Salib Tanda Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXIII, 14 September 2019
Pesta Salib Suci
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk!
Jumpa lagi di temu berhikmah di akhir pekan kedua di bulan September 2019. Kita diajak merenungkan hikmah bacaan-bacaan Suci berkenaan dengan Pesta Salib Suci hari ini. Memang secara historis, Gereja mencanangkan hari ini sebagai Pesta Salib Suci dalam kaitan dengan kisah Kaisar Heraklius dari Kekaisaran Romawi yang berjuang mengalahkan Raja Persia dan mengambil serta membawa Salib Kristus yang dirampas dan dibawa ke Persia pada waktu itu. Konon Kaisar Heraklius setelah mengambil kembali Salib Tuhan, dia sendiri yang memikul Salib Tuhan itu hingga ke Puncak Golgota. Jauh hari kemudian yakni pada abad IV, Salib Tuhan itu ditemukan oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus Agung, lalu dibuatkan satu Gereja di sana untuk menghormati Salib Suci Tuhan.

Menyimak Pesta ini dari sisi Sabda Tuhan hari ini, Gereja sebenarnya mau mengajak kita melalui Pesta ini untuk semakin merenungkan hikmah dan peran Salib Tuhan dalam kehidupan kita. Santo Paulus mengajak kita melalui Filipi 2:6-11 merenungkan karya agung Tuhan yang Kudus dan Mulia, rela meninggalkan zona aman-Nya di Surga dan datang ke dunia guna menebus kita dari segala kelemahan dan dosa kita. Penghampaan diri Allah yang rela menjadi seorang manusia lemah dan rela memikul dosa-dosa kita mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan bagi kita.

Pengorbanan ini jauh lebih mulia dari segala persembahan. Makanya Gereja menggunakan kisah bantuan Tuhan kepada umat Israel pada masa Musa untuk menunjukkan kepada kita bahwa kehadiran Yesus, Putra Allah sebenarnya jauh lebih mulia dan luhur. Kalau pada masa Musa, Allah menggunakan ular tembaga untuk menolong dan menyelamatkan umat-Nya dari gigitan ular di Padang Gurun, maka kini Yesus Putra Allah sendiri menjadi penebus dan penyelamat kita. Sikap kerendahan hati Tuhan rela turun ke dunia dan kesediaan-Nya menderita di salib menjadi suatu tindakan mulia guna menebus dan menyelamatkan kita. Maka Mazmur 78 mengajak kita di Pesta Salib Suci ini untuk bersyukur atas karya-karya agung Tuhan ini: JANGAN MELUPAKAN PERBUATAN-PERBUATAN ALLAH khususnya karya Agung Allah menyelamatkan kita melalui pengorbanan Putra-Nya di kayu Salib. Dia yang tidak bersalah dikorbankan untuk memikul dosa-dosa kita. Inilah suatu tindakan mulia Allah yang menunjukkan kebesaran belas kasih-Nya kepada dunia.

Mari kita mensyukuri karya agung Allah bagi kita ini dan semakin menumbuhkan komitmen serta semangat kita untuk mengikuti Tuhan termasuk dalam mengikuti salib-salib kehidupan kita. Kiranya tanda salib yang sering kita lakukan tiap hari tidak sekedar suatu aktus ritual kita sebagai orang Katolik tetapi menjadi suatu ekspresi iman kita akan spiritualitas Salib. Sikap yang benar akan tanda salib akan senantiasa menuntun sikap kerendahan hati seperti Tuhan untuk rela masuk dalam kehidupan nyata sesama serta berupaya mendatangkan keselamatan dan kebahagiaan bagi mereka.

Semoga kita semakin tekun setia memikul salib-salib kehidupan kita sesuai situasi hidup dan karya pengabdian yang kita jalani. Tuhan yang pernah merasakan beban salib mengetahui perjuangan luhur kita menolong sesama. Yakinlah Diapun pasti setia menyertai, menguatkan dan menganugerahkan kebahagiaan karena kesetiaan kita mengikuti teladan luhur-Nya menjadi penolong dan penyelamat bagi sesama.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s