Undangan Pertobatan dan Menerima Roh Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXII, 5 September 2019
Peringatan S. Laurensius Giustiniani
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11

Nas yang terhidang adalah lanjutan dari awal surat Paulus, kepada Umat di Kolose, yang beritanya menerbitkan sukacita kepada Paulus. Sebab umat ini dikabarkan menjadi beriman kepada Yesus Kristus dan setia kepada-Nya. Sikap itu memadukan mereka dalam cinta kasih sebagai paguyuban umat beriman yang rukun. Diingatkannya, betapa karunia iman-kerukunan-kasih itu hanya datang karena Roh Kudus, yang dimohon oleh Paulus dalam doanya. Oleh sebab itu, diajaknya umat terus-menerus mensyukuri Roh, yang menjiwai iman dan kasih mereka.

Berkat anugerah itu, mereka kemudian dapat menemukan kebijaksanaan, sehingga mampu mengerti Kehendak Allah dan melaksanakannya. Hanya karena itu pula para murid Kristus dapat menyenangkan Tuhan dan semakin lama semakin mengenal Tuhan. Memang, melaksanakan Kehendak Allah tidak selalu tanpa beban atau kesulitan; tetapi kehadiran Roh menguatkan mereka dalam segala penderitaan. Bapa, yang senantiasa mengokohkan ketahanan mereka dalam ziarah iman itulah, yang menjadikan mereka layak ikut serta dalam Kerajaan Terang. Pendampingan Bapa juga membawa terang di tengah kegelapan dosa, yang telah diampuni-Nya, berkat penebusan Sang Putera.

Pada bacaan kedua, kisah para Rasul juga berawal pada pengalaman manusiawi yang menyesakkan, ketika Petrus dan kawan-kawan semalam-malaman tidak mendapat tangkapan ikan yang mereka butuhkan. Namun, ketika Petrus menangkap Kehendak Yesus dan melaksanakan Perintah Guru Nasaret itu, buahnya adalah ikan yang melimpah. Hanya dalam kerjasama dengan kawan-kawan mereka, yang juga mengikuti Yesus-lah, mereka dapat memetik buah melaksanakan Perintah Tuhan. Di situ pun para Rasul disadarkan, betapa Yesus sudah mengampuni segala dosa sehingga mereka boleh berdekatan dan menjadi sahabat-sahabat Yesus. Mereka bahkan diikutsertakan oleh Tuhan untuk mengambil bagian dalam Karya-Nya yang lebih agung lagi: “menjala manusia” untuk mengimani Tuhan. Begitulah buah kepercayaan dan ketaatan pada Tuhan Yesus, dengan menjawab Perintah-Nya serta menyediakan diri untuk diikutsertakan dalam Karya-Nya.

Pada hari ini, Bacaan-bacaan memberi pesan berharga: Kita, manusia yang sering berdosa, diundang untuk bertobat, dengan mendengarkan Kehendak Tuhan. Bila demikian, maka dosa diampuni, diperkenankan menerima Roh Allah, diikutsertakan dalam Karya Allah, menjadi bagian dari Kerajaan cinta kasih-Nya serta membawa buah yang melimpah. Marilah kita membuka diri.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan komentar