Dapatkah Yesus Mengandalkanku?

Paus pada kaum muda di Madagaskar: Yesus memercayakan pada Anda sebuah misi
Paus Fransiskus berpartisipasi dalam sebuah vigili bersama kaum muda di Kamp Keuskupan Soamandrakizay, di luar ibu kota Antananarivo, dan menantang mereka untuk bertanya apakah Yesus dapat mengandalkan mereka.

Perayaan dimulai dengan kesaksian dua orang muda, yang menceritakan pada Paus tentang pengalaman mereka masing-masing dalam pelayanan penjara dan dalam pekerjaan misi.

Sebuah Iman yang bergerak
Paus Fransiskus menanggapi dengan mengatakan, “Betapa baiknya bertemu dua orang muda dengan iman yang hidup, iman yang terus bergerak! Murid-murid Yesus tidak boleh diam. Mereka harus bergerak, bertindak, berkomitmen, yakin bahwa Tuhan mendukung dan menemani mereka”.

Apa yang kamu cari?
Paus mengingat pertanyaan yang Yesus ajukan kepada murid-Nya di tepi sungai Yordan: ‘Apa yang kamu cari?’; “Tuhan tahu bahwa kita mencari kebahagiaan yang untuk itu kita diciptakan dan yang tidak dapat direbut dunia dari kita”.

Pencarian apapun, yang lahir dari iman, “membantu menjadikan dunia tempat kita hidup sebagai tempat yang lebih baik”. Apa yang kita lakukan untuk orang lain mengubah kita; hal tersebut mengubah cara kita memandang dan menilai orang. Hal tersebut membuat kita lebih peka, dan kita kemudian memahami serta menemukan bahwa Tuhan adalah bagian dari hidup kita.

Dipanggil dengan nama
“Tuhan tidak memanggil kita dengan dosa, kekeliruan, kesalahan, atau keterbatasan kita, tetapi dengan nama kita”. Tuhan selalu mengingatkan kita “betapa berharganya kita di mata-Nya, dan Dia memercayakan pada kita sebuah misi”.

Membuat sebuah awal yang baru
Merujuk pada pelayanan penjara yang diceritakan dalam salah satu kesaksian, Paus menggambarkan apa yang telah dipelajari pemuda itu. “Anda telah meninggalkan kritik cepat dan mudah yang selalu melumpuhkan kita. Anda sadar bahwa ada banyak orang di penjara bukan karena mereka jahat, tetapi karena mereka telah membuat pilihan yang buruk. Mereka mengambil jalan yang salah dan mereka menyadari hal tersebut, namun sekarang mereka ingin memulai sebuah awal yang baru”.

Jangan menyerah
“Salah satu hadiah terindah dari persahabatan kita dengan Yesus adalah bahwa Dia selalu bersama kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Kita semua tahu dari pengalaman bahwa orang-orang dapat “tersesat”, berlari mengejar ilusi yang memikat kemudian berakhir “meninggalkan impian kita dan jiwa kita terlantar di sepanjang jalan”. Kekecewaan-kekecewaan itu dapat menyebabkan kita menjadi “pahit” atau tergoda untuk “menyerah”.

Biarkan tanganmu kotor
Tuhan yang lebih dulu memberi tahu Anda “ini bukan caranya berjalan”. Dia memanggil Anda “untuk menjadi murid misionaris di sini dan sekarang. Dia adalah orang pertama yang menolak semua suara-suara yang akan membuatmu terlena hingga tertidur, yang membuatmu pasif, mati rasa dan apatis. Dia mengatakan pada kita agar jangan takut membiarkan tangan kita kotor”.

Dapatkah Yesus mengandalkanku?
“Tuhan yang lebih dulu percaya pada Anda, tetapi Dia juga meminta Anda untuk percaya pada diri Anda dan keterampilan serta kemampuan Anda sendiri”. Tuhan meminta Anda untuk “saling mendorong satu sama lain dan bergabung dengan-Nya dalam menulis halaman yang paling indah dalam hidup Anda, menolak sikap apatis dan menawarkan jawaban Kristiani untuk banyak masalah yang Anda hadapi”. Paus Fransiskus menantang orang-orang muda untuk bertanya pada diri mereka sendiri: “Dapatkah Yesus mengandalkanku?”

Anda tidak sendirian
“Tuhan memercayakan kita sebuah misi, tetapi Dia tidak mengirim kita sendirian ke garis depan”. Paus Fransiskus menggunakan contoh kesaksian lain untuk mengilustrasikan bagaimana “kita tidak mungkin menjadi murid misionaris sendirian”. Kita mungkin dapat mencapai hal-hal besar sendiri, “tetapi dengan bersama-sama kita dapat memimpikan dan melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan!”

“Ya” dari Maria
Paus Fransiskus mengingatkan kaum muda bahwa “kita adalah satu keluarga besar” dan bahwa Maria adalah Bunda kita. Dia tidak akan pernah mengatakan: ‘Mari kita lihat apa yang akan terjadi’. Dia hanya berkata “ya”. Ini adalah “ya” dari semua “yang bersedia berkomitmen dan mengambil risiko, siap mempertaruhkan segalanya, tanpa jaminan kecuali keyakinan pasti bahwa mereka adalah para penerima janji”.

Cahaya harapan
Maria adalah “Bunda yang mengawasi anak-anaknya saat mereka berjalan dalam kehidupan, yang sering merasa lelah dan membutuhkan, tetapi juga selalu cemas berharap cahaya harapan tidak padam. Inilah yang kita inginkan untuk Madagaskar, untuk Anda dan teman-teman Anda masing-masing, agar cahaya harapan tidak padam”.

07 September 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s