Misionaris Menjadi Pelaksana Sabda Bahagia

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XXIII, 11 September 2019
Peringatan S. Protus dan Hyasintus
Kol. 3:1-11; Mzm. 145:2-3,10-11,12-13ab; Luk. 6:20-26

MISI: Pengikut Kristus Hendaknya Mampu Membawa Pembaruan serta Mengubah kesulitan Menjadi Harapan dan Sukacita

Di tengah dunia kita yang sedang dikacaukan oleh berbagai ketidakpastian dan penderitaan, disertai susutnya harapan sebagian besar kaum beriman, justru menjadi kesempatan serta peluang penuh rahmat bagi kita untuk semakin memastikan diri bahwa iman kita memiliki Jaminan dan Kepastian yakni KRISTUS YANG BANGKIT, bukan KRISTUS YANG GAGAL DAN TUNDUK PADA beraneka kekacauan yang menghiasi dunia ini.

Isi Surat Rasul Paulus pada jemaat di Kolose yang kita baca dan dengar hari ini merupakan sebuah gugatan bagi kita semua – yang menegaskan diri sebagai Murid dan Pengikut Kristus – agar kita memiliki kepedulian kepada perkara-perkara Allah yang menghantar setiap kaum beriman pada Keselamatan.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil dan didorong oleh Daya Kebangkitan Kristus untuk menentang serta menyingkirkan kejahatan, penipuan, kebencian, kekerasan, kekejaman, keserakahan, fitnah, iri hati, dengki dan dendam yang selalu berujung pada penderitaan manusia. Daya Kebangkitan Kristus memberi kemampuan bagi kita untuk mencermati secara saksama peluang guna menghadirkan pembaruan dan perubahan yang menggeser derita, tangis, teriakan dan putus asa menjadi kebahagiaan, sukacita, harapan; bukan menyerah dan berhenti bersaksi.

Di sinilah kita sebagai Murid dan Pengikut Kristus dipanggil untuk mampu dan bersedia menemukan dan menangkap Anugerah Allah di balik beragam penderitaan dan kejahatan dunia, kemudian menggunakan Rahmat dan Anugerah Allah untuk bersaksi dan berjuang mengubah derita dan kejahatan menjadi Sukacita, Kebaikan dan Keselamatan.

Sebagai pengikut KRISTUS kita digerakkan oleh letupan api kasih yang bernyala membakar dari peristiwa Kebangkitan Kristus agar kita mampu menjadi Pelanjut kisah Sabda Bahagia yang membawa harapan dan sukacita kepada mereka yang menderita dan terpinggirkan akibat kompetisi sosial yang tidak adil, tidak jujur, tidak benar, tidak bermoral. Kita hendaknya menghadirkan pengharapan, kebenaran, kejujuran, keadilan, kedamaian, kelembutan, kesabaran, kemurahan hati, sukacita dan kasih. Inilah perintah Sabda Bahagia yang hendaknya kita gaungkan dan laksanakan sepanjang ziarah iman kita demi menghadirkan perubahan, pembaruan serta mewartakan sukacita dan pengharapan.

Sabda Bahagia yang Yesus sampaikan adalah Sabda yang membawa Hidup dan menghidupkan, yang di dalamnya mengalir tiada hentinya kelimpahan Pengharapan, Kebahagiaan, dan Sukacita di hadapan sesama manusia, di tengah alam dan lingkungan hidup kita serta di hadapan Allah.

Sabda Bahagia bukan sekedar keberpihakan Allah pada mereka yang berkehendak baik melainkan lebih dari itu sebuah pesan dan penegasan tentang isi dan syarat mencapai Keselamatan bagi mereka yang setia dan takut pada Tuhan. Maka kebahagiaan dan sukacita hanya akan menjadi milik mereka yang menderita, miskin, juga mereka yang kaya namun sungguh setia dan takut pada Tuhan.

Namun keyakinan iman kita selalu berbicara bahwa Sukacita, Kebahagiaan serta Pengharapan akan terlepas dari pelukan mereka yang miskin, menderita serta kaya namun berkarakterkan kecongkakan, ketidaksetiaan dan ketidaktakutan pada Tuhan.

Mereka yang miskin, menderita namun tidak berjuang, tidak tekun bekerja, kemudian tidak setia serta tidak takut pada Tuhan akan kehilangan Sukacita, Kebahagiaan, Pengharapan dan Keselamatan.

Orang-orang Kaya yang empunya Keselamatan dan Kerajaan Allah adalah mereka yang menggunakan Harta mereka sebagai Jembatan kokoh yang menghubungkan dan mendekatkan mereka pada Sesama, alam, lingkungan hidup serta Allah.

Marilah kita meletakkan pengharapan, sukacita, kebahagiaan kita serta pembaruan dunia kita pada iman akan Kristus Yang Bangkit. Hendaknya kita menjadi pemeluk, pelanjut serta pelaksana Sabda Bahagia yang penuh kasih, kesetiaan, dan memiliki rasa takut dan sujud sembah pada Tuhan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s