Membangun Yerusalem Agar Allah Tinggal di Dalamnya

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXV, 23 September 2019
Peringatan S. Padre Pio dr Pietrelcina
Ezr. 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd- 3,4-5,6; Luk. 8:16-18

Bacaan hari ini dimulai dengan Kitab yang ditulis oleh seorang nabi bernama Ezra, yang artinya imam atau ahli kitab dalam Bahasa Ibrani. Ezra adalah pemimpin kelompok orang-orang Israel yang kembali dari pembuangan pada periode yang kedua, yaitu pada saat tembok kota Yerusalem dibangun dan Yerusalem menjadi sebuah kota berbenteng kembali. Ezra juga dikenal sebagai seorang yang membangun benteng rohani bangsa Israel yang pulang kembali setelah melewati masa pembuangan di Babel. Benteng rohani ini dibangun dari firman Tuhan dalam Taurat yang isinya dibacakannya di depan bangsa Israel sehingga bangsa itu tetap memegang ketentuan-ketentuan Allah. Apa yang membuatnya begitu gigih membangun benteng rohani bagi bangsanya? Kita bisa melihat penyebabnya dari tiga bacaan pada hari ini.

Pertama-tama, kita diajak menyadari bahwa Tuhan dapat menggerakkan hati siapa saja untuk dipakai menggenapi firman-Nya (Ezr. 1:1). Bahkan seorang asing seperti Koresh, raja Persia telah digerakkan Allah untuk membangun kembali tempat tinggal Allah, yaitu Bait Suci di Yerusalem. Dorongan keinginan Koresh ini kelihatannya didasari atas rasa syukurnya bahwa ia telah memiliki segala harta di bumi ini yang diakui diterimanya sebagai karunia dari Tuhan, sehingga ia ingin Allah tinggal dan menyertai bangsa Israel selamanya (Ezr. 1:2-3).

Selanjutnya, pekerjaan mendirikan Bait Allah di sini ingin menunjukkan bahwa ada pengharapan yang tadinya hanya seperti bermimpi. Suatu pengharapan bahwa Allah akan datang kembali memulihkan kota Sion. Ini sebuah perkara besar yang dilakukan oleh Tuhan sendiri supaya kita bersukacita atas pemulihan-Nya (Mzm. 126:1-3). Proses pemulihan adalah pengalaman kehadiran Tuhan dalam hidup kita, yang menjadi kesaksian-kesaksian iman kita. Pengalaman-pengalaman ini telah membuat kita membangun sendiri Bait Allah di dalam diri kita, sehingga ada Tuhan yang tinggal dan bersemayam di dalam diri kita (1 Kor. 6:19).

Mewartakan pengalaman iman kita adalah memancarkan kehadiran Allah yang ada di dalam diri kita kepada sesama. Kesaksian ini akan membuat orang-orang yang belum mengenal Kristus melihat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dalam hidup kita. Mereka bagaikan melihat pelita dalam kegelapan, sebab kehadiran Tuhan yang ada dalam diri kita tidak dapat ditutupi dan akan memancar serta dilihat semua orang (Luk. 8:16-17). Sekalipun tidak mudah memberikan kesaksian iman di dalam kehidupan kita, namun kita harus melewati semua tantangan dan tentangan untuk membangun Kerajaan Allah di dunia ini (Mzm. 126: 5-6).

Mulailah dengan mensyukuri segala karunia yang telah Tuhan berikan pada kita. Semua yang ada pada kita, adalah milik Tuhan, dan Tuhan tahu apa yang akan kita pakai sebagai kesaksian akan Dia. Kalau kita mendengarkan ajakan-Nya untuk setia mewartakan sukacita pemulihan-Nya, maka kita akan membuat banyak orang semakin mengenal Yesus. Mereka akan tertarik untuk merasakan Tuhan hadir dalam hidup mereka dan selanjutnya Tuhan sendiri yang akan menggerakkan hati mereka untuk membangun bait-bait Allah dan Yerusalem-Yerusalem baru di dalam kehidupan mereka. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s