Pemberitahuan Penyaliban Ditujukan kepada Kita Juga

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXV, 28 September 2019
Peringatan S. Wenseslaus, S. Laurensius Ruiz, dkk
Za. 2:1-5,10-11a; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b- 45

Sahabat-sahabat Tuhan ytk!
Salam jumpa lagi di akhir pekan di Minggu ke-4 bulan September 2019 ini. Kita diajak melalui pertemuan berhikmah ini merenungkan pesan Sabda Tuhan hari ini. Membaca Injil hari ini kita menemukan bahwa ada semacam ‘lompatan’ pesan dan atmosfer dalam perikop ini. Karena perikop ini dimulai dengan rasa heran dan kagum akan karya Yesus yang mampu mengusir roh jahat dari seorang anak, namun tiba-tiba Yesus menyampaikan kabar penderitaan yang akan dihadapi-Nya.

Kalau kita menyempitkan perhatian kita hanya pada perikop ini maka kita akan bingung juga terhadap sikap dan penyampaian Yesus tersebut. Namun kalau kita membaca keseluruhan bab 9 yang memuat 12 perikop dalam 62 ayat, maka kita akan memahami alasan mengapa Yesus mengulangi berita alarm tentang penyaliban-Nya. Penginjil Lukas meringkas dalam bab ini bagaimana respons manusia terhadap kehadiran Putra Allah.

Ke-12 perikop di bab 9 itu terlihat jelas bagaimana Putra Allah menghadirkan HATI Bapa-Nya yang penuh belas kasih, cinta dan perhatian kepada manusia melalui tindakan kasih perHATIan-Nya kepada manusia dengan memberi makan yang lapar dan menyembuhkan yang sakit serta mengusir roh-roh jahat. Seharusnya manusia memberikan responsnya seperti Petrus yang mengakui Mesias sebagai Putra Allah yang hidup. Manusia mesti seperti mereka yang rendah hati terbuka meminta bantuan pertolongan kepada Tuhan yang Mahakuasa dan penuh belas kasih.

Sayang kebanyakan orang masih memperlakukan Yesus seturut mindset, karakter, keinginan mereka. Penginjil Lukas menggambarkan juga situasi tersebut di bab 9 dengan menampilkan sosok Herodes yang cemas atas kehadiran Yesus penuh kuasa dan tentu saja menjadi rongrongan bagi posisinya sebagai penguasa. Lukas juga menghadirkan kisah tentang penolakan orang Samaria terhadap Yesus dan pertengkaran para murid Yesus tentang siapa yang terbesar di antara mereka.

Dengan respons manusia demikian tak heran Yesus akan diperlakukan seturut jalan dan keinginan manusia dunia termasuk hukuman mati yang harus diterima-Nya bukan karena Dia bersalah tetapi karena Dia diperlakukan seturut cara berpikir dan budaya dunia. Maka sebenarnya melalui pemberitahuan tentang penderitaan-Nya, Tuhan mau mengingatkan para murid-Nya untuk tidak hanyut dalam euforia sukacita atas karya-karya mengagumkan yang dilakukan-Nya.

Alasannya karena mereka sedang berada di suatu dunia di mana manusia penghuninya mudah sekali mengubah pikirannya: mudah memuji tapi juga mudah menjelekkan; mudah menerima tetapi juga mudah menolak Tuhan-Nya; mudah terkesima dengan ajaran Tuhan-Nya tetapi mudah juga lebih suka mengejar keinginan dan ambisi-ambisi dunianya (hidden agendas).

Maka melalui alarm itu Yesus mewanti-wanti para murid-Nya dan kita juga bahwa bila orang sungguh mau mengikuti-Nya sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup di dunia yang demikian, mereka harus siap menerima konsekuensi yang sama di mana kita ditolak dan bahkan ‘disalibkan’ dalam berbagai bentuk. Kisah Santo Wenseslaus menjadi contoh nyata akan hal tersebut. Wenseslaus yang berkomitmen menghidupi nilai-nilai luhur harus dilawan oleh ibunya dan bahkan dibunuh oleh adiknya sendiri yang lobah harta dan kuasa serta hidup seturut keinginan dunia.

Akankah kita mudah tunduk pada segala ancaman dunia yang menghadang tugas kerasulan kita ataukah kita semakin teguh setia menjalankannya dengan segala konsekuensi seperti yang dialami Tuhan kita? Selamat merenung, Tuhan memberkati. Santo Wenseslaus doakanlah kami.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s