Kehadiran Roh Allah adalah Penggenapan Janji Allah

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXII, 2 September 2019
Peringatan Martir-Martir di Paris dan Korea
1Tes. 4:13-17a; Mzm. 96:1,3,4-5,11-12,13; Luk. 4:16-30

Pada suatu hari Sabat, Yesus datang ke rumah ibadat di tempat di mana Ia dibesarkan dan Ia membaca dari Alkitab, sebuah kutipan dari nabi Yesaya yang diawali dengan pernyataan: “Roh Tuhan ada pada-Ku, sebab Ia telah mengurapi Aku”. Suatu penegasan yang sudah diketahui orang banyak, bahwa Yesus datang kembali dalam kuasa Roh (Luk. 4:14). Diurapi berarti Allah menyertai Dia, maka yang ada dalam diri Yesus bukan sembarang kekuatan, melainkan kuasa Allah atau Allah sendiri yang berkarya dalam Yesus. Kuat kuasa yang ada dalam diri Yesus itu erat hubungannya dengan Roh yang tinggal di dalam diri-Nya. Kalau ada Roh, maka Allah akan berkarya, dan sesuatu yang luar biasa akan terjadi.

Dengan kuasa Allah itu, Yesus diminta untuk menyampaikan Kabar Baik, dan pusat dari Kabar Baik Allah adalah mewartakan penebusan sebagai karunia besar yang berasal dari Allah yang merupakan pembebasan dari setiap hal yang menindas manusia, lebih-lebih pembebasan dari dosa dan kejahatan (Evangelii Nuntiandi artikel 9). Pembebasan inilah yang membawa setiap orang yang mendengarkan Kabar Baik dapat sampai pada pengharapannya akan kehidupan kekal yang dijanjikan Allah, sebab dengan kuasa yang ada di dalam-Nya itu Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan melakukan perbuatan-perbuatan baik lainnya (Kis. 10:38), bahkan Yesus juga membangkitkan orang mati. Kuasa Allah yang ada di dalam diri Yesus adalah daya kekuatan hidup.

Kuasa Allah dalam diri Yesus ini membawa manusia kepada hidup kekal yang dijanjikan Allah, lewat penebusan yang dilakukan oleh Yesus. Penebusan yang merupakan penyembuhan yang bukan hanya sekedar ‘sembuh’ dari sebuah penyakit fisik maupun mental, tetapi kesembuhan yang dalam bahasa Yunani disebut: sozein, yaitu kesembuhan yang berupa keselamatan manusia seluruhnya yang berhubungan erat dengan iman kepada Allah. Karya agung yang dikerjakan Allah dalam Yesus adalah dasar pengharapan kita bahwa Ia akan senantiasa melakukan hal yang sama dalam diri kita termasuk dalam hal kebangkitan. Itulah sebabnya jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan bangkit, maka kitapun percaya bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia dan kita juga nantinya, selama-lamanya hidup kekal bersama-sama dengan Tuhan (1Tes. 4:14,17).

Seperti teladan Yesus, kita tidak perlu takut ditolak dalam mewartakan kabar baik keselamatan dalam Yesus, sebab oleh karena karunia pembaptisan, kita semua adalah orang beriman yang senantiasa sudah menjadi bait Roh Kudus. Tugas kita sekarang adalah menceritakan kemuliaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Wartakan bahwa Allah kita Maha Besar, jauh melebihi allah-allah lain yang hampa, sehingga ada sukacita di langit dan bumi menyambut Allah yang adil dan setia (Mzm. 96: 3-5;11-13). Dengan demikian kita berharap agar semakin banyak orang memahami karya Allah di dalam diri mereka, keluarga dan kehidupan mereka, supaya pemahaman inipun membuat mereka mampu merasakan dan menyadari kehadiran Roh. Kesadaran akan kehadiran Roh inilah yang akan membawa setiap manusia menuju pada pengudusan dan penyelamatan melalui pertobatan agar dapat beroleh kehidupan yang dijanjikan Allah. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s