Yesus Mengagumi “Orang Luar”

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXIV, 16 September 2019
Peringatan S. Kornelius dan S. Siprianus
1Tim. 2:1-8; Mzm. 28:2,7,8-9; Luk. 7:1-10

Hari ini kita mendengar bagaimana Yesus mengungkapkan kekaguman-Nya terhadap seorang perwira Romawi, “Di Israel pun iman sebesar itu belum pernah Kujumpai!” Yesus “kagum” pada iman orang ini. Bahasa inggrisnya, “Marvel“; “Amazed“. Nah jika Yesus kagum, itu baru luar biasa. Kesempatan lain di mana kata ini digunakan untuk menggambarkan tanggapan Yesus terhadap iman orang lain adalah dalam Markus 6: 6, ketika Ia mengagumi kurangnya iman pada orang-orang Nasaret, mereka yang seharusnya mengenal-Nya dengan baik. Sungguh ironis bahwa satu-satunya orang yang dicatat dalam Injil yang imannya membuat Yesus kagum adalah seorang prajurit Romawi! Padahal alasan utama mereka berada di Palestina adalah untuk membantu memastikan orang-orang Yahudi itu tunduk di bawah kekuasaan Kaisar Tiberius yang bukan orang Yahudi, alias yang dianggap kafir.

Yesus sangat terkejut bahwa seorang prajurit Romawi ini, seorang yang asing pada segala tradisi dan kepercayaan orang Yahudi, dengan pemahaman sangat terbatas akan Kitab Suci, dapat melihat apa yang dilihat oleh hanya segelintir orang dari yang mengikuti-Nya ketika mereka memandang Yesus: Anak Allah. Kerumunan orang Yahudi sering bergerombol di sekitar Yesus. Para pemimpin Yahudi suka melobi dan berdebat dengan-Nya. Tetapi seperti Petrus dalam perahu yang penuh dengan ikan, perwira itu mengenali kekudusan Ilahi dalam diri Yesus dan kedosaan dalam dirinya sendiri dan tahu bahwa ia tidak layak hadir di hadapan-Nya.

Yesus mengakui bahwa di dalam perwira ini Dia melihat buah pertama dan bayangan dari apa yang merupakan visi-Nya itu, bahwa: “Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga” (Mat. 8:11). Kita tahu dari pengakuan Yesus sendiri, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel“, yakni pada awalnya pewartaan Keselamatan itu dimulai dengan orang-orang Yahudi, tetapi akhirnya menyebar ke orang-orang yang dianggap kafir! Bahkan ketika Yesus masih hidup, beberapa kali Dia menunjukkan simpati dan penerimaan-Nya kepada orang-orang yang tidak termasuk “umat pilihan Allah”. Salah satu contoh adalah perwira ini. Dia orang Romawi. Dia termasuk kaum penjajah yang berkuasa. Orang-orang Yahudi membenci mereka sebab mereka itu kejam dan brutal. Namun Yesus mengatakan bahwa perwira Romawi ini punya iman yang lebih besar daripada yang Dia temukan di dalam diri orang-orang di seluruh Israel! Kemudian Dia mengabulkan permohonannya dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu.

Salah satu tujuan Serikat Kepausan adalah untuk membangkitkan kesadaran dan tanggung jawab misioner dalam hati setiap umat Katolik yang telah dibaptis, sehingga seluruh umat Allah memiliki kepekaan dan tanggung jawab terhadap tugas karya perutusan Gereja secara universal. Sikap Yesus ini terhadap si perwira Romawi membuat saya bertanya-tanya: apakah kita akan mampu melihat keluar dari pemahaman kita yang terbatas akan Teologi, pemahaman kita tentang Gereja dan sebagainya? Apakah kita akan mampu melihat ke dalam hati orang-orang di sekitar kita? Dapatkah kita melihat apa yang dilihat Allah di dalam hati orang-orang “luar”, terutama di dalam dunia yang semakin tenggelam dalam sekularisme dan materialisme ini? Bahkan di dalam agama dan kepercayaan lain, termasuk kelompok-kelompok Kristiani yang lain? Dapatkah kita melihat seperti Tuhan melihat ke dalam hati mereka? Seharusnya kita dapat melihat dengan mata Yesus, dengan mata-Nya untuk semua umat Manusia! Hanya dengan demikian kita adalah Kristiani seperti Kristus. Itu yang disebut Misioner.

(RP. Noel Villafuerte, SDB – Rumah Provinsial SDB Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s