Tuhan Menyambut Orang Berdosa

Angelus: Bersama Tuhan, dosa tidak memegang kata terakhir
Di Angelus di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, Paus Fransiskus mengatakan bahwa kita tidak boleh takut, karena Tuhan memiliki “cinta tak terbatas kepada kita orang berdosa” dan bahwa melalui pengampunan-Nya, kejahatan dapat dikalahkan.

Sebelum pendarasan doa Angelus, Paus mengingat Injil hari Minggu, di mana Yesus dikritik karena “ditemani para pemungut pajak dan orang berdosa”, dengan kalimat “Ia menyambut orang berdosa dan makan bersama mereka”.

Paus berkomentar bahwa ini sebenarnya adalah “pengumuman besar”, karena Yesus melakukan hal itu: Ia “menyambut orang berdosa dan makan bersama mereka”. Ini adalah sebuah ungkapan, yang dapat ditulis di pintu-pintu Gereja kita, seperti yang dijelaskan-Nya bahwa “di setiap Misa, di setiap Gereja: Yesus dengan senang hati menyambut kita di meja, di mana Dia menawarkan diri-Nya kepada kita” .

Perumpamaan
Menghadapi orang-orang yang mengritiknya, “Tuhan menceritakan tiga perumpamaan yang menunjukkan kesukaan-Nya bagi mereka yang merasa jauh dari-Nya”.

Domba
Dalam perumpamaan pertama, Yesus bertanya “siapa di antara kamu, jika dia memiliki seratus domba dan kehilangan satu domba, tidak akan meninggalkan sembilan puluh sembilan domba di padang pasir untuk mencari yang hilang itu?”

Bagaimana pun, Tuhan “tidak mengundurkan diri.” Bagi-Nya, mereka yang belum mengetahui keindahan cinta-Nya selalu ada “di pusat hati-Nya”.

Koin
Perumpamaan kedua berkisah tentang seorang wanita yang kehilangan salah satu dari sepuluh koinnya.

“Anda, adalah koin kecil itu, Tuhan tidak rela kehilangan Anda, dan Ia mencari tanpa henti”. Karena, Tuhan ingin mengatakan bahwa Anda “unik”.

Anak laki-laki
Dalam perumpamaan ketiga “Bapa menunggu kembalinya anak yang hilang”. Tuhan, “menanti kita, tidak lelah, tidak berkecil hati.” Bahkan jika Anda berpikir Anda telah melakukan banyak hal yang mengerikan, “jangan takut”. Tuhan tidak lelah, karena “kita adalah putra yang dipersatukan kembali, koin yang ditemukan kembali, domba yang dibelai…”

Cinta yang mengubah hidup
Paus Fransiskus menjelaskan bahwa Allah menunggu kita untuk menerima cinta-Nya yang tak terbatas. Cinta yang tak terbatas ini, kadang-kadang, “dapat ditolak”. Inilah tepatnya yang dilakukan si Sulung dalam perumpamaan. Dia menganggap Tuhan sebagai “tuan” daripada sebagai “Bapa”; Tuhan yang “keras” daripada yang “berbelaskasih”. “Tidak, Tuhan menyelamatkan dengan cinta, bukan dengan kekuatan. Dia memberikan diri-Nya sendiri tetapi tidak memaksakan diri-Nya”.

Menerima pengampunan Tuhan
Kadang-kadang, kita juga salah, ketika, seperti si Sulung, “kita percaya diri kita benar” dan berpikir bahwa orang lainlah yang jahat.

Mari kita “tidak percaya diri kita baik. Karena sendirian, tanpa bantuan Tuhan mengenai siapa yang baik, kita tidak tahu bagaimana mengatasi kejahatan”.

Mengatasi kejahatan
Akhirnya, bagaimana kita akan mengalahkan kejahatan? “Dengan menerima pengampunan Tuhan. Tuhan menghapus kejahatan. Bersama Tuhan, dosa tidak memegang kata terakhir”.

15 September 2019
Oleh: Francesca Merlo
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s