “Kalian tahu betapa kami telah menasihati kalian dan menguatkan hatimu masing-masing, seperti seorang Bapa terhadap anak-anaknya, dan betapa kami telah meminta dengan sangat, agar kalian hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kalian ke dalam Kerajaan dan Kemuliaan-Nya” (1Tes. 2:11-12).

Ternyata, bukan hanya memberikan nasihat, tetapi Paulus juga memberikan teladan hidup lewat tindakan nyata lewat pekerjaan yang dia lakukan untuk mendukung kehidupannya, (1Tes. 2:9-10), serta terus-menerus berdoa bagi Jemaat yang dipercayakannya kepada Allah, (1Tes. 2:13).

Demikian, dari Rasul Paulus, kita mendapatkan penegasan sekaligus peneguhan bagi tugas perutusan seorang misionaris kepada Gereja atau Jemaat Allah: memberi teladan hidup lewat tingkah-lakunya, menasihati serta mendoakan jemaat Allah yang dipercayakan kepadanya: bukan hanya sesekali, tetapi “terus-menerus”. Dan doa yang disampaikan dengan penuh iman, seperti halnya doa Santa Monika untuk anaknya Santo Agustinus, akan mengubah jemaat yang digembalakan seorang misionaris menjadi jemaat yang kudus, yang mampu mewartakan kasih Allah dengan berbagai cara, antara lain lewat tulisan atau buku-buku.

2. Bersih & cantik luar-dalam
Arahan atau nasihat yang bisa diberikan oleh para misionaris kepada Jemaat Allah, sesungguhnya merupakan partisipasi dari tugas-kegembalaan Tuhan kita Yesus Kristus sendiri. Dalam dialog dengan kaum Farisi dan para ahli Taurat, Tuhan kita ini mengingatkan supaya para pendengar-Nya membangun gaya hidup yang “bersih & cantik” baik lahir maupun batin. Tuhan kita mengritik cara hidup kaum Farisi dan para ahli Taurat, yang ternyata: bersih dan benar dalam tampilan lahiriah, tetapi durjana dan munafik dalam isi batin mereka (Mat. 23:27-28).

Demikianlah terhadap Jemaat Allah yang dipercaya untuk digembalakan olehnya, seorang misionaris bukan hanya (a) memberi teladan, (b) memberi nasihat, serta (c) mendoakan Jemaat itu, tetapi jikalau perlu (d) juga mengritik cara hidup mereka seperti yang dilakukan Yesus kepada para ahli Taurat dan kaum Farisi. Dengan cara-cara seperti itulah, kita para misionaris, diamanatkan untuk mengarahkan jemaat kepada Kerajaan dan Kemuliaan Allah.

Tuhan Yesus, Gembala yang baik, doakanlah kami, supaya mampu mengarahkan orang-orang kepada-Mu dan Kerajaan-Mu. Amin. (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s