Apa yang Istimewa Pada Rasul Matius?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXIV, 21 September 2019
Pesta St. Matius
Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4- 5; Mat. 9:9-13

Sahabat-sahabat Tuhan yang Terkasih!
Salam jumpa lagi di akhir pekan di minggu ketiga Bulan September ini. Dalam pertemuan berhikmah ini, kita diajak merenungkan pesan-pesan Tuhan melalui bacaan suci hari ini. Karena hari ini adalah Pesta Santo Matius Rasul maka kita diajak mengarahkan fokus perhatian kita pada sosok rasul dan penginjil sehingga menjadi inspirasi bagi kita di akhir pekan ini.

Menarik bahwa dari sekian banyak Pengikut Yesus, hanya Matius dan ketiga penginjil lain yang mengabadikan kisah hidup dan ajaran-ajaran Sang Guru Agung melalui tulisan-tulisan mereka. Tentu pertanyaan muncul di sini yakni mengapa Matius bisa mengabadikan kisah hidup dan ajaran Yesus? Tentu akan ada jawaban yang muncul, namun refleksi berikut ini berdasarkan kisah panggilan hidup dan isi Injil Matius bisa membantu kita memahami hal tersebut sekaligus menjadi inspirasi iman bagi kita.

Kisah bagaimana Matius, Si Pemungut Cukai ini mengikuti Yesus sebagaimana ditampilkan dalam Injil hari ini sebenarnya memberikan kita salah satu indikasi jelas tentang siapa sosok Matius ini. Mengesankan sekali bahwa ketika diajak Yesus, Matius serta merta meninggalkan pekerjaan bahkan statusnya sebagai pemungut cukai dan bersedia mengikuti Yesus. Dan lebih menarik lagi yakni keputusan ini bukan sekedar untuk beberapa jam, atau hari atau minggu tetapi untuk selamanya. Sungguh suatu keputusan yang terkesan dalam sekejap tetapi penuh komitmen-ketaatan dan kesetiaan pada Gurunya hingga akhir hayatnya.

Pertanyaan susulan muncul di sini adalah mengapa Matius bisa dalam sekejap mengambil keputusan demikian? Besar kemungkinan Matius sudah mendengar tentang siapa Yesus. Namun dia juga memiliki intuisi – kepekaan batin tersendiri dalam dirinya untuk mampu membedakan mana yang sementara dan mana yang kekal, hal apa saja yang paling bernilai dalam hidup manusia dan apa yang bisa menuntun dia untuk bisa menemukan kebahagiaan sejati baik di dunia fana ini maupun di akhirat nanti. Intuisi batin inilah memampukan dia mengenal secara intuitif siapa sosok Yesus dan sekaligus mendorong dia untuk berani mengambil keputusan kekal ketika diajak Yesus. Dan instuisi batin Matius bisa terbaca melalui Injilnya di mana dia menaruh fokus perhatian pada kebenaran-kebenaran sejati yang diajarkan Yesus. Teks 6:33 yang diakui sebagai salah satu Golden Rule mengungkapkan hal tersebut: CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARAN DAN YANG LAIN-LAIN AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU. Seluruh perjalanan bersama Yesus merupakan suatu proses pemuridan bersama Sumber Kebijaksanaan Sejati di mana dia belajar dan mendalami apa saja yang sesungguhnya yang didambakan dan dicari manusia dalam ziarah hidup ini.

Setelah berguru pada Gurunya, Matius dan teman-temannya diminta Guru mereka untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Pesan Gurunya sebelum terangkat ke Surga untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia tentu saja menjadi suatu ajakan dan amanah Tuhan bagi dirinya yang perlu dilaksanakan. Maka Matius memilah dan memilih pesan-pesan inti kebenaran yang didapatkan dari Yesus, Sang Gurunya dan dia susun begitu apik dalam Injilnya yang terdiri dari 28 bab sebagai suatu pewartaan yang berfaedah bagi manusia sepanjang zaman termasuk bagi kita.

Menarik bahwa Matius menempatkan teks amanah yang sama di dua ayat terakhir pada bab terakhir Injilnya. Tentu saja Matius punya maksud bagi kita para pembacanya. Matius mau supaya kita juga yang mendalami kisah hidup dan ajaran Tuhan melalui Injilnya mesti sampai pada titik menyatakan kesediaan untuk menjadi misionaris – pewarta Injil kebenaran Tuhan kepada sesama kita sesuai pilihan hidup dan karunia-karunia yang dianugerahkan kepada kita sebagaimana diungkapkan Santo Paulus dalam bacaan pertama hari ini dari Efesus 4. Karena dengan jalan hidup demikian, kita pun turut mengantar Kabar Gembira Tuhan kepada sesama sehingga mereka pun mengalami kasih karunia Allah dalam hidup mereka.

Terima kasih untuk kesediaan dan kesetiaan saudara/saudari yang telah tekun setia juga mewartakan Injil Tuhan seperti Matius Penginjil melalui hidup dan pengabdian Anda selama ini. Tuhan sumber sukacita abadi pasti merahmati saudara/saudari dengan berkat-berkat-Nya.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s