Misionaris: Menemukan & Mempertemukan Orang dengan Yesus Kristus

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XXV, 27 September 2019
Peringatan S. Vincensius a Paulo
Hag. 2:1b-9; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:19-22

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner Yth,
Hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Vincensius a Paulo, imam, pendiri kongregasi misi Lazaris. Melalui hidupnya dan kongregasi yang didirikannya, Vincensius telah menghidupi dan mewujudkan apa yang diamanatkan Firman Tuhan hari ini tentang misi atau tugas-perutusan itu.

1. Hakekat Misi: “Menemukan & mempertemukan orang dengan Yesus Kristus, Anak Allah”
Inspirasi Firman Tuhan hari ini memberi kita dua hal mendasar dari tugas-perutusan. Pertama bawa orang-orang yang diutus atau para misionaris, mereka diutus oleh Allah dengan perantaraan Anak-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus (Mat. 10:16.40). Karena itu, misionaris haruslah seperti Rasul Petrus dalam Injil hari ini. Misionaris harus orang yang pertama-tama menemukan dan mengenal Yesus sebagai Mesias, Anak Allah (Luk. 9:20; lihat juga Yoh. 1:41).

Di dalam persekutuan dengan Allah di dalam Anak-Nya inilah, para misionaris bekerja dengan dua arah. Secara ke dalam “membangun & merawat kehidupan Umat Allah” yang dalam Firman Tuhan hari ini disebut “membangun rumah Tuhan (Hag. 2:4-10). Dan sejalan dengan “missio ad intra” atau pembangunan rumah dan jemaat Allah ini, berjalan juga “missio ad gentes” di mana Allah mengantar bangsa-bangsa lain ke rumah-Nya, supaya orang-orang dari bangsa lainpun dapat memperoleh damai yang mengalir dari rumah Tuhan ini (Hag. 2:10).

Demikianlah kedua hal dasar dari karya misioner, yakni menemukan Allah yang hadir di dalam diri Anak-Nya Yesus Kristus, dan selanjutnya mengantar orang-orang lain kepada Allah lewat perjumpaan dengan Yesus Kristus, anak-Nya ini (bdk. kisah Andreas mengikuti Yesus, dan kemudian mengantarkan Simon Petrus saudaranya kepada Yesus (Yoh. 1:40-41).

2. Misi dalam hidup & pelayanan Santo Vincensius a Paulo
Vincensius berasal dari wilayah barat laut Prancis. Lahir dari keluarga petani, tahun 1581, Vincensius kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1600. Karya misi yang dilakukannya sebagai imam Gereja, ialah membaktikan diri untuk pelayanan amal-kasih, khususnya untuk mereka yang berada di penjara. Agar supaya pelayanannya mencakup kalangan yang lebih luas, Vincensius mendirikan serikat misionaris untuk kaum pria dan juga untuk kaum perempuan, bekerja-sama dengan Pierre de Berulle dan Louise de Marillac. Melalui serikat misionaris yang didirikannya, para romo Vincensian memberitakan Injil ke daerah-daerah pedesaan Prancis, juga membantu pendidikan para imam.

Sementara para suster Vincensian secara khusus memberikan perhatian kepada pelayanan orang-orang sakit dan orang-orang miskin. Melalui karya-karya ini, para Vincensian baik putera dan puteri, yang telah “menemukan Yesus yang penuh kasih dan murah hati,” memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk mengalami “kasih dan kemurahan hati Yesus” lewat pelayanan mereka.

3. Misi atau perutusan Gereja
Sesungguhnya perutusan untuk menemukan Yesus Kristus, Anak Allah, dan mempertemukan orang-orang dengan Sang Juruselamat dunia tersebut, bukan hanya tugas Petrus bersama Jajaran Para Rasul, atau tugas Santo Vincensius bersama para Vincentian,- tetapi tugas-perutusan ini adalah tugas-perutusan Gereja, di mana saudara dan saya telah menjadi anggotanya lewat rahmat pembaptisan, (Maximum Illud art 1. KHK Kanon 204).

Mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan khas bagi Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam. Gereja ada untuk mewartakan Injil” (Evangelii Nuntiandi art 14; AAS, 13). Para rasul telah melaksanakan tugas ini, seperti halnya Andreas terhadap Petrus. Petrus telah menemukan Mesias, dan sepanjang hidupnya telah bekerja untuk mewartakan Kristus dan Injil tentang Kerajaan Allah. Para kudus, seperti Santo Vincensius a Paulo dengan serikat misioner yang didirikannya, juga telah melaksanakan tugas ini pada zaman mereka.

Bagaimana dengan saudara dan saya? Mari kita doakan doa Santo Fransiskus Asisi (Puji Syukur No. 221) dan kita wujudkan isi doa itu sesuai dengan situasi dan kondisi misi di tempat kita masing-masing. Mari kita sediakan waktu untuk menjumpai Yesus dalam doa dan ekaristi, secara berkala, supaya pada gilirannya kitapun dapat mempertemukan orang-orang lain dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Amin. (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s