Menjadi Seperti Anak Kecil

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XXVI, 01 Oktober 2019
Pesta St. Theresia dr kanak-kanak Yesus
Yes. 66:10-14c; Mzm. 131:1,2,3; Mat. 18:1-5

Di paroki tempat saya bertugas, ada kebiasaan setelah Komuni dilanjutkan dengan pemberian berkat khusus untuk anak-anak. Sementara umat berarak untuk menerima Tubuh Kristus, para pendamping SEKAMI akan bersiap-siap di depan pintu masuk Gereja untuk mengumpulkan dan mengatur anak-anak dalam barisan yang rapi. Setelah ritus Komuni selesai, misdinar kemudian menjemput barisan anak-anak ini menuju ke depan altar layaknya seperti perarakan Komuni, untuk siap menerima berkat Tanda Salib di dahi setiap anak. Bagian ini menjadi salah satu momen yang bagi saya pribadi menyenangkan dan sarat makna. Anak-anak berbaris sangat rapi, tidak berdesak-desakan dan menerima berkat Tuhan melalui pastor dengan berbagai macam ekspresi. Ada yang tersenyum, ada yang berucap, “hai pastor”, ada pula yang tanpa ekspresi namun menatap penuh arti, dan ada yang hanya menunduk entah karena malu atau takut pada pastor.

Setelah menerima berkat Tuhan ini, anak-anak yang tampak bergembira, berlari pergi seolah-olah baru saja menerima permen lolipop dan segera kembali ke tempat di mana orang tuanya berada. Peristiwa ini selalu mengingatkan saya pada Sabda Tuhan yang hari ini kita renungkan bersama, “Barang siapa menyambut anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (Mat. 18:5), dan juga semakin mengerti kenapa Yesus menyarankan kita menjalankan iman kita kepada-Nya dengan ‘menjadi seperti anak kecil’.

Bila kita memperhatikan dengan seksama sifat anak kecil maka akan sangat nampak pada umumnya, betapa seorang anak kecil sangat percaya dengan perkataan orang dewasa. Mereka menyerahkan seluruh hidupnya untuk diatur oleh orang yang lebih dewasa tanpa merasa takut dan ragu. Orang tua membimbing mereka untuk ikut dalam barisan perarakan sambil berkata, ‘pergilah untuk dapat berkat dari Yesus melalui pastor’. Kemudian sang anak juga percaya dan menyerahkan hidupnya seketika dengan orang dewasa lainnya untuk diatur dalam barisan. Pada akhirnya sang anak juga percaya untuk berarak bersama dengan rombongan anak lainnya yang mungkin saja tidak semua dikenalnya, namun membuatnya terus yakin melangkah karena keyakinan pada perkataan orang tuanya untuk ‘pergi dan datang kepada Yesus’.

Di sinilah poin pentingnya mengapa kita juga harus bersikap seperti anak kecil. Iman yang berpasrah total pada Kehendak Allah adalah jalan terbaik. Cara kita bisa berpasrah total adalah tidak lain dengan menyadari diri kita kecil, lemah dan terbatas, senantiasa membutuhkan pertolongan dari yang lebih besar, yang lebih mampu dan yang lebih kuat layaknya perasaan anak kecil yang merasa aman dalam dekapan orang yang lebih dewasa darinya. Kita diajak oleh Yesus untuk merasa selalu membutuhkan-Nya dalam setiap langkah hidup kita. Kita diajak untuk selalu percaya pada Sabda-Nya dan menyerahkan seluruh hidup kita diatur dalam bimbingan kash-Nya. Bukan sebaliknya, tanpa perasaan kecil, lemah dan terbatas, kita akan mulai mengandalkan diri kita sendiri, kekuatan kita sendiri, penuh keragu-raguan, perasaan curiga kepada orang lain, gelisah dan khawatir akan banyak hal.

Ajakan Yesus bukanlah menjadi anak kecil tetapi menjadi ‘seperti anak kecil’ yang merasa aman dalam dekapan ayahnya dan tertidur pulas dalam hangatnya pelukan ibunya. Kita semua dipanggil untuk senantiasa percaya pada Allah yang terus menjaga, menolong dan menuntun kita pada hal yang baik. Hingga akhirnya seperti permazmur berkata, “Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku”. Mari kita senantiasa datang dalam pelukan dan dekapan Kasih Allah yang menenteramkan.

(RD. Hendrik Palimbo – Pastor Paroki Deri-Toraja, KAMS)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s