Bersiap dengan Hidup Kudus dan Berkenan Kepada Allah

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XXI, 30 Agustus 2019
Peringatan S. Heribertus
1Tes. 4:9-11; Mzm. 98:1,7-8,9; Mat. 25:14-30

Melalui perumpamaan tentang sepuluh orang gadis yang menanti kedatangan mempelai laki-laki, lima orang gadis yang menanti dikategorikan sebagai orang bodoh karena membawa pelita tetapi tidak membawa persediaan minyak, dan lima gadis bijaksana membawa pelita beserta persediaan minyak. Ketika mempelai laki-laki datang lima orang gadis bodoh tersebut akhirnya tidak turut ambil bagian dalam perjamuan kawin tersebut, sebab mereka tidak siap untuk menanti kedatangan mempelai laki-laki.

Sama halnya dengan ke-sepuluh gadis itu yang tidak mengetahui kapan saatnya mempelai laki-laki datang, maka kedatangan Yesus kembali juga tidak ada yang mengetahui. “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat.25:13). Perumpamaan ini ingin memperlihatkan sikap penantian seorang yang bodoh dan yang bijaksana. Supaya setiap orang percaya memang benar-benar pada posisi yang siap untuk menanti, kapan pun Yesus datang kita memang sudah benar-benar siap akan kedatangan Tuhan.

Para gadis yang bijaksana itu telah mempersiapkan diri dengan matang atas segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Jika pelita menjadi bahagian yang begitu penting untuk penantian mereka, maka pelita itu pastinya harus sudah dipersiapkan untuk dapat tetap menyala. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita melalui suatu perumpamaan yang menekankan bahwa tidak semua manusia yang telah mengaku percaya dengan begitu saja akan turut serta dalam kerajaan sorga.

Di dalam bacaan I hari ini, Rasul Paulus mengajarkan jemaat Tesalonika agar mereka hidup lebih bersungguh-sungguh, bukan seperti orang Yahudi pada umumnya yang tidak berkenan kepada Allah dan prinsip Injil sehingga tidak memiliki persetujuan Ilahi secara terus menerus. Tujuan untuk hidup berkenan kepada Allah adalah: untuk memperoleh persetujuan Allah atas perilaku mereka. Rasul Paulus mengajak jemaat Tesalonika untuk bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih kepada saudara seiman dan kasih kepada setiap orang. Agar mereka terus bertumbuh dalam kebenaran yang sudah mereka terima dari Paulus, yang Paulus sendiri telah terima dari Kristus sendiri. Rasul Paulus menghendaki supaya jemaat berhati-hati dan tidak ceroboh dalam menjalani kehidupan ini. Hal tersebut nyata dari apa yang diungkapkannya: “Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. (1Tes.4:1).

Tidak ada cara lain untuk menyaksikan bahwa kekristenan lebih baik dari yang lain dalam kehidupan ini selain dari bagaimana kita menampilkan diri sebagai manusia yang baik, memperlihatkan moral etis yang baik, bekerja dengan baik, menjadi seorang teman yang lebih baik, dan menjadi orang yang dapat dipercaya. Karena dari situlah terlihat kebenaran yang sesungguhnya, seperti pepatah mengatakan bahwa pohon dikenal dari buahnya. Karena Tuhan memanggil kita menjadi jemaat-Nya, bukanlah untuk melakukan yang cemar, melainkan apa yang kudus. Jadi seluruh hidup dan perjuanganan kita harusnya sebagai permuliaan terhadap Sabda Allah seperti yang dilakukan oleh Beato Ghabra Mikael yang kita peringati hari ini.

Pertanyaannya: Apakah kita sudah siap dengan hidup kudus berkenan kepada Allah? Apakah kita sudah bertobat dan percaya kepada kerahiman Allah seperti yang dihimbaukan oleh Uskup Heribertus? (hgr)

(Helen Romli – Ketua Komisi Penyebaran & Promosi Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s