“Melengkapi yang Kurang dari Penderitaan Kristus”

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa XXIII, 9 September 2019
Peringatan S. Petrus Klaver
Kol. 1:24 – 2:3; Mzm. 62:6-7,9; Luk. 6:6-11

MISIONARIS: Mengambil-Bagian dalam Penderitaan Kristus demi Keselamatan Umat Allah

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih, Shalom !
Firman Tuhan dalam Bacaan hari ini menegaskan tentang dua hal yang antara lain harus terjadi dalam diri seorang misionaris ketika dia menjalankan tugas-perutusannya. Kedua hal itu adalah (1) persekutuan erat dengan Kristus di dalam penderitaan-Nya, dan bahwa (2) penderitaan itu diterima demi hidup dan keselamatan jemaat atau Umat Allah. Kita renungkan satu persatu!

1. Partisipasi dalam penderitaan Kristus
Seorang misionaris tidak hanya dipanggil dan diutus untuk melaksanakan tugas-perutusan tertentu, tetapi mengingat bahwa tugas-perutusan yang diembannya itu diberikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, maka sesungguhnya panggilan seorang misionaris adalah pertama-tama untuk hidup di dalam persekutuan dengan Kristus, dan di dalam persekutuan itulah lahir tugas-perutusan berikut konsekuensi-konsekuensi yang wajib ditanggung oleh seorang misionaris.

Surat Rasul Agung dan Misionaris Para Bangsa, Santo Paulus, dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose menegaskan eratnya persekutuan yang ada antara Yesus Kristus dengan orang yang diutus untuk memberitakan Injil tentang keselamatan-Nya. Kepada Jemaat di Kolose itu, Paulus menegaskan bahwa pribadi yang pertama dan utama memberikan diri dan hidupnya demi keselamatan jemaat adalah Yesus Kristus sendiri. Rasul Paulus berbagi kegembiraan dengan Jemaat di Kolose, karena apa yang telah dia lakulan untuk jemaat itu, dia kategorikan sebagai “melengkapi yang kurang, dari penderitaan Kristus” (Kol. 1:24).

Dalam kutipan ini, Paulus secara tersurat menegaskan bahwa yang lebih dahulu memberikan diri untuk menderita demi hidup dan keselamatan jemaat adalah Yesus Kristus sendiri. Sebagai seorang utusan Yesus Kristus, apa yang dilakukan oleh Paulus demi hidup dan perkembangan iman Jemaat Kolose itu, adalah “melengkapi yang kurang, dari penderitaan Kristus, demi tubuh-Nya“. Jelas dari ayat ini, bahwa Sang Misionaris Utama itu sesungguhnya adalah Kristus sendiri. Para rasul berikut murid-murid Yesus dan dewasa ini adalah para misionaris di dalam Gereja, adalah orang-orang yang memberikan diri mereka untuk ikut ambil-bagian di dalam penderitaan Kristus demi Gereja atau tubuh-Nya Kristus. Jadi, seorang misionaris adalah seseorang yang diikut-sertakan Yesus Kristus untuk mengambil-bagian di dalam penderitaan yang Yesus tanggung bagi Gereja atau Jemaat-Nya. Penderitaan apapun jika tidak dipersatukan dengan penderitaan Kristus, maka tidak akan mendatangkan apapun dan bagi siapapun.

Hanya penderitaan yang secara suka-rela ditanggung dengan kesadaran sebagai bagian dari persekutuan seseorang dengan Tuhan kita Yesus Kristus, hanya penderitaan dari sisi-tilik partisipatif inilah, yang dapat memberikan keselamatan dan hidup kepada sesama manusia. Di luar Kristus dan di luar persekutuan dengan diri-Nya tidak akan ada atau tidak terjadi keselamatan bagi siapapun. Hanya di dalam persekutuan dengan Yesuslah, penderitaan seorang misionaris dapat mempunyai “dimensi keselamatan”, atau berdaya-guna untuk memberikan keselamatan. Hubungan dengan Tuhan kita Yesus Kristus menjadi syarat yang wajib untuk soal ini!

2. Demi keselamatan jemaat
Efek dari kesatuan iman dengan Kristus inilah yang menjadikan penderitaan seorang misionaris berdaya-guna untuk menyelamatkan sesama. Jadi, KESELAMATAN & HIDUP Jemaat merupakan TUJUAN, sementara PENDERITAAN merupakan “alat” atau “sarana,” yang memberi kemungkinan dan ruang, supaya keselamatan itu dapat terwujud.

Kasus “Hukum Sabat” dalam Injil hari ini, juga menampilkan soal SARANA & TUJUAN tugas-perutusan ini. Bagi Yesus, KESELAMATAN manusia menjadi Lebih Utama dibanding Hukum Sabat plus tuntutannya. Hukum Sabat diangkat sebagai sarana bagi Yesus untuk mengajari para ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengenai TUJUAN dari sebuah peraturan hukum, termasuk Hukum Sabat itu sendiri. Bahwa hukum harus mengabdi kepada hidup dan keselamatan manusia, dan bukan membatasi atau bahkan menghalanginya!

Dengan demikian, PILIHAN yang harus dibuat oleh setiap misionaris, dalam situasi apapun yang mereka hadapi, adalah dengan tetap memilih untuk “berbuat baik,” dan menolak untuk melakukan perbuatan jahat.

Demikian pemulihan dan restorasi hidup bagi seseorang yang memerlukan penyembuhan (rohani ataupun jasmani) adalah TUJUAN yang harus diutamakan. HUKUM, yang dalam hal ini diwakili oleh Hukum Sabat, harus ditempatkan secara tepat sebagai SARANA yang boleh digunakan demi mewujudkan tujuan tersebut di atas.

Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari sikap dan tindakan legalistik dalam tugas-perutusan kami. Di dalam semuanya, bantulah kami untuk mengutamakan hidup dan kasih. Amin! (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s